
Setelah ledakan, semua orang terpental secara acak. Aku masih beruntung, karena terbangun dengan beberapa teman yang ada. Misalnya dari pacarku sendiri Kenko, temanku yang lain hanyalah beberapa. Yang bersamaku sekarang adalah Akuta, Yuusha, Orez, Kenzu, dan Bryan. Sisanya terpencar-pencar akibat ruangan yang hancur.
...[Di ruangan yang berbeda]...
Kyo merasa tangannya seperti panas sekali. Hal itu membuat ia terbangun karena terkejut.
"Hah!" lengan bajunya terbakar.
Kyo langsung berdiri dan mengibaskan lengan bajunya yang terbakar dengan cara ditepuk kan. Namun tiba-tiba seseorang menarik tangan Kyo dan menyobek lengan baju Kyo.
Setelah bekas lengan baju yang terbakar itu dibuang, Kyo menoleh ke orang yang menolongnya itu.
"Tch, berpikir saja harus lama" ucap Robin yang barusan menolongnya.
"Kau . . . ." Kyo merasa masih berselisih dengannya.
Robin memalingkan wajahnya. "Lupakan urusan kita. Cari teman yang lain terlebih dahulu."
Kyo merasa direndahkan setelah dibilang seperti itu. Lalu ia menarik bahu Robin agar dia berpaling.
Robin mengelak genggaman Kyo. "Sudah kub--"
...[BUGGGG]...
Kyo meninju wajah Robin. Kemudian menendang perut Robin dengan dengkulnya berkali-kali. Robin sebisanya menahan serangan Kyo.
"LIHAT! KAU HANYA KUAT DENGAN BUSUR MU! TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK BERTARUNG JARAK DEKAT YA?!" girang Kyo sembari menyerangnya berkali-kali.
Setelah beberapa pukulan dilandaskan, Robin lalu akhirnya menangkis satu pukulan Kyo dengan tangannya. "Tidak!"
"Heh?" Kyo terkejut karena Robin dapat menangkis serangannya.
Robin dengan pintarnya mencengkeram lengan Kyo yang bekas terbakar sebelumnya dengan keras.
"WAAAAAAAA!!!" Kyo kesakitan hebat.
Robin menarik kaki Kyo dengan tangan satunya lagi. Lalu dibanting lah Kyo ke lantai sampai wajahnya mengenai bekas kaca yang pecah.
Kyo mencoba bangkit, "Beraninya ka--"
Robin menginjak wajah Kyo. Tetapi dia masih menahannya, karena banyak bekas pecahan kaca yang berserakan di lantai, dan juga dibalik wajahnya.
"Aku memang tidak jago bertarung jarak dekat. Tapi aku jago dalam bela diri" ucap Robin dengan wajah datar.
Setelah itu mereka berdua tidak berbicara apa-apa. Yang terdengar hanyalah suara api yang berkobar di sekitar ruangan itu.
Robin melihat wajah Kyo yang penuh dengan ekspresi dendam. Ini bukan pertama kalinya Robin melihat Kyo tanpa penutup matanya.
"Bunuh aku, Robin Hood!" gertak Kyo.
Robin berpikir, jika Kyo dibunuh olehnya, maka Kyo lah yang menang. Maka itu, Robin mengangkat kakinya dari wajah Kyo. "Aku berpikir dua kali untuk membunuhmu. Tapi," Robin mengulurkan tangannya untuk Kyo.
"Heh?" Kyo terkejut dengan apa yang Robin lakukan.
"Untuk saat ini, aku sedang butuh bantuan mu."
Kyo berfikir negatif. "Jadi kau hanya ingin memanfaatkan ku?"
"Kau berfikir begitu?" Robin benar-benar serius ingin bekerjasama dengan Kyo.
Kyo masih ragu untuk meraih tangannya. Hal itu membuat ia kembali ingat dengan masa lalu ketika Robin muncul di kehidupannya.
...[Beberapa tahun yang lalu]...
Kyo sedang bersantai di atas gedung bersama komplotannya, yaitu Grin, Ichika, Yue, dan Ellie.
"Yo teman-teman. Apa kalian sudah dengar tentang pencuri yang sedang meneror kota saat ini?" Grin membuka pembicaraan.
"Huh? pencuri? di masa kini masih ada pencuri?" Ellie rada tidak percaya.
Yue juga mengingatnya. "Ya, kalau tidak salah ia dijuluki dengan . . . ."
"Robin Hood" jawab Kyo sembari melihat pemandangan kota, meski ia menggunakan penutup mata.
Semua mata tertuju pada Kyo.
"Ia mencuri dari si kaya dan dibagikan ke miskin." Lalu Kyo menoleh ke belakang, "namun jika si miskin sudah mendapatkan harta, ia akan menjadi kaya. Lalu jika si miskin sudah kaya, apakah itu semua sama saja omong kosong?"
Tanggapan Kyo sangatlah diluar akal. Memang sangat tidak logis jika hal serupa itu terjadi. Dan juga apa yang dipikirkan oleh Robin ini sampai ia harus menjadi vigilante nya orang-orang miskin?
...[Beberapa bulan kemudian]...
Semua orang terkejut karena lukisan berharga mereka menghilang dari galeri yang dipajang di markas mereka.
"Hezetion menghilang!" teriak Grin untuk memanggil yang lain.
Semua orang datang ke galeri. Kyo dan yang lain panik. Namun Kyo melihat salah satu ventilasi di sudut atap ruangan terbuka.
Tanpa pikir panjang, Kyo langsung memanjat masuk ke ventilasi untuk mengejar sang pencuri. "Aku akan mengejarnya!"
"Hati-hati Kyo!" cemas Yue.
Kyo mengikuti arah ventilasi itu sampai menuju di atap gedung. Setelah Kyo keluar dari ventilasi, sang pencuri terkejut karena ada seseorang yang ternyata mengikutinya.
"Akhirnya ketemu juga kau sialan!"
Pencuri itu menggunakan masker. Wajahnya belum terlalu terlihat. Lalu pencuri itu memfokuskan diri untuk melarikan diri dari gedung itu.
"Kau tidak akan kemana-mana!" Kyo bertransformasi menjadi mecha form dengan kristal kuning miliknya Spotless.
Setelah berubah, Kyo melilitkan lidah besi panjangnya ke kaki pencuri itu agar tidak kabur. Lalu Kyo menarik kaki pencuri itu sampai terjatuh. Akhirnya wajah sang pencuri terungkap juga.
"Ternyata kau," Kyo berjalan mendekatinya, "Robin Hood!"
Robin tidak akan semudah itu terjebak di situasi saat ini. Lalu Ia mengeluarkan kristalnya dan diangkat.
"Eh? kristal abu-abu?" Kyo terkejut.
"Create! Armor! Up!" Robin bertransformasi menjadi mecha form.
Ia menciptakan busur dari tangannya. Kyo tidak tahu apa-apa tentang pencuri yang satu ini lebih dalam lagi.
"Inject Arrow!" lalu ditembakkan lah anak panah yang ia ciptakan dari busurnya.
Panah itu melesat sampai mengenai tubuh Kyo. Efek dari anak panah itu adalah, membuat lawan tidak dapat bergerak sama sekali. "Hah? panah apa ini? mengapa aku tidak dapat bergerak?"
Robin melepaskan lilitan lidah besi di kakinya. Setelah itu dia melompat dari gedung bersama dengan lukisan koleksi mereka.
Dari situlah asal-usul Kyo dan teman-temannya mengejar Robin kemanapun. Dari yang lain, hanya Kyo seorang lah yang paling memiliki dendam dengan Robin.
...[Kembali ke momen]...
Robin kini mengulurkan tangannya pada Kyo. Namun Kyo masih berpikir kalau itu semua hanyalah akal-akalan dari Robin.
"Jika dia memang memanfaatkan ku," akhirnya Kyo berdiri setelah ia dibantu oleh Robin, "mengapa tidak manfaatkan ia kembali?"
Robin masih memiliki rasa curiga dengan sikap Kyo. Tapi Robin berpikir positif sebisa mungkin.
"Kalau begitu ayo" Robin berjalan keluar dari ruangan.
"Kemana?" tanya Kyo.
"Kita akan mencari jalan keluar dari tempat ini. Setelahnya kita akan berkumpul dengan yang lain lagi" rencana Robin.
Kyo mengiyakan saja apa yang Robin rencanakan. Untuk sementara Kyo mengikuti kemana Robin pergi, tetapi ia juga bersiap-siap jika ada kesempatan untuk melawannya nanti.
"Baiklah, ayo."