CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Pemberontakan



...[Kembali ke ruangan Aku dan Bryan]...


"Seharusnya kau sudah tahu alasan aku memburu Kenko, Kevy" Bryan masih berkeliling di sekitar kasur ku.


"Kau mengincar kristal itu saja kan? Atau kau memikirkan sesuatu yang lebih kejam?" responku,


"Ya itu salah satunya, tapi aku punya hal yang lebih dari itu" Bryan kemudian duduk di kursi yang ada di samping kasur ku,


"Apa maksudmu?" Aku sedikit maju mendekat untuk mendengar serius alasan dia menginginkan Kenko,


"Dia . . . . cantik" wajah Bryan memerah dengan nada malu malu, ditambah matanya menoleh ke segala arah seperti orang aneh,


"Maaf sepertinya kuping ku rada error" kemudian aku seolah olah memperbaiki kuping ku dan menopangnya ke wajah Bryan.


"Alasan ku mengejarnya terus menerus karena aku mencintainya," Bryan kemudian rada sedikit bertingkah aneh seperti anak kecil,


"Hah? Bryan bersifat seperti ini? aku tidak yakin" aku memasang muka aneh seperti tidak percaya.


Kemudian Bryan kembali berdiri dan melihat kaca dengan tersenyum, "Aku akan menikahi nya dan kemudian menjadi keluarga bahagia dengan dia"


"Aku berani taruhan kalau dia bukan Bryan pada dasarnya" Sesaat aku masih tidak percaya apa yang dia katakan dengan sifat nya yang tidak seperti biasanya.


Aku merasa seperti ada suara mesin gergaji di luar ruangan, tapi ruangan ini setahu ku kedap suara dan suara dari luar tidak akan terdengar sampai dalam.


Bryan kemudian berbalik ke arah ku, kemudian dia menodongkan pistol dari kristal Black Justice nya yang diarahkan kepada ku.


"Makanya aku harus menyingkirkan diri mu sebelum Kenko mencintaimu" Bryan bersiap menarik pelatuk nya


"Hei hei, dasar gila. Kenapa harus kepadaku?" aku mengangkat tanganku


Aku juga tidak bisa menghindar sehingga hal yang bisa ku lakukan hanyalah menerima apa adanya saja.


"Diam lah" wajahnya mendatar, lalu dia menarik pelatuknya.


...[DUARRRR BRUGGG RRRRR]...


Dinding ruangan itu mendadak hancur oleh Secbot yang terpental sangat kencang sehingga membuat dinding ini hancur. Bryan tidak jadi menembak ku, kami berdua sama-sama melihat siapa yang melakukan itu.


"WOAHHH, SEGER ABIS" dinding baru saja dihancurkan oleh Akuta yang berubah menjadi Mecha form nya,


Dia baru saja membantai setengah secbot yang ada di dalam bangunan itu.


"Maaf aku telat, hahaha" dengan suara tertawa ditambah keras dan kencangnya suara gergaji itu.


"Bagaimana bisa? Secbot ku seharusnya tidak bisa di lewati" Bryan terkejut dengan Akuta yang sudah berubah menjadi mecha form nya datang mendadak secara tiba tiba ke ruangan ku.


"Oh, maksudmu robot sampah yang ada disana?" Kemudian Akuta menunjukkan rongsokan Secbot yang sudah dibantai oleh Akuta menggunakan gergaji nya.


"Dasar, kau tidak ak- " sebelum Bryan mengakhiri kalimat nya, Akuta sudah maju dengan cepat merebut kristal yang dipegang oleh Bryan.


Tangan Bryan juga tidak cepat untuk menodongkan senjatanya ke arah Akuta yang masih berdiam diri sebelumnya, sehingga Bryan harus kehilangan kristal itu.


"Kevy, ambil" Kemudian Akuta melempar kristal itu, aku bangun dan menangkap nya dari ranjang ku.


"Kerja bagus, Akuta" Aku menggunakan kristal Sci-Libur dan mengubahnya menjadi pedang, lalu memotong kunci hologram yang mengikat kaki ku.


Bryan yang melihat ku melarikan diri dengan cepat membidik senjatanya dan mencoba menembak ku,


"Tidak semudah itu bod-" disaat pelatuk hampir ditarik, Akuta menabrak Bryan dan membuatnya terpental.


