
...[Beberapa jam sebelumnya]...
"Baiklah aku akan menerima tawaran tadi, tapi juga ada syaratnya"
"Apa itu?" aku mengangkat sebelah alisku,
"Kembalikan kristal kami untuk kali ini saja" tawaran Bryan.
"Mengapa harus?"
"Kumohon, aku memiliki dendam dengan Kors" Bryan memanas.
Aku menghela nafas sebentar, kemudian berdiri mengelilingi mereka.
"Jadi kau ingin membantu dan bergabung dengan kami hanya karena dendam?" aku menghampirinya dengan tangan ku menahan meja,
"hmm" Bryan hanya terdiam saja, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan menunduk.
Drop yang melihat Bryan disampingnya sepertinya merasakan hal yang sama dengannya.
"Seperti yang kau tahu, dendam itu sangatlah jahat"
"Benar, bisa saja akan membunuh dirimu sendiri di kemudian hari" Jetsu juga ikut menegaskan,
"Tapi setidaknya anggap saja ini sebagai penebus kesalahan kami bukan?" Drop ikut debat.
Kami berdua hanya diam saja dengan menunduk,
"Kenapa kalian diam?" Drop heran.
Lalu aku kembali menghampiri Bryan, kemudian meletakkan kristal mereka berdua di meja itu.
"Eh?" Bryan kembali mengangkat kepalanya dan melihat kristalnya, "Ingat, jangan ada dendam" aku tersenyum.
Mereka berdua senang, "Ya"
...[Kembali ke kamar di dalam kapal]...
Jetsu membuka salah satu kamar setelah diberikan kunci kamar oleh Patrick sebelumnya. Teman-teman yang lain masuk ke dalam, lalu Jetsu menutup pintunya kembali.
"Oke semua berkumpul" Jetsu membuka peta hologram di meja dengan gadgetnya, "kita bahas rencana berikutnya"
Semua orang berkumpul dan melihat ke arah peta hologram itu.
"Oke, kapal ini akan berhenti di pelabuhan kota Xylencer timur" Jetsu menggerakkan peta itu, "Xylencer? kalau tidak salah . . ." Drop mengingat sesuatu,
"Apa kau tahu sesuatu?" aku penasaran, "kalau tidak salah, salah satu dari teman dari kalian mendarat di daerah sini deh"
"Aku menatapnya dengan serius" aku menatapnya dengan serius, "loh, memangnya kalian tidak tahu?" Drop ikut keheranan.
"Kevy, apakah kau tahu sesuatu?" Jetsu dan yang lain menengok ke arahku, "wajahku sangat serius sekali" Jetsu juga ikut keheranan.
"Yuusha, Akuta, Orez, dan Kenzu . . . ." Kenko kembali mengingat mereka, "Maaf, kalau boleh tahu siapa mereka?" Wax ditambah keheranan.
Aku menunduk, "mereka adalah teman-temanku sebelumnya" kemudian aku kembali menatap ke arah Drop dengan serius, "Dimana mereka?"
"Pasang muka santai kawan, aku hanya mengingatnya terakhir kali itu mereka di kota Xylencer nanti" Drop menenangkan ku.
"Pasti, pasti, pasti itu teman-temanku" aku kembali menunduk dengan lesu,
"Tapi dari pengamatan ku, di kota Xylencer hanya 2 orang saja yang kemari" Drop kembali menjelaskan,
"Maksudmu?" aku mengangkat kepalaku,
"Jadi hanya 2 orang yang kulihat di kota Xylencer itu, sisa 2 orang lagi berada di kota Greed" Drop menunjukkan foto buram yang berada di hp nya.
Aku mengambilnya dan yang lain ikut melihat, "Kevy, itu . . . "
"Ya, pasti mereka. Bagaimana kau bisa tahu Drop?" aku mengembalikan hp nya,
"Aku membuat laporan dan memantau dari jauh-jauh hari untuk bergabung dengan MPD" Drop memasukkan kembali hp nya ke dalam saku jas nya, "dan kukira MPD yang sekarang itu adalah polisi yang baik, ternyata tidak dengan perkiraan ku" Drop menundukkan kepalanya.
Aku yang mendengar tentangnya membuatku prihatin kepada Drop, "apakah Bryan bernasib sama?" kemudian aku melihat ke wajah Bryan.
Bryan hanya berwajah datar dengan menatap peta itu dengan tatapan kosong, sepertinya ia juga banyak pikiran yang melintas di otaknya, pasti dia sedang introspeksi dirinya akibat kesalahan yang sering dibuatnya.
"Bryan" aku menghampirinya dan duduk disampingnya,
"tenang saja, aku tidak akan berkhianat" Bryan akhirnya berbicara,
"Mengapa kau berpikir seperti itu?"
"Aku takut jika kalian tidak percaya denganku" Bryan kembali menunduk dan menopang dahinya ke tangannya.
Aku diam saja dengan reaksinya, lalu aku tersenyum dan kembali berinteraksi.
