CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Kelas S



Semua orang terkejut kalau ternyata aku dan Tye berasal dari masa depan, yaitu sekitaran tahun 2900 ke atas. Memang pada dasarnya dulu aku suka berlibur dengan perjalanan waktu menggunakan kristal milik ayah.


"Jadi jika Kevy berasal dari masa depan, apa yang kau maksud dengan teman masa kecilmu?" yang dimaksud dari Kenko adalah bagaimana aku bisa berteman dengan Akuta, Orez, dan juga Kenzu.


"Nah, sudah lama ingin ku ceritakan. Baiklah dengarkan" aku memulai cerita masa-masa aku tidak tahu apa yang harus lakukan setelah kejadian itu.


...[Kembali ke 10 tahun lagi . . .]...


Ketika ayah ku di tarik oleh orang itu, tangan ayah ku tidak sengaja berpose yang membuat sebuah portal di belakang orang itu. Lalu mereka berdua masuk ke dalam portal yang ayah ku ciptakan itu dan menghilang lagi.


"Ay . . . ah?" aku ditinggal sendirian di atas gedung yang sedang hujan ini.


Beberapa saat kemudian polisi datang menggunakan helikopter setelah melihat kerusakan di salah satu gedung yang dimana ada aku disana. Polisi ini masih menggunakan metode manusia, karena masa itu masih dipimpin oleh Jetsu.


Aku diamankan oleh polisi yang berada di badan helikopter itu dan menghampiriku, wajah ku penuh dengan tatapan kosong. Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya, aku bingung 100% apa yang akan kulakukan di masa ini.


"Hei nak, darimana kau berasal?" salah satu polisi itu bertanya kepadaku.


Aku hanya menatap polisi itu dengan tatapan kosong karena aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, mereka membawaku ke dalam helikopter dan terbang secepatnya ke tempat aman.


Di atas sana aku melihat kota ini penuh dengan kekacauan oleh suatu hal yang aku belum paham sepenuhnya, aku masih tidak tahu siapa dalang dan pemicu dibalik kekacauan di kota ini.


...[ 3 bulan kemudian setelah kejadian itu ]...


Aku dimasukkan ke dalam sekolah yang isinya adalah orang-orang yang bernasib sama seperti ku sepertinya, tetapi bukan berarti mereka senasib persis dengan ku.


Murid muridnya dibagi rata, 15 laki laki dan 15 perempuan. Aku dimasukkan dalam kelas S, entah mengapa mereka memasukkan ku ke kelas ini, atau mungkin karena tes IQ sebelumnya dan IQ ku mencapai 190.


Aku duduk di pojok ruangan dekat jendela, karena kursi itu menunjukkan namaku. Tidak lama ketika sedang melihat pemandangan di luar jendela, seseorang menghampiriku dan mencoba berinteraksi denganku.


"Kamu juga masuk kelas S ya? Nama ku Akuta, Akuta Kamuki" ini adalah pertama kali aku berkenalan dengan Akuta, dia menjulurkan tangannya mengajak bersalaman dan berkenalan.


Awalnya aku menatapnya saja, kemudian aku menjabat tangannya dan juga berkenalan.


"Kevy, Kevy Devotee"


"Nama yang aneh" Akuta tertawa seperti mengejek namaku,


Ya aku juga ikut tertawa saja meski merasa terhina, itulah awal aku bertemu dengan Akuta. Aku masih bingung apa yang terjadi dengan Akuta, dan hebatnya dia masih bisa ceria seperti itu.


Beberapa saat kemudian datanglah seorang guru yang menurutku dia sangat cantik sekali seperti masih muda, dia menggunakan kacamata dengan rambut diikat ke belakang. Jika boleh jujur, dia adalah cinta pertamaku. Tapi mana mungkin seorang murid seperti ku bisa menikah dengan orang sepertinya, bodoh nya aku.


"Oh, jadi ini murid kelas S? selamat untuk kalian ya, ibu senang sekali" guru itu memuji semua murid yang ada di kelas ini.


"Terima kasih" semua murid berterimakasih karena dipuji oleh gurunya.


"Baiklah perkenalkan, nama ibu adalah Kiera. Kalian bisa memanggil saya Bu Kiera atau Mbak Kiera uwaaaaa . . . ." Bu Kiera kesenangan sendiri.


Semua murid ikut tertawa meski dengan muka terpaksa.


"Baiklah karena ibu sudah memperkenalkan diri, kini giliran kalian perkenalkan diri kalian masing-masing di depan sini" Bu Kiera ingin semua orang saling berkenalan.


Sebelum Bu Kiera menyuruh seseorang maju, seseorang yang duduk di sebelah kanan kursi ku langsung berdiri dan maju ke depan.


"Eeee . . . . ibu belum memanggil tapi ya sudahlah, silahkan perkenalkan dirimu"


Lalu orang itu menghadap kami semua.


"Salam kenal Orez Uyou" semua orang bersorak.


"Baiklah kamu boleh kembali duduk" Orez kembali ke tempat duduknya, "Baiklah ada lag-" tidak lama seseorang langsung berdiri dan maju ke depan.


"Eum . . . oke hehe, silahkan perkenalkan diri" Bu Kiera kembali mempersilahkan dia untuk perkenalkan diri.


"Namaku adalah Kenzu, Kenzu Uyou. Adik dari Orez Uyou yang disana" Kenzu menunjuk kakaknya yaitu Orez, "Itu adikku" Orez bersorak dari jauh.


"Wew, ada adik kakak yang satu kelas di sini. Baiklah kamu boleh kembali duduk" Bu Kiera mempersilahkan ia kembali ke tempatnya.


"Baiklah berikutnya ada lagi?" Bu Kiera mempersilahkan kembali untuk seseorang.


Awalnya tidak ada yang mau maju, semua orang hanya menunggu giliran lain untuk maju. Karena tidak ada yang mau maju, aku ingin berdiri dan ke depan. Tetapi kemudian Akuta yang duduk di depanku berdiri lebih dahulu dan maju ke depan.


"Bagus, silahkan perkenalkan dirimu"


Akuta sepertinya tegang sepenglihatan ku, tetapi dia menarik nafas dan berbalik badan ke arah semua murid.


"Akuta, namaku adalah Akuta Kamuki" dia tetap tersenyum sambil memperkenalkan diri.


"Salam kenal Akuta" semuanya menyebutnya.


"Terimakasih Akuta, silahkan kembali ke tempat duduknya" Bu Kiera mempersilahkan ia kembali ke tempatnya.


"Baiklah berikutnya, ada yang ingin lagi?"


Kali ini benar-benar sunyi, sepertinya selain diriku memang tidak berani untuk memperkenalkan diri. Maka itu . . .


Aku berdiri dan maju ke depan untuk memperkenalkan diri.


"Bagus, masih ada yang berani ya"


Aku malu malu dan sedikit gugup karena ini pertama kalinya aku kembali memperkenalkan diri setelah sekian lamanya.


"Perkenalkan namaku . . . ." baru saja aku menghela nafas, semua murid perempuan sepertinya sedang membicarakanku dari sana, "namaku adalah Kevy, Kevy Devotee"


"Salam kenal Kevy" entah perasaanku atau gimana tetapi sepertinya lebih kencang suara murid perempuannya ketimbang laki laki nya.


"Salam kenal juga Kevy, silahkan kembali ke tempat duduknya" Bu Kiera mempersilahkan ku kembali ke tempat duduk ku.


Setelah itu aku hanya melihat pemandangan ke luar karena angin di luar sangat segar sekali, begitu juga dengan pemandangan kota di luar sana. Aku menghiraukan orang yang sedang berkenalan di depan sana, tetapi aku juga mendengar dan sedikit sedikit ikut menyambutnya.


Beberapa saat kemudian, pengumuman istirahat dari speaker hologram pun diumumkan. Aku sedang merapihkan alat tulisku dan membereskan hal lainnya.


Tetapi ketika aku sedang merapihkan alat tulisku, beberapa murid perempuan menghampiriku.


"Namamu Kevy kan? apakah kamu mau ikut makan siang bersama kami?" mereka mengajakku untuk ikut makan bersama mereka.


Awalnya aku bingung untuk menjawab, dan aku juga bingung untuk makan dengan siapa. Tetapi ketika aku ingin menerimanya, Akuta menarikku seperti memaksa ingin makan bersamanya.


"Ayo Kevy, kan tadi sudah janji kita makan bersama"


"Ehhh . . . ?"


Yah aku terima saja apa yang Akuta lakukan, tapi yang pasti dia jelas iri kepadaku.