"LARI KEVY!" Akuta menyuruhku lari terlebih dahulu, karena dia menghadang Bryan agar tidak menyerang ku.


Kemudian aku berlari mencari ruangan Kenko, Orez, dan Kenzu. Disaat sedang berlari aku juga menyebutkan kalimat untuk berubah menjadi Mecha form, tapi tidak ada reaksi apa apa dari pedang itu.


"Huhhh, kenapa aku tidak bisa berubah?" Aku mengeluh sedikit, tetapi aku masih harus mencari teman teman ku yang lain untuk ku selamatkan.


...[Kembali ke Akuta]...


Akuta masih berjaga jaga agar Bryan tidak bangkit, setelah beberapa saat alarm berbunyi dan lampu berubah menjadi merah.


"Eh? Alarm?" Akuta melihat lihat lampu alarm yang berbunyi berada di atas dinding.


Ketika Akuta kembali menoleh ke arah Bryan terkapar, Akuta kaget dan melihat sekitarnya karena Bryan sudah tidak ada di sana.


"Tch" Kemudian lampu mati di dalam ruangan itu.


Ruangan itu mendadak jadi kedap kedip berwarna merah dan gelap, sampai hanya cahaya dari helm Akuta dan suara Gergaji saja yang dapat Akuta rasakan. Tidak lama setelah itu, ada langkah kaki berkeliling dan berputar putar dari arah Akuta.


Akuta menengok kiri dan kanan sambil berputar putar juga untuk melihat sekitar, Akta hanya bisa melihat sedikit bayangan Bryan sambil berjaga jaga dari serangan itu. Kemudian suara itu mendekat dan . . . . .


...[BRRRRRRR]...


Akuta berhasil menusuk Bryan dari kegelapan dan membanting nya ke lantai, anehnya rasanya enteng sekali Bryan ini. Disaat Akuta menginjak Bryan, Akuta kaget karena. . .


"Loh?" Karena itu bukan lah Akuta, melainkan Secbot yang memakai jas milik Bryan.


"Lalu . . . . kemana Bryan?" lampu kembali menyala dengan alarm yang masih berbunyi di ruangan itu, Akuta masih mengecek sekitar.


Akuta langsung lari keluar dari ruangan itu dan mencari Bryan yang baru saja mengelabui Akuta.


"Jangan jangan . . ." Akuta sadar kemana arah Bryan pergi, yaitu mengejar Kevy untuk merebut kembali kristal kristal yang di pegang oleh Kevy.


Sementara itu Bryan yang sedang lari sambil mencoba untuk berubah menjadi Mecha form nya,


"Pasti karena aku belum mematikan radarnya" Bryan sepertinya memiliki alat untuk penonaktifan energi yang sangat tinggi di bangunan ini.


"Disana kau rupanya, BODOH!" dari belakang Akuta mengejar Bryan yang berada di depan nya,


"Loh, harusnya kan . . ." Bryan merasa ada yang janggal.


Ketika Akuta melompat dan mencoba menggapai seragam nya Bryan yang sedang berlari, secara mendadak Akuta kembali menjadi human form nya.


"Eh, apa yang terjadi?" Akuta terjatuh setelah gagal menggapai Bryan yang berlari.


"Lupakan" Bryan kembali berlari secepat mungkin mengejar ku,


"Hei tunggu, kau tidak akan Kemana mana!" Akuta juga ikut berlari mengejar Bryan,


Ketika Bryan berbelok, Bryan tiba-tiba tersandung dan terjatuh sangat keras.


"Aaaaa . . . . kaki ku" Bryan terjatuh sangat kesakitan sembari memegangi kakinya.


"Eh, apa yang . . . ." Akuta kemudian berhenti sejenak untuk mengecek apa yang terjadi,


"Akuta, ayo kita pergi" ternyata Yuusha membantu Akuta, Yuusha membuat Bryan terjatuh.


Akuta mengangguk, lalu menarik tangannya Yuusha untuk segera berlari.


"Tidak akan kubiarkan" Bryan kembali berdiri dengan kesakitan, tetapi dia masih berusaha untuk berlari meski sedikit diseret.


