CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Pesta Tahun Baru



"Sial, aku harus melakukannya lagi!" Robin mengeluh.


"Apa maksudmu Robin?" aku keheranan.


Lalu dia dengan berusaha mengambil kristalnya lagi untuk melakukan sesuatu, "jangan bilang kau ingin . . ." aku menatap ke wajahnya.


...[Sementara itu]...


Setelah Tye menemukan benang di sudut Aula, ia kemudian menariknya yang ternyata menempel di dinding. Benang itu seperti sudah tertempel oleh lem yang sangat susah dilihat, ditambah benangnya juga sangat berkamuflase dengan dinding itu.


Bukannya Tye memanggil yang lain, ia malah kembali menyembunyikannya dengan lebih tertutup.


"Sepertinya aku mendengar sesuatu di luar" Bryan mendengar sesuatu,


"Maksudmu?" Tye terkejut dan langsung berdiri,


"Ya, seperti ada keributan" Drop berjalan mengecek keluar.


Akhirnya Bryan,Drop dan Tye melihat kami terperangkap di dalam jaring milik Ellie.


"A . . . apa yang . . ." Bryan tercengang.


"Create, Armor, Up!" Robin berubah menjadi Mecha form nya.


Kemudian ia langsung melepas jaringnya dan menembak ke berbagai arah untuk melepaskan kami berdua dari jaring ini.


"Ahhh . . ." Ellie tertembak dan terjatuh dari papan.


Kemudian diselamatkan oleh Grin dengan tangan tambahannya itu.


"Jangan cepat lemah, baru saja mulai" kemudian ia menurunkan Ellie dari tangan mekanis nya itu.


"Tch, orang itu . . . " lalu datang Ichika dan melihat Mecha form nya Robin.



Dengan tudung burung rajawali itu, ia menggunakan panah Mecha sebagai senjatanya. Armor nya berwarna abu-abu, masih dalam Basic form. Nama di lengannya adalah, "Sting Shot 13."


"Bagus Robin!" aku juga kembali bangkit mengambil Kristalku.


Dari jauh Bryan, Drop, dan Tye ingin ikut serta dalam pertarungan kami. Tetapi Mako datang dan menghentikan mereka,


"Tunggu, mereka belum menyadari keberadaan kalian. Maka itu tunggu mereka lengah dulu, lalu ikut menyerang" Gumam Mako,


"Lalu siapa yang akan membantu mereka?" Tanya Drop,


"Aku!" Wax datang dan langsung lompat ke bawah untuk membantu Aku dan Robin.


"Huh . . . " Bryan memasang wajah kesal kepada Mako.


Lalu dari bawah, Wax menendang bola miliknya ke arah mereka bertiga. Meski tidak kena sama sekali, Wax langsung memukul bolanya sebagai alat transformasinya.


"Create, Armor, Up!" Wax kembali menjadi Mecha form dan membantu kami.


"Wax, bagus. Sekarang giliran ku" kini aku melempar kristal ku dan menangkapnya lagi, "Create, Armor, Up!"


Kini semua sudah menjadi Mecha form nya masing-masing, kami saling membidik menggunakan senjata kami. Robin membidik ke arah Ichika dengan panahnya, Wax bersiap-siap menendang bolanya ke arah Ellie, dan Aku bersiap-siap mengayunkan pedang Sci-Libur ku ke arah Grin. Grin menggunakan tangan tambahannya untuk merakit senjata dari tangannya itu, makanya dia tidak akan kehabisan senjatanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 00:01, yaitu sekarang sudah memasuki tahun baru 2752. Dari jauh, pelabuhan sudah terlihat dan banyak kembang api diluncurkan di langit dan menerangi lautan ini. Dan sekarang kita bertarung di dok kapal pesiar mewah ini, semoga saja tidak sampai membuat kapal ini rusak total.


"AYO!" aku langsung maju untuk menyerang Grin.


Disusul dengan yang lain mulai menembakkan dengan senjata mereka. Robin sangat sulit untuk menembak Ichika, karena ia sangat cepat sehingga yang diserang selalu Robin.


"Tch, menyingkir lah!" Robin menarik busurnya lalu mengayunkannya ke arah Ichika, tetapi dengan cepat ia menunduk dengan meluncur dan memukul kaki Robin sehingga ia terjatuh.


"Akh, kelinci ini" Robin mengambil anak panah hologram dari tangannya.


