
Aku menendang kakinya dan melakukan, "Rising Cut!"
Dengan cepat ia langsung melompat menggunakan tangan mekanis nya itu sehingga menghindari serangan ku. Sayangnya serangan ini masih bisa ku kendalikan, sehingga membuat nya terpental ke belakang. Hal itu membuat ia terjatuh dan tersungkur tidak sadarkan diri.
"Hah, semudah itu ka--"
...[CDTAAAAARRR]...
Dari belakang aku diserang oleh sesuatu yang tidak aku ketahui. Aku terpental sangat jauh sampai terpojok ke pagar, lalu aku kembali berdiri dan melihat siapa yang menyerang ku.
Muncul pengguna kristal yang tidak ku ketahui, tapi yang jelas warna armor nya adalah kuning terang. Motif helmnya adalah bunglon, nama di lengannya adalah "Spotless 6."
"Darimana ia datang?" aku heran.
Lalu dia kembali menyerang ku dengan sebuah tali yang disisinya berduri. Aku berlari dan melompat untuk menghindari serangan-serangan itu, tetapi ia belum berhenti menyerang sampai aku terkena satu serangan saja.
"Kalau begitu" aku mengambil talinya dan menariknya ke hadapanku.
Sayangnya malah aku sendiri yang tertarik kesana, "Uwaaaaa" aku terbawa oleh talinya dan menghantam beberapa pagar kapal ini.
Ketika Spotless sedang menyerang ku, tiba-tiba ia menangkap anak panah yang sangat cepat dari belakang.
"A . . . apa . . ." Robin tercengang.
Lalu tali itu ditarik kan ke arah belakang untuk menghantam Robin dari sana. Kemudian aku bertubrukan dengan Robin dan sama-sama terjatuh.
"!hamel haltagnas nailak" Spotless mengatakan sesuatu.
Aku mendengarnya sambil membungkuk melihat ke arahnya, "Apa yang dia katakan?" aku bingung.
"Aku memiliki pertanyaan yang sama" Robin lalu bangkit dan mengambil busurnya.
Kemudian aku mengambil pedangku untuk maju duluan menghindari serangan-serangan talinya Spotless, dibantu dengan Robin yang menembak dari belakang dengan busurnya.
Dia berhasil menggapai kakiku dengan talinya, "naharum kirt" dia tertawa.
"Bicaralah yang benar, BODOH!" aku menarik talinya dan kali ini aku berhasil menariknya dan melemparkannya ke atas.
"Robin!"
Robin mengambil anak panah lagi dari tangannya yang muncul dari belakang, "Burst Boomber!" lalu dilepaskan tangannya dari busurnya.
Menembakkan anak panah peledak ke arah Spotless yang berada di atas.
Meledak lah anak panah itu, begitu juga dengan Spotless yang ditambah terpental ke atas, namun aku masih menarik tali itu dan kutarik kebawah sekuat mungkin sehingga ia terjatuh sangat keras.
"Nice assist, Kevy" ia menghampiri ku
"Nice shot, Robin" lalu aku melakukan tos dengannya.
Tidak sampai disana, Spotless kembali bangkit. Kini ia memiliki tali tambahan dari mulutnya yang tiba-tiba terbuka secara mendadak, tali itu sepertinya adalah lidah yang panjang seperti milik bunglon itu sendiri.
"Spit Blitz" lalu ia mengeluarkan jurus dari lidahnya yang mengeluarkan racun dari lidah itu sehingga membuat lantai-lantai menjadi licin oleh racun asam sulfat.
Aku menghindari serangan lidah yang panjang itu setelah aku mendorong Robin ke samping, "Tch, bicaranya lancar hanya ketika mengeluarkan jurus saja"
Robin mengambil busurnya, lalu ia membantuku berdiri. Aku juga mengambil pedangku untuk bersiap-siap melawannya, kemudian datang Wax dari samping dan menciptakan bola hologram nya untuk bersiap-siap melawan musuh.
Tapi sialnya Grin, Ellie, dan Ichika juga ikut membantu Spotless di sampingnya.
"Sial, kalau begin--" sebelum aku mengeluh, seseorang datang di sebelahku.
"Ayolah Kevy, kau melupakan seseorang" Tye menepuk bahuku sembari mengeluarkan kristalnya.
"Eh?" aku terkejut.
"Sudah waktunya" Tye melempar kristalnya ke atas lalu menangkapnya lagi.
Muncul lingkaran waktu di belakang Tye berbentuk jam berwarna hijau, "Create, Armor, Up!" kini pertama kalinya aku melihat Tye berubah menjadi Mecha form nya.
Armor nya berwarna hijau, sudah pasti kristalnya hijau. Motif helmnya adalah belalang, nama di lengannya adalah "Time Hijacker 19."
"Haha, momen ini . . . . " Tye meregangkan otot-otot di lengannya.
"Kakak sangat hebat, pasti kakak--"
...[BZZZTTTT]...
Disaat aku sedang memujinya, tiba-tiba aku terpental oleh gelombang waktu milik Tye. Begitu juga teman-teman ku yang ikut terpental. Aku kembali berdiri menggapai pedangku, dan aku melihat kakakku yang berdiri dengan sikap tanpa dosa.
"Kakak, apa yang kau lakuk--"
"Asal kau tahu Kevy . . . ." Tye berbalik, "Mungkin aku bukanlah Tye Devotee yang kau kenal" dia menodongkan tangannya yang siap-siap menembak ku dengan gelombang waktunya.
"A . . . pa . . . " aku sangat shock berat.