Bryan menembaki mereka berdua, tetapi akurasi tembakannya sangat lemah sehingga tidak ada satu peluru pun mengenai mereka berdua.


...[Sementara itu]...


Aku sudah berada di tempat parkir bangunan ini, "sepertinya satu satunya jalan keluar adalah lewat sini" aku bersembunyi dan juga mencari cari mobil untuk melarikan diri.


"Huh, sepertinya tidak ada orang disini" Aku masih bersembunyi dibalik mobil polisi.


Sesaat kemudian, aku mendengar langkah kaki di sekitar telinga ku.


"Mustahil ada Secbot di sekitar sini" aku sedikit panik, ditambah aku tidak bisa berubah menjadi Mecha form di bangunan ini.


...[Tap . . . Tap . . . .Tap]...


Langkah semakin dekat, langkah itu sepertinya bukan hanya 1 orang. Tapi langkah itu juga seperti sedang ikut mengendap endap, suara itu tepat sekali berada di samping ku . . . . .


"Loh, Kevy?" Ternyata itu Kenko, Orez dan Kenzu yang juga sedang melarikan diri dari tempat itu.


"Aku senang kau masih hidup " Kenko kemudian langsung memeluk ku tanpa alasan.


"Aku juga senang kau masih selamat" tentu saja aku juga memeluk nya kembali, kemudian kami saling berhadapan dan bertatapan mata ke mata. Ketika wajah nya mendekat . . . .


"Uhuk, ehem maaf batuk, fufufufu"


"huwaaa panas banget disini seperti tidak ada siapa siapa ya" Orez dan Kenzu sepertinya meledek kami berdua yang dekat.


"eeee . . . maaf aku lupa kalo ada kalian" wajahku memerah dan merasa malu di depan mereka berdua.


Setelah itu aku mengecek sekitar tempat parkir itu dan . . .


"Loh, heeeee??" Aku menemukan beberapa mobil sport di tempat itu.


"Mobil mobil ini sangat keren"


"Betul sekali kakak" Orez dan Kenzu kemudian langsung menaiki mobil itu yang ternyata tidak dikunci.


"Kevy, kenko ayo pergi dari sini! sepertinya mobil disini tidak dikunci karena telah disita oleh kepolisian disini" Orez mengajak kami untuk pergi dari sini.


"Tapi bagaimana dengan Akuta dan Yuusha?"


"Nanti dia akan menyusul, semoga" Kenzu ikut masuk ke dalam mobil Orez


Beberapa saat kemudian ada ledakan dari dinding, ternyata itu adalah Bryan yang sedang mengejar Akuta dan Yuusha.


"TEMAN TEMAN, CEPAT PERGI!" Akuta menginstruksikan semuanya untuk pergi dari tempat ini.


Akuta dan Yuusha berhasil sampai kemari setelah menjatuhkan Bryan sebelumnya.


"Pergi saja duluan Kenko!" Kata Yuusha yang digenggam oleh Akuta sambil berlari.


"Kenko ayo" Kemudian aku menggenggam tangan Kenko dan mengajak nya masuk ke dalam mobil sport ini.


Setelah mesin sudah dinyalakan, aku menginjak gas duluan dan langsung mencari jalan keluar dari tempat itu. Aku dan Kenko yang sudah di dalam mobil mengikuti jalan dari tempat parkir itu sampai terlihat sebuah pintu garasi yang menutup di depan kami. Kemudian di sebelah kami juga ada mobil Orez yang berdua dengan Kenzu di dalam nya.


"Kita akan keluar dari neraka ini, Kevy!!" ternyata ada alat komunikasi di dalam mobil itu yang terhubung ke mobil nya Orez.


"Bagaimana dengan Akuta dan Yuusha?" Aku berkomunikasi juga dan bertanya kepada mereka melalui radio yang ada di dalam mobil itu.


"Sebentar lagi juga akan muncul" Sesaat kemudian terdengar suara mobil sport juga di belakang mobil kami, ternyata itu adalah Akuta yang mengendarai mobil itu bersama Yuusha di sampingnya.


"Maaf menunggu lama kawan" Akuta menginjak gas sekuat mungkin.


Mobil Akuta mendahului mobil kami berdua, Akuta langsung menerobos pintu garasi itu.


Sampai akhirnya kita keluar dari markas MPD ini . . . . .