CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Evolusi Kristal



Kami semua dibuat terkejut dengan Lazarus yang sebesar ini. Tinggi yang bisa ku tebak, adalah sekitar 60-70 meter. Namun masih ada sesuatu yang harus ku telusuri lebih lanjut.


Aku berjalan mengikuti kemana arah platform ini menuju. "Kurasa disini ada ruangan lagi!"


Aku memanggil yang lain setelah aku melihat suatu bangunan yang lumayan besar. Aku memiliki perasaan aneh untuk memasuki bangunan itu. Aku melihat ke pintu sejenak untuk mengisi mental ku.


"Perasaan kita sama, Kevy!" tiba-tiba Akuta merangkul ku dari samping.


"Tunggu, kau juga merasakannya?" pinta ku.


Tanpa pikir panjang, Akuta masuk pertama memasuki bangunan itu.


"Awas Akuta! jika saja di sana ada jebakan!"


"Wow!" teriak Akuta dari dalam.


Karena aku dibuat penasaran, aku ikut masuk ke dalamnya. "Ada apa Akuta?"


Di dalam, banyak sekali mesin-mesin yang belum pernah kulihat sebelumnya. Tapi daripada itu semua. Mataku tertuju pada sesuatu mesin di depan mataku. Aku berjalan mendekatinya sembari melihat mesin itu lebih dekat.


"I . . .ini kan . . ." aku mengambil kristal berwarna kuning.


"Kalau tidak salah, kristal ini milik Kyo sebelumnya" seingat ku.


"Oh mesin itu . . . ." Nelson mengejutkanku.


"WAAAAAAA!" Aku terkejut setelah baru sadar kalau ada Nelson dan Reggie di sebelah ku.


"Mesin itu, untuk evolusi kan?" tebak Reggie.


"Yap, itu memang benar mesin itu" girang Nelson.


"Tunggu sebentar, apa maksud kalian?" bingung ku.


Kyo yang melihat kristal berwarna kuning, ia pun menghampirinya. "Hei, itu kristal ku!"


"Bisakah kau jelaskan, mengapa kristal mu bisa disini?" pinta ku.


"Eh? aku belum bilang ya?"


"Kurasa aku tahu alasan mengapa kristal Kors langsung dalam mode Oblivion" Akuta ikut nimbrung.


Aku kembali ingat kalau aku memiliki kristal ungu milik Kors sebelumnya. "Oh iya, mungkin aku baru sadar," lalu aku ambil kristal itu dari saku ku.


"Seperti yang bisa dilihat, kristal itu terang setelah memasuki mode Oblivion" teori Akuta.


"Wah, itu benar. Berbeda dengan kristal yang lain." Aku terpukau sembari membandingkan kristal ungu dengan yang lain.


"Jika memang mesin ini jawabannya. Aku tahu mengapa kristal mu diambil, Kyo" Akuta sudah tahu semuanya.


"Teori yang bagus Akuta. Semua tebakan mu itu tidak ada yang meleset!" apresiasi Nelson.


"Lagipula di dalam mesin ini, juga memiliki 20 slot berbentuk kristal" Kyo mengamatinya.


"Jadi tunggu apa lagi?" aku tak sabar.


"Tunggu dulu!" tegas Jetsu.


Semua orang menoleh ke arah Jetsu. Ia datang menghampiri kami. "Jika semua kristal sudah memasuki Oblivion, maka semua kristal harus disatukan menjadi Cryptide."


"I . . . iya aku tahu. Memangnya kenapa?"


"Apa kau masih belum mengerti Kevy?" dia memegang pundak ku.


"Ehh?" seketika aku baru menyadari sesuatu.


"Itu benar Kevy!" Jetsu memandang semua orang. "Diantara kita semua, harus ada satu orang yang menjadi pengguna Cryptide selanjutnya. Dan itu hanya satu!"


Semua orang saling memandang satu sama lain. Wajah egoisme sudah terlihat, berharap orang itu yang akan mendapatkannya.


"Lupakan itu sementara. Bagaimana jika kita masukkan saja dulu semua kristal di mesin ini? kita bicara lagi setelahnya. Kalian pikir tempat ini sedang baik-baik saja?" tegas Orez.


"Itu benar. Setidaknya ubah saja menjadi Oblivion terlebih dahulu" Robin setuju.


Semua orang berpikir sejenak. Namun Kenko langsung menghampiri mesin itu. "Mengapa harus berpikir?" lalu Kenko memasukkan kristalnya ke dalam slot mesin itu, "kita semua ini teman bukan?"


Semua orang semakin dibuat terdiam oleh Kenko. Kemudian Yuusha dan Mako ikut memasukkan kristalnya ke dalam slot mesin itu juga. Disusul dengan Wax, Robin, dan Reggie. Lalu Bryan memasukkan kristal putih milik Drop sebelumnya dan miