
...[Kembali ke beberapa bulan yang lalu]...
Setelah aku mencoba bereksperimen dengan kristal, aku mematikan lampu garasi dan ingin pergi ke kamar. Tetapi sebelum aku keluar, Kenko masuk ke garasi seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Kenko?"
"Bisa kita duduk untuk membicarakan hal ini?" tanya Kenko.
Aku mengangguk dan mengajaknya duduk di ruang tamu. Aku membuatkan dan memberinya teh agar memberi suasana yang santai untuk pembicaraan ini.
"Aku teringat sesuatu, mengenai berkas masa lalu" Kenko mulai bercerita.
"Aku mendengar."
Lalu Kenko menghela nafas untuk mulai menjelaskan.
"Apakah kau ingat dengan kisah prajurit Mecha yang kalah oleh pasukan bersenjata super?"
Aku mengangguk dan sedikit kembali mengingat-ingat.
"Ini adalah sesuatu ancaman yang harus dikhawatirkan oleh pengguna kristal."
Kenko menjelaskan dan menceritakan kembali mengenai prajurit mecha yang dulu dibuat lengah oleh pasukan bersenjata super. Pembahasan itu sangat panjang sekali sampai membuat ku teringat selalu.
Setelah semuanya telah dijelaskan secara detil, kemudian kami berdua tidur di kasur. Kenko sudah tidur, aku masih memikirkan apa yang dia katakan sebelum nya.
"Tidak mungkin . . . ."
...[Kembali ke momen sekarang]...
"Posisi yang bagus sekali untuk ku injak kalian semua" hina Jack, "sekarang kau akan merasakan kembali apa yang kurasakan Kevy!" dia menyebut ku dengan suara mecha nya.
"Ya, aku harap kau tidak tertusuk oleh pedangku lagi. Namun ups, aku tetap akan menusuk mu kembali."
"Give it a try." Jack mengeluarkan pedang laser dari kedua lengan Mecha nya.
Aku juga sudah bersiap dengan pedangku untuk melawannya.
"Kevy! kau masih ingat kan!!??" Kenko berteriak kepada ku.
"Semoga!"
Kemudian teman-teman yang lain mulai menyerang Jack yang sedang di mode Lazarus nya.
"Aku akan coba memancing perhatiannya" Bryan menembaki Jack dari samping.
"Aku juga" dibantu dengan Drop yang dari samping ingin membantu.
Ketika Drop menarik tangannya dan menurunkannya, ia merasakan sensasi yang sangat kuat.
"Sial, aku tidak bisa membuatnya terjatuh" ternyata Drop tidak bisa membuat Lazarus tersungkur sedikitpun dengan kekuatan gravitasi Hyper nya.
"Sayang sekali, armor ini sudah anti gravitasi. Percuma untukmu anak muda!" Jack kemudian menghempaskan tangannya ke arah Drop.
Sebelum tangannya mengenai Drop, sebuah panah terbang melayang menuju ke wajah Lazarus.
...[BUMMMMMMM]...
Panah itu meledak setelah diaktifkan. Hal itu membuat Jack tidak jadi menghempaskan Drop di sebelahnya.
"Siapa itu!?" Jack melihat ke depan.
"Kau tahu namanya, maka kau tahu kapan kau akan lenyap dari panahku" Robin kembali mengambil anak panahnya dari belakang punggungnya.
Tanpa pikir panjang, Jack menodongkannya Senjatanya ke arah Robin,"Tidak akan kubiarkan kau--"
...[SRRRRTRTT]...
"Drop, ambil ini" Bryan memberikan satu senjatanya dan diberikan kepada Drop yang gravitasinya tidak mempan melawan Lazarus.
"Thx" kemudian Drop menyatukan Uzi milik Bryan dan dimodifikasi dengan cepat menggunakan kekuatan kristal WhiteMoon.
Setelah itu Drop bantu menembak Jack dari sampingnya.
"Hentikan," Jack meletakkan tangannya ke bawah, "Hentikan omong kosong ini!"
"Apa yang dia lakukan?" semua orang keheranan.
Seketika aku ingat apa yang akan terjadi setelahnya jika Lazarus sudah memukul tanah, "TEMAN-TEMAN, SEMUANYA LARI!"
"Eh, kenapa ada apa?" Akuta bingung.
"Bukankah ini kesempatan kita untuk menyerang?" Robin masih menembakkan panahnya itu ke arah Jack.
Perlahan Jack kembali berdiri dan mengangkat tangannya.
"Sial," aku sangat cemas, "SEKARANG, LARI!" tanpa pikir panjang aku langsung lari dan menyuruh Kenko dan Yuusha untuk menjauh sejauh mungkin.
"Kenko, jangan bilang . . . ." Yuusha mengetahui sesuatu.
"Ya benar, lari!" Kenko menarik tangan Yuusha dan lari sejauh mungkin sampai ke dalam bangunan.
Aku secepat kilat masih berlari ingin menghindari apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Tch, baiklah" semua orang akhirnya ikut berlari dan mengikuti apa yang kukatakan.
Tangan Jack menjadi datar dan memukul tanah dengan keras.
...[BZZZTTTTT]...
Gelombang elektromagnetik yang sangat kuat meluas sampai membuat sekitar bangunan mati listrik. Disusul dengan beberapa retakan yang membuat beberapa bangunan disekitarnya hancur dan runtuh. Ditambah gelombang itu berhasil mengenai kami sehingga kami terjatuh tersungkur tidak dapat bergerak karena gelombang itu.
"Sial, aku tidak menduganya" aku berusaha untuk bangkit.
Namun beberapa saat kemudian, kami semua kembali menjadi human form dengan badan yang sangat lemas tidak dapat bergerak.
"Sekarang lihat, siapa yang lebih kuat disini!" Jack tertawa dari balik armornya yang sangat besar itu.
...[SRRRRTRTT]...
Dari jauh, terdengar suara decitan ban mobil yang sepertinya baru saja bermanuver. Suara mobil itu sangat nyaring sekali, bahkan sampai ke suara mesinnya.
"Mobil?" aku dengan sebisa mungkin mencoba menganalisa suara mobil itu sembari terkapar di lantai.
"Suara mobil ini" Kenko dari balik bangunan yang mendengarnya juga seketika mengingat suara mobil itu.
Lalu datanglah mobil sport berwarna oranye yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Mobil itu tidak memiliki merek, melainkan hanya logo yang tidak pernah dilihat sebelumnya.
"Mobil itu!" Bryan yang melihatnya sembari terbaring di lantai, mengingat mobil yang ia pernah kejar sebelumnya.
Kemudian seseorang keluar dari mobil itu. Dia sudah berubah menjadi mecha form yang berwarna oranye.
"Baiklah, mari kita akhiri disini. Lazarus" orang itu mengepalkan tangannya.
"Suara ini!" aku dan Akuta seketika seperti mengenal suara itu.
"Cobalah untuk memberikan goresan kepadaku, SportSpeed!"