"Huh, hal seperti itu tidak akan---"


Panah itu membuat kurungan es yang menutupi sampai ke lantai sehingga Ichika terkurung dan terjebak di dalamnya. Ketika Robin sudah menginjak tanah, ia menghadap berbalik dan berjalan.


...[BRRRRSTSTTT]...


Kurungan itu meledak yang membuat seisinya membeku, Ichika terpental sehingga ia tersungkur.


...[Ke pertarungan Wax]...


Wax masih menendang bola hologram nya untuk menghantam wajahnya Ellie, namun benang selalu datang bermunculan dari jari-jarinya sehingga ia dengan mudahnya menangkap bolanya itu dan mengembalikannya ke arah Wax kembali.


"Bagaimana caranya jika ia selalu menghindar terus-menerus?" Wax dengan berpikir cepat mengangkat bolanya ke atas.


Ellie masih melakukan Cartwheel dan terus lompat untuk menghindari tendangan bola dari Wax. Tetapi sesaat Ellie melakukan itu, ia juga membuat perangkap dengan benang dari jari-jari tangannya itu.


"GREAT WHITE SHOT!" tendangan milik Wax ke bolanya itu membuatnya membuka distorsi sehingga perangkap benang yang sangat kuat itu basah oleh air.


Bola itu masih meluncur ke arah Ellie, "Sial" Ellie terhantam oleh bola yang sangat kuat dan cepat itu sehingga membuatnya terjatuh dari kapal.


Tetapi ketika ia terjatuh, ada tangan yang menggapainya, "Cepat sekali kau kalahnya" ternyata Yue menyelamatkannya dari sana.


"Ya, itu hanya permulaan" lalu Ellie berdiri di dinding kapal dengan kakinya, lalu dia merangkak ke dinding dan menarik benang jebakan yang ia diam-diam rakit sebelumnya.


"Ehh . . . " Bryan merasa ada yang aneh.


Seketika ia secara tidak sengaja masuk ke dalam jebakan benang milik Ellie yang ia memang rencanakan sebelumnya. Hal itu membuat Wax tertarik ke atas tiang kapal dan tergantung terbalik. Lalu Ellie menghampirinya yang juga ikut terbalik dengan benangnya, wajah ke wajah mereka berdua bertatapan.


"Kau orang yang menarik, siapa orang yang kau suka?" Ellie memegang bagian dagu helm nya Wax.


"Diriku sendiri" Sarkas Wax,


"Dasar narsis" Ellie mendorongnya,


"Baiklah, aku menyukai kamu"


"Eh . . . ?" Ellie seketika shock.


"Jangan lengah!" Wax langsung menarik tangannya Ellie lalu menendangnya setelah benangnya lepas.


Dan mereka berdua sama-sama terjatuh sehingga membuat mereka sama-sama lemas.


...[Kembali ke pertarungan ku dengan Grin]...


Sangat sulit sekali melawan Grin karena ia memiliki 4 senjata di tangannya, sedangkan aku hanya menggunakan pedangku ini untuk menahan serangannya.


"Haha, 2.0 mu tidak akan dapat melawanku" Grin menyerang ku terus-menerus sehingga membuat ku terpojok ke pagar kapal.


"Sial, jika begini terus . . . ." aku berbalik dan menghindari serangannya, lalu menebas samping badannya sehingga kini kembali aku yang memojokkan dia.


Aku tidak hanya menggunakan pedangku, tapi aku juga menggunakan kakiku untuk menendangnya, kadang sebagai menahan serangan fisik darinya. Tetapi aku akan tetap menyerangnya dengan pedangku, hal ini membuat api kecil terpercik dari tangkisan pedang dan senjata kami berdua.


"Hebat sekali skill pedangmu nak!"


"Daripada kau harus dibantu dengan tangan lain untuk melawanku dasar tua!"


Aku menendang kakinya dan melakukan, "Rising Cut!"


Dengan cepat ia langsung melompat menggunakan tangan mekanis nya itu sehingga menghindari serangan ku. Sayangnya serangan ini masih bisa dikendalikan sehingga membuat nya terpental ke belakang. Hal itu membuat ia terjatuh dan tersungkur tidak sadarkan diri.


"Hah, semudah itu ka--"


...[CDTAAAAARRR]...


Dari belakang aku diserang oleh sesuatu yang tidak aku ketahui. Aku terpental sangat jauh, ketika aku membungkuk dan melihat siapa yang menyerang ku, ternyata . . . .