
...[Di suatu tempat lain]...
Kyo dan Yue berhasil lolos setelah hendak ditahan oleh faksi Black Cafe atau polisi sekitar untuk diamankan. Kini mereka sedang bersembunyi di suatu bangunan toko yang sudah terbengkalai bertahun-tahun lamanya.
Mereka berhasil lolos dengan cara menggunakan kristal berwarna kuning terang yang bernama Spotless, yaitu kristal yang bisa membuat penggunanya menghilang dengan kekuatan kristal ini.
"Sampai kapan kita akan bersembunyi disini Kyo?" tanya Yue.
"Mereka sedang mengincar kristalku. Aku tidak akan keluar sampai keberadaan diluar sana sudah mereda" Kyo melihat ke jendela luar.
"Maksudmu?" Yue masih bingung.
Kemudian Kyo memandang wajah Yue, "artinya, kemungkinan kita akan disini sampai faksi Black Cafe sudah hancur."
Yue hanya bisa menanggapinya dengan mengangguk.
...[Di kota lain]...
Jetsu sedang berada di helikopter jemputan bersama Wax dan Mako yang ada di kursi belakang.
"Menurutmu kenapa kita tidak ikut mereka kapten?" tanya Wax.
"Untuk sekarang, ini bukanlah urusan kita" jawab Jetsu.
"Tapi setidaknya untuk membantu?" tanya Wax kembali.
Kemudian Jetsu menghadap ke belakang memandang wajah Wax, "jika kau ingin membantu mereka, masih ada waktu untuk terjun dari sini nak."
Lalu Wax seketika terdiam tidak ingin bicara kembali. Mako yang berada di sebelahnya hanya bisa tersenyum melihat Wax ditegaskan oleh kaptennya.
Kemudian helikopter terbang ke kota Extrobile selatan menuju markas faksi Black Cafe mereka.
...[Kembali ke kami]...
Akhirnya aku dan teman-teman sudah sampai di kota Greed untuk mencari keberadaan Orez dan Kenzu yang terakhir kali diinformasikan terlihat di sekitar kota ini. Entah darimana Drop mendapatkan informasi itu, tapi ia memiliki koneksi yang sangat keren sekali.
Contohnya seperti Akuta yang ternyata benar jika ia terakhir kali terlihat di kota Xylencer. Dan aku masih bingung bagaimana Akuta dan Yuusha bisa sampai terdampar di kota itu. Yah, pokoknya selama mereka masih selamat, aku masih lega.
"Oke jadiiii . . . " Bryan membuka pembicaraan.
Yang lain semua menengok ke arah Bryan.
"Kita hanya akan mencari Orez dan Kenzu itu kan? setelah itu semuanya selesai?" tanya Bryan.
Lalu aku mendekatinya dan menepuk bahunya, "kita belum menemukan Spotless yang entah pergi menghilang kemana" aku tersenyum dan berbalik, "oiya, seharusnya kita pergi ke penjara dan menemui teman-teman mereka."
"Oh, mereka sudah dijebloskan ke dalam penjara?" Robin ikut nimbrung.
"Sepertinya kau sangat bahagia jika mereka menderita" tanya Kenko.
"Ya, benar. Itulah hal yang harus dibayar olehnya" senang Robin
Setelah itu, kami berbasa-basi tentang sedikit pengalaman masing-masing sembari berjalan-jalan menelusuri kota ini.
Aku tidak berencana untuk mencari keberadaan Orez dan Kenzu sembari berjalan ini. Tapi mau bagaimana lagi untuk mencari keberadaannya kembali?.
Setelah faksi Black Cafe sudah pergi, sekarang koneksi kami semakin sedikit dan berkurang. Aku membutuhkan orang pintar kembali seperti mereka. Namun pilihanku adalah, meminta bantuan Black Cafe atau mencari Orez dan Kenzu sendiri.
"Baiklah, aku sudah menentukan jalan dan pilihan ku sendiri" aku bangga dan senang sendiri.
Kemudian Kenko menepuk bahuku, "apa yang membuatmu senyum-senyum sendiri?" heran Kenko.
"Tidak . . . . hanya sekedar self motivation" jawabku.
Kenko bertepuk tangan, aku malah ikut tepuk tangan.
Dari belakang, Drop merasa seperti ada seseorang yang sedang mengamatinya sedari tadi. Ia menatap Drop dengan tatapan yang tidak wajar.
Drop yang merasa tidak enak pun hendak melapor, "Hei, teman-teman sepertinya aku . . ."
...[BUMMMMMMM]...
Ledakan di salah satu bangunan tidak jauh dari kami berada.
"A . . .apa yang terjadi?" tanyaku.
"Aku ingin menanyakan hal yang sama."
Mendadak angin bertiup kencang, aku masih belum mengerti apa yang terjadi dengan hal ini, "Sial."
"Lama tidak bertemu, pengguna Sci-Libur" itu adalah Jack dari faksi BlackJack.
"Mustahil" aku tidak percaya apa yang aku lihat.
Terakhir aku bertemu dengan Jack adalah ketika waktu insiden kereta di saat itu. Sekarang dia kembali menggunakan senjata super yang entah darimana asalnya.
"Haha, kau pasti kaget kan dengan benda ini?" Jack menunjukkan senjata yang dipegangnya itu.
Aku bersiap-siap menggunakan Sci-Libur jika ia akan menyerang ku.
"Ternyata dokumen dan berkas tentang manusia bersenjata super itu tidaklah palsu" aku kembali mengingat isi dokumen itu.
"Tenang Kevy, kita bisa lakukan ini" Akuta menepuk bahuku untuk menyemangati dari samping.
"Kau masih memiliki kami" Robin ikut berdiri di sampingku dengan busurnya.
"Aku sudah membidiknya Kevy, berikan perintah" Bryan ikut membantu dari samping Robin.
"Kapan aku harus menurunkan gravitasi nya?" Drop juga ikut membantu.
"Teman-teman" aku sangat senang dengan semua bantuannya, "Baiklah" aku menggenggam erat pedangku dan bersiap untuk melawan Jack.
"Kalian pikir semudah itu?" tanya Jack.
"Hah?" semuanya tidak mengerti.
"Baiklah, akan ku tunjukkan sesuatu yang lebih kuat dari kristal sampah itu" hina Jack.
Jack mengambil sesuatu gadget dari saku jasnya. Lalu di dalam gadget itu ada chip yang ia tempelkan ke senjata super di tangannya itu.
"Charge!" teriak Jack.
Seketika titanium senjata itu berekspansi dan menggerogoti tubuh Jack sampai membentuk sebuah armor. Sensasi hebat yang dirasakan Jack sangat membuatnya menjadi kuat dan menggila.
"Benda apa itu?" tanya Yuusha dari belakang kepada Kenko.
"Itu dia . . . ." Kenko melihat Jack yang sudah menjadi Mecha namun bukan dari kristal Cryptide, "Lazarus."
"Lazarus?" tanya Yuusha kembali.
"Ya, Lazarus adalah sebutan dari pengguna senjata super yang diciptakan prajurit Mecha ketika berperang untuk melawan sesama prajurit Mecha."
"Tunggu, bukankah prajurit mecha berperang untuk melawan pasukan senjata super?"
Lalu Kenko menatap wajah Yuusha, "Ya, mereka melawan senjatanya sendiri."
Yuusha tidak percaya apa yang dikatakan oleh Kenko barusan.
Sekarang Jack yang sudah bertransformasi menggunakan Lazarus, ia menjadi Mecha form yang armornya 5x lipat dari pengguna Mecha form kristal Cryptide.
"Sebesar itu?" Robin tercengang.
Aku mengangguk dan kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Kenko sebelumnya.
"Jangan diam saja, ayo kita juga berubah!" tegas Akuta.
Semuanya mengangguk, lalu mengambil kristal mereka.
"Create, Armor, Up!" semuanya bertransformasi menjadi Mecha form.
"Guns ready" Bryan menodongkan senjatanya.
"Gravity ready" Drop bersiap dengan tangannya.
"Arrows ready" Robin mengambil anak panah dan membidiknya.
"Chainsaw ready" Akuta menyaringkan suara gergajinya.
"Sword ready" aku berpose dengan pedangku.
Jack melihat kami semua sudah bertransformasi menjadi Mecha form.
"Posisi yang bagus sekali untuk ku injak kalian semua" hina Jack, "sekarang kau akan merasakan kembali apa yang kurasakan Kevy!" dia menyebut ku dengan suara mecha nya.
"Ya, aku harap kau tidak tertusuk oleh pedangku lagi. Namun ups, aku tetap akan menusuk mu kembali."
"Give it a try." Jack mengeluarkan pedang laser dari kedua lengan Mecha nya.