
...[Di suatu tempat]...
Kyo dan Yue sedang berjalan di suatu ruangan yang sangat canggih ditemani dengan Jack yang mengajaknya sebelumnya.
"Tempat ini . . . . " Kyo melihat banyak pegawai manusia yang bekerja seperti meneliti sesuatu.
"Selamat datang di Silver Hand" Jack mempersembahkan tempatnya.
"Nama yang konyol," Ejek Yue, "siapa yang memiliki tempat ini?"
Kemudian seseorang dari belakang mendatanginya, "itu aku."
Kyo dan Yue menoleh kebelakang, "kau adalah . . . " Kyo berbalik badan.
Jack mengenalkannya, "David Martinez, pemerintah yang mendanai laboratorium rahasia ini."
"Halo, kalian berdua." David mengangkat tangannya dan melambai.
"Jadi kau satu koneksi dengan Kors harusnya bukan?" tanya Yue.
"Ya, dia adalah orang yang membantuku menjadi pemerintah sampai kini."
"Bagaimana kau bisa tahu dengan Kors, Yue?" tanya Kyo.
"Nanti saja kita bicara."
"Jack, bagaimana jika kau antar mereka berdua berkeliling terlebih dahulu?" David menunjuk mereka berdua.
"Kewajibanku, Pak."
Setelah David memegang pundak Kyo dan Yue, kemudian ia pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Baiklah, ikut kami tuan dan nyonya." Jack berjalan dan mengajak yang lain.
Sebelum berjalan, Yue menahan Kyo yang ingin berjalan.
"Menurutmu kenapa kita bisa sampai ke sini Kyo?" Yue berbisik-bisik.
"Selama itu uang, aku tidak peduli. Ayolah" lalu Kyo menarik tangannya Yue.
Mereka berdua berjalan mengikuti kemana Jack menunjukkan jalan.
"Jika kau lihat sebelah sana," Jack menunjuk ke hangar yang dimana banyak Lazarus, "itu adalah tempat merakit Lazarus dan akan diakses ke dalam gadget kecil kami seperti ini." Jack menunjukkan gadget seperti sebuah pod kecil.
"Apa isinya?" Kyo mengambilnya.
"Sebuah chip Ivanova yang jika dimasukkan ke dalam senjata super kami, akan bertransformasi menjadi Lazarus mode mecha," lalu Jack menoleh kebelakang, "dan besarnya 5x lipat dari mecha form kristal ampas itu." Jack tersenyum.
Kyo yang sembari melihat isi gadget itu mengangguk, "menarik."
Ketika berjalan, Yue berhenti sejenak untuk melihat yang ada di sampingnya itu.
"Apa itu?" Yue menunjuk sebuah armor raksasa berwarna hitam.
"Oh, itu adalah" Jack berhenti untuk menjelaskan, "Dark Nova Lazarus."
"Ok, nama yang keren" akhirnya Kyo memujinya, "jenis apa ini?"
"Sebuah prototype yang masih dikembangkan oleh kami."
"Kalau boleh tahu kira-kira tingginya sampai semana? karena itu sangat tinggi sekali."
"100 meter. Jika dibandingkan, maka kira-kira ia setinggi rata-rata gedung pencakar langit."
"Jika dia setinggi dan sebesar itu, maka berapa dalam ruang bawah tanah ini?" Kyo tercengang.
"1000 meter. Dan ini adalah masih level 1."
"Belum waktunya aku memberitahu kalian tentang projek itu" kata Jack.
Lalu Jack berjalan menuju ruangan berikutnya.
"Neraka macam apa ini . . . ." tangan Kyo sedikit gemetar.
Yue yang melihatnya merasa ikut takut juga dengan tempat itu.
"Baiklah sampai di terakhir, ini adalah benda yang sangat spesial dan sangat langka yang pernah kami buat." Jack menunjukkan sebuah alat besar dan memiliki slot di dalamnya.
"Slot ini . . . bentuknya seperti . . . ." kemudian Kyo mengeluarkan kristalnya dan membandingkannya.
"Hei, aku seperti mengenal kristal itu. Divinity bukan?" Jack melihat kristal Kyo.
"Bukan, ini Spotless. Warnanya lebih terang dari divinity." Kyo menjelaskan.
"Aku masih heran, bagaimana kau bisa melihat dari balik penutup matamu itu." Heran Jack.
"Aku bisa melihat oke? ini hanya gayaku saja" Kyo membuka sedikit penutup matanya untuk mengintip.
"Tidak bermaksud menghina. Hanya heran saja" Jack tersenyum.
"Baiklah jelaskan cara kerja mesin ini." Yue menunggu sedari tadi.
"Oke, apa boleh aku memintamu memasukkan kristal mu ke dalam slot itu?" permintaan Jack kepada Kyo.
"k" Kyo memasukkan kristalnya ke dalam slot mesin itu.
Setelah dimasukkan, kaca mesin itu otomatis menutup mesinnya dan menahan kristal itu.
"Hei, hei apa yang terj---"
...[BZZZZZTTTTT]...
Kyo dan Yue mendadak tersetrum dan membuat mereka berdua tersungkur.
"A . . . a . . . dasar pengkhianat." Kyo merintih kesakitan.
Jack kemudian menginjak wajahnya Kyo, "tidak, terimakasih."
Lalu beberapa penjaga membawa Kyo dan Yue yang sudah tidak sadarkan diri ke suatu ruangan.
...[Kembali ke pesawat]...
Aku yang masih tertidur tiba-tiba dibangunkan oleh Jetsu, "Kevy, bangunlah!"
"Ehh, apakah sudah sampai?" aku masih sedikit mengigau.
"Sebentar lagi, bersiaplah." Jetsu kemudian kembali ke yang lain.
"Ahh, Kenko bangunlah--" aku mengecek Kenko, namun ia sudah tidak ada di sebelahku, "eh??"
"Kevy, disini!" Kenko melambai kepadaku.
Semua orang berkumpul di meja yang Jetsu sedang menyusun rencana berikutnya.
"Ketinggalan apa aku?" aku berjalan menghampiri yang lain.
"Dengar saja terlebih dahulu" kata Robin.
Lalu aku ikut menyimak apa yang sedang dibicarakan oleh Jetsu.
"Oke Kevy sudah bangun. Sekarang semuanya dengarlah" Jetsu kembali menjelaskan rencananya.