CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Alumni Kelas S



...[Di suatu ruangan lain]...


Yue dan Kyo masih terjebak di dalam sel yang hampa sekali. Zet sebelumnya sudah menyuruh Kyo dan Yue untuk bersiap-siap dalam pekerjaan barunya menanti. Kyo berpikir sebaliknya, ia merencanakan untuk kabur dari tempat itu setelah Zet masuk dan merebut kuncinya.


"Apa kau yakin dengan rencana ini?" cemas Yue.


"Selama kau membantu, ya! kita akan keluar dari sini!" semangat Kyo.


"Jam berapa sekarang? kita hanya menunggunya datang mengantarkan makan lagi bukan?"


"Seharusnya sih begitu. Tapi sudah berapa jam kita tidak makan?" tanya Kyo.


"2 atau 3 jam mungkin?" tebak Yue.


"Sial, pasti masih lama sampai ia mengantarkan makanannya" Kyo terlentang dan melemaskan diri.


"Ayolah, itu kan rencana mu. Tunggu sebentar, apakah ruangan ini kedap suara? apakah ruangan ini memiliki penyadap?" panik Yue.


"Kamera memang aktif Yue," Kyo bangkit dan berdiri, "tapi mereka tidak dapat mendengar kita selama 24 jam."


"Itu benar sih," Yue tersenyum, "lalu apa yang kita lakukan sekarang?"


...[KREEEEKKK]...


"Bersiaplah Yue" Kyo melihat ke arah pintu.


Pintu sel terbuka dan datanglah seseorang yang membawakan seragam yang sama dengan milik Zet.


"Ahh kalian masih bangun, baguslah. Cobalah pakaian ini" Zet memberikan seragam untuk pekerjaan di tempat ini kepada Yue dan Kyo.


"Pakailah. Aku ingin ke kamar mandi terlebih dahulu." Zet berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan.


Kyo mengejarnya dan menjulurkan tangannya. "Ehh, tunggu sebentar ada yang ingin ku--"


...[BRUGGGG]...


Kyo terjatuh dan bertabrakan dengan Zet yang juga ikut terjatuh. "Aduhh, maaf. Tadi aku hanya ingin bertanya!" Kyo membungkuk dan meminta maaf.


"Ahh tidak apa-apa, apa yang ingin kau tanyakan?" Zet dibawa santai.


Setelah ia dibantu berdiri dengan Kyo, ia merapihkan seragam Zet yang terkena debu. "Apakah ada ukuran yang lebih besar lagi? ini sepertinya dilihat-lihat sempit jika digunakan."


"Akan ku cek nanti bila ada yang lebih besar lagi. Baiklah, aku duluan" Zet pamitan.


Kyo dan Yue melambaikan tangan dengan tersenyum.


...[KREEEEKKK]...


Setelah pintu tertutup, Kyo langsung menghampiri Yue.


"Tidak buruk juga" puji Yue.


"Ya," Kyo memperlihatkan kunci yang sebelumnya ia curi dari Zet, "kita harus lebih cepat."


Lalu Yue memakai seragam yang diberikan oleh Zet. Begitu juga dengan Kyo yang sebenarnya seragamnya muat, tetapi ia berbohong demi melakukan hal itu. Setelah mereka berdua memakai seragam pekerja tempat itu, Kyo langsung melihat jendela kecil di pintu untuk melihat keadaan luar.


"Bagaimana?" tanya Yue.


Kyo langsung membuka kunci pintu sel nya dan mengajak Yue keluar. "Inilah saatnya, Yue!"


Yue mengangguk dengan semangat.


...[KREEEEKKK]...


Kyo dan Yue berhasil keluar. Mereka terkejut setelah melihat apa yang terjadi di luar.


"Tempat ini . . . ."


Ruangan di luar sel yang ditempati oleh Yue dan Kyo sebelumnya adalah, tidak cuma satu sel yang ada di tempat itu. Melainkan banyak sekali sel yang sama ukurannya dengan Kyo dan Yue.


"Sialan!" Kyo tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


Yue melihat ke kiri dan kanan. Lalu ia melihat seperti ada seseorang berjalan, "Kyo, itu apa?" sembari mencolek bahu Kyo.


