CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Jangan Dilupakan



Matahari sudah terbit menyinari kapal ini. Orang-orang yang berada di dalam kapal ini sudah diperbolehkan untuk keluar dari kamar mereka masing-masing. Kematian Patrick membuat banyak orang yang di dalam kapal sedih. Begitu juga Jetsu yang berpidato tentang kebaikannya selama ini. Mayat Patrick ditutup oleh kain sementara sampai kapal tiba di pelabuhan kota Xylencer.


Geng pemberontak kapal mengakui kalau yang membunuh Patrick adalah Tye yang berasal dari dunia lain. Mereka dipanggil oleh Tye untuk membantu ia melancarkan misinya, yaitu menguasai dunia ini dengan merebut kristal Ku. Tidak ada motif mengapa Tye membunuhnya, seolah-olah itu hanyalah pembunuhan biasa.


Aku rada terkejut dengan sikap Tye dari dunia lain. Tapi aku masih sedikit merasa shock karena dia bukan kakak yang kukenal. Meski sudah banyak melakukan banyak hal, ternyata ia tidak jahat dan tidak juga baik dalam bersamaan.


"Terima kasih Tye dari dunia lain, sudah menemaniku selama 6 hari ini. M**eski kau bukanlah orang yang baik, setidaknya kau seperti mengizinkanku untuk memeluk dirimu dan menghilangkan rasa kangenku kepada keluarga ku dari masa depan."


Dan dari hal itu aku berpikir kalau aku ingin kembali ke masa depan untuk bertemu dengan keluargaku. Ditambah sekarang aku sudah memiliki kristal hijau Time Hijacker setelah diberi oleh diriku dari dunia lain.


Tetapi masih banyak yang harus kulakukan sebelum kembali ke masa depan, yaitu menyatukan kembali kristal Cryptide dan bertemu kembali dengan teman-temanku.


...[Dek kapal]...


Sekarang aku sedang menikmati pemandangan pagi hari ditemani dengan Kenko sembari menunggu kapal ini tiba di pelabuhan kota Xylencer. Aku bersandar di pagar dan melihat ke arah kota-kota yang sangat futuristik itu. Meski cuacanya sangat dingin karena kini masih musim dingin, aku masih bisa merasakan sensasi hangatnya matahari pagi.


"Kevy, apa reaksi mu ketika bertemu dengan versi lain dirimu?" Kenko memulai topik.


Aku menoleh dan menatap wajahnya, lalu aku kembali berpaling ke depan untuk kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Kevy sebelumnya.


...[Kembali ke sebelumnya]...


Dia menepuk bahuku, kemudian dia mendekati telinga ku, "Jaga dia sampai kapanpun, sebelum kau akan merasakan hal yang sangat menyesal."


"Eh?" aku terkejut dengan kata-kata itu seolah dia seperti sangat tegas sekali kepadaku.


...[Kembali ke momen]...


Aku sangat mengingat sekali kata-kata itu, bahkan ucapannya seperti ia sangat seperti merasakan kesedihan yang mendalam setelah melihat Kenko disaat itu.


"Versi lain diriku pada saat itu sepertinya terkejut melihat dirimu. Kemudian ia berpesan kepadaku agar menjaga dirimu, atau aku akan menyesal nantinya." penjelasan ku kepada Kenko.


"Maksudmu . . . ."


"Ya, kemungkinan adalah Kevy versi lain dari diriku itu mungkin sudah menikah denganmu atau sudah berhubungan sangat romantis sekali. Tapi sayang sekali, sepertinya dia kehilangan orang sepertimu dari dunia itu" teori ku.


Kenko hanya terdiam, ia menundukkan kepala seperti merenung.


"Tidak usah terlalu dipikirkan Kenko" aku memegang tangannya, "aku akan selalu menjagamu dan aku berjanji akan selalu ada di sisimu."


Kemudian dia menatap wajahku dengan tersenyum, "terima kasih, Kevy" kemudian ia mencium bibirku dengan menarik daguku.


...[Beberapa jam kemudian]...


Kami telah sampai di pelabuhan kota Xylencer. Ternyata kota ini sangat futuristik juga. Aku senang telah sampai di kota ini. Ambulans berdatangan untuk menjemput mayat Patrick.