"Mengapa kau sangat kecewa dan dendam sekali kepadanya?" aku menyentuh punggungnya,
"Dia . . . sangat-sangat membuatku kecewa" Bryan sangat sedih.
Kemudian dia langsung menjelaskan semuanya dengan menatap kristal Black Justice di punggung sarung tangannya.
"Kristal ini adalah warisan dari kakek ku"
"Ya, dia dulu bekerja sebagai anggota kepolisian MPD juga, aku sangat ingin menjadi dia"
"Tapi kau sadar apa yang kau lakukan berikutnya kan?" Tanya Kenko.
"Ya, aku secara tidak langsung membunuh orang yang tidak bersalah" Bryan memegangi kepalanya dengan ekspresi kesal.
"Apa yang membuat kamu mengejar ayahku dan membunuhnya?"
"Aku hanya melaksanakan tugas, Kors menyuruh ku untuk menangkap ayahmu yang dituduh kriminal. Maafkan aku jika tidak sengaja membunuh ayahmu . . . ."
Kenko kemudian berdiri dan menghampiri Bryan, dia berdiri dihadapan Bryan dengan wajah yang tidak senang.
...[PLAKKKKK]...
Kenko menampar wajah Bryan dengan keras.
"Kenko apa yang kau--" aku reflek hendak menghentikannya,
"itu karena membunuh ayahku!" Kenko baru saja menamparnya dengan keras sehingga membuat Bryan memegang pipinya.
"Sudahlah itu hany--"
...[PLAKKKKK]...
Kenko kembali menamparnya dua kali.
"Kenko hentikan!"
"Itu karena telah menembak kakiku" lalu Kenko kembali duduk.
"Ya, anggap saja barusan impas" Bryan sedikit tersenyum dengan memegang pipinya.
"Sudahlah, itu hanyalah masa lalu. Kita hidup untuk mengejar masa depan, bukan mengungkit masa lalu" tegas ku.
semua orang terdiam.
"Baiklah kembali ke rencana berikutnya" Jetsu mencairkan keadaan.
Lalu kami merencanakan tentang perjalanan dan pencarian Kors menggunakan gadget yang kami miliki. Semua orang memberikan saran dan pendapat kepada yang lain untuk rencananya, sehingga kami setuju pada rencana ini.
...[Jam 23:00]...
Kami pergi ke aula di dalam kapal pesiar ini untuk kembali menghadiri dalam acara yang diadakan oleh Patrick yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh beliau sebelumnya. Pesta ini adalah untuk persiapan tahun baru nanti di kapal ini.
"Jetsu, bagaimana dengan pestanya?"
"Seperti biasa Patrick, sangat meriah lebih dari sebelumnya"
Mereka berdua berbincang-bincang di meja pribadi yang sudah disediakan oleh Patrick.
Wax, Tye, Mako, Bryan dan Drop sedang minum-minum di bartender aula kapal, sementara aku dan Kenko sedang berada di luar kapal melihat bulan dan pemandangan laut.
"Huh, masih dingin ya meski disini"
"Ya, angin laut juga sangat kencang"
Kami awalnya hanya basa-basi dan bercanda tawa saja, namun beberapa saat kemudian ada seseorang yang menabrak ku.
"Aduh" aku tersenggol olehnya.
Orang itu menutup wajahnya dengan masker, pakaiannya seperti bukan orang yang menghadiri acara di kapal ini, ia menggunakan tudung untuk menutupi kepalanya.
"siapa orang ini?"
"Aww, maaf. Aku rada sedikit tersesat" orang itu kemudian pergi lagi dengan santainya.
Kemudian ketika aku berbalik dan ingin berbicara kepada Kenko lagi, "Loh . . . ." aku merasa ada yang kehilangan.
"Dimana kristalku?" aku mengecek di saku ku dan ternyata kristal Sci-Libur ku menghilang.
"Ada apa Kevy?" Kenko keheranan.
Kemudian aku kembali menoleh ke orang itu yang berjalan cepat, "Kristal ku!" aku mengejarnya.
"Kenapa kristal mu?" Kenko bingung.
Aku lari untuk mengejarnya, "HEI BERHENTI!" aku meneriakinya.
Ketika dia berpaling melihatku yang mengejarnya, dia langsung lari ke dalam ruangan mesin di bawah kapal.
"Tch, mau kemana kau!" aku mengejarnya secepat mungkin dan mengikutinya ke dalam ruangan di bawah sana.
Orang itu sebisa mungkin mencari jalan keluar dengan cara parkour untuk menyusahkan ku, namun aku masih ada cara pintar untuk tetap mengejarnya.
Ketika aku melihat dia berbelok, aku mengejarnya secepat mungkin. Namun ketika aku juga berbelok untuk mengejarnya . . . .
"Apa yang-"
Dia menggunakan panah sedang membidik ke arahku, aku sangat terkejut sehingga membuatku diam membeku tidak bisa melakukan apa-apa.