Kyo melihat apa yang ditunjuk oleh Yue. Dilihat lebih dekat lagi, ternyata itu ada 2 penjaga pasukan Lazarus yang sedang berpatroli.


"Sial! Yue ayo lari" Kyo menggenggam tangannya Yue dan berlari ke arah depan.


Pasukan itu menyadari keberadaan Kyo dan Yue. "BERHENTI!" pasukan Lazarus itu mengejarnya.


"Hah, harus kemana ini?" Kyo masih belum menemukan pintu keluar dari tempat itu.


...[TAKKKKK]...


Tangan seseorang menarik mereka berdua dan dimasukkan ke dalam selnya.


...[KREEKKKK]...


Setelah ditutup, orang itu langsung menguncinya kembali. Kyo dan Yue yang kelelahan langsung terlentang dan menghela nafas.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya orang itu.


"Terimakasih, aku berpikir kalau aku akan mati tadi" Kyo tertawa.


"Dasar bodoh! mengapa kita harus keluar?" bentak Yue.


"Sudah-sudah, kalian sudah selamat kan?"


Kyo dan Yue duduk untuk melihat siapa orang itu.


"Btw, siapa kau? bagaimana kau bisa memiliki kunci itu?" tanya Kyo.


Orang itu ikut duduk. "Namaku Reggie Hush. Aku sudah terjebak di sini bertahun-tahun setelah mereka menelantarkan ku di kota sialan ini."


"Mereka?"


Reggie menundukkan kepala, "MPD."


Yue terkejut. "Hah? bagaimana itu bisa terjadi?"


"Beberapa tahun lalu aku masih sekolah SMA yang bukan seperti sekolah biasa pada umumnya,"


Kyo dan Yue serius mendengarkan.


"Bisa-bisanya aku terdampar disini, andai saja aku tidak ada di ka--"


"Tunggu-tunggu dulu, apa maksudnya terdampar, dan apa maksudnya kau bisa terlantar?" sela Kyo.


"Dengar saja terlebih dahulu."


Kyo diam dan kembali mendengarkan.


"Dulu sekali . . . ."


...[Kembali ke 5 tahun yang lalu]...


Reggie sedang di dalam kamar mandi buang air besar. Setelah ia keluar dari bilik kloset, Reggie mencuci tangannya dan mencuci muka di wastafel kamar mandi. Ia mengaca dan melihat dirinya yang merasa tampan itu.


...[DRRRTTTTT]...


"Eh?" Reggie merasa cermin di depannya bergetar.


...[DRRRTTTTT]...


"Bukan perasaanku!" Reggie langsung menuju pintu dan mengecek keadaan luar.


...[KREETTTTT]...


Setelah Reggie membuka pintu, ia dibuat terkejut dengan keadaan yang sedang ricuh sekali karena polisi dan SecBot yang berkeliaran menarik anak-anak dan murid yang lain. Dengan cepat, Reggie langsung menutup pintu kembali dan masuk ke dalam bilik kloset untuk bersembunyi.


"Hah? apa-apaan ini? apa yang terjadi?" Reggie bingung harus melakukan apa.


Lalu ia mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi temannya yang sedang berada di kamar. "Tch, tidak ada sinyal!"


Reggie sudah tidak ada harapan lagi untuk keluar dari sana. Meski ada ventilasi udara, tetapi ia tidak muat untuk masuk ke dalam sana.


"Baiklah! ku pasrahkan semua pada takdir" Reggie memberanikan diri untuk keluar dari bilik kloset dan kembali ke depan pintu.


Sembari memegang kenop pintu, Reggie menghela nafas dan sedikit gemetar. Ia seperti merasa akan ada sesuatu yang buruk di balik pintu ini.


"Persetan dengan semuanya!" Reggie memberanikan diri untuk membuka pintu.


...[KREETTTTT]...


Reggie membuka dan langsung membeku setelah melihat siapa di depannya. Seorang polisi berbeda dari yang lainnya berdiri tepat di depan Reggie yang baru saja membuka pintu.


"Aa . . . a . . . . " Reggie gemetar.


Ternyata itu adalah Michael Kors yang sedang mengambil alih tempat dan bangunan itu sebagai keinginannya. Kors kembali menatap Reggie dengan tatapan mengerikan sehingga membuat Reggie diam membeku akibat terkejut.