Lalu orang-orang yang sebelumnya kami tangkap akan diserahkan kepada polisi di kota ini. Entah apakah polisi di kota ini juga dikuasai oleh Kors, tetapi aku tidak peduli. Yang ku pedulikan sekarang adalah untuk mengambil kristal mereka masing-masing.


Kini aku sudah menghampiri mereka untuk mengambil kristal mereka semua, "Robin, Wax, bagaimana?" aku juga sedang menginspeksi bersama Robin dan Wax.


"Yaaaa . . . kenapa aku harus menginspeksi wanita ini? bukan berarti aku sedang tidak melakukan pelecehan kan? beritahu aku Kevy!" Robin mengeluh dan sama sekali belum meraba dan merogoh saku atau tangan mereka.


Wax juga mengangguk karena ia juga sedang menginspeksi Ichika yang tidak sadarkan diri.


"Sudahlah, selama mereka belum sadar . . . . tidak apa-apa bukan??" aku bercanda sedikit.


"Terserahlah" pada akhirnya Robin dan Wax memberanikan diri untuk meraba-raba tubuh dari atas sampai bawah meski wajah mereka sangat memerah panas sekali.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka berhasil menemukan kristal merah dan kristal violet.


"Huh, akhirnya. Semoga dia tidak sadar" Robin dan Wax mengangkat kristalnya.


"Kerja bagus, aku juga akan menginspeksi Grin dan orang ini"


Tetapi aku masih bingung seperti merasakan ada sesuatu yang kurang dari mereka. Yang pasti aku mementingkan untuk mengambil kristal milik Grin terlebih dahulu.


"Yes, akhirnya ketemu" pada akhirnya aku berhasil menemukan kristal berwarna krem di saku jaketnya Grin, "Selanjutnya . . . ."


Aku merasakan sesuatu seperti ada yang janggal dengan tangan orang ini. Ketika aku sedang meraba dan merogoh sakunya, tiba-tiba . . . .


"Ya, aku tahu. Aku hanya butuh kristal milikmu" aku menjelaskan, dan aku baru sadar kalau dia bisa berbicara normal.


"Ha, kau pikir semudah itu?"


"Boleh kutahu namamu?"


Dia terdiam sebentar.


"Oh oke, privasi sepertinya" aku frustasi.


"Kyo"


"Eh?" aku kembali menoleh.


"Kyo Arnold"


"Oh, iya. Aku Kevy, senang bert--"


...[BRUGGGGG]...


Tiba-tiba Kyo memegang wajahku dan menariknya ke dengkul nya dengan keras.


"Akhhh" aku memegangi hidungku yang berdarah.


Lalu Kyo melomlat di punggungku untuk memanjat ke atas.



"Senang bertemu denganmu, Kevy. Tapi ini bukan saatnya untuk basa-basi denganmu" Kyo melarikan diri.


"Jangan biarkan dia lolos!" tegas Wax.


Kemudian Robin mengambil busurnya dan langsung membidik ke arah Kyo yang sedang melompat lompat di tiang-tiang kapal. Tapi beberapa saat kemudian, ia menghilang setelah menggunakan kristal miliknya.


"Sial, dia lolos" keluh Robin.


"Kristal itu, hebat sekali" pujian ku.


"Yah, sekarang dia lolos. Tapi masih ada sisa teman-temannya disini" Wax berpikir positif.


Aku tersenyum, aku juga menahan hidungku dengan tisu setelah hidungku dibuat berdarah olehnya.


...[Sementara itu]...


Kyo melarikan diri ke dalam kapal untuk mencari seseorang. Setelah beberapa menit ia mencari, akhirnya Kyo telah menemukannya di ruangan tersembunyi di kapal ini.


"Yue!"


"Eh siapa itu?" Yue masih tidak bisa melihat Kyo.


Kemudian Kyo menampakkan dirinya di hadapannya.


"Kyo!" Yue menghampirinya dan memeluknya.


"Syukurlah kau selamat" Kyo memeluknya kembali.


"Apa yang terjadi dengan yang lain?" tanya Yue.


"Mereka semua ditangkap, begitu juga kristalnya direbut oleh mereka" Kyo menjelaskan.


Yue menundukkan kepalanya dengan wajah datar.


"Sudahlah, ayo kita pergi dari sini"


"Bagaimana caranya?"


Lalu Kyo memegang tangannya Yue, mereka menghilang setelah menggunakan kristal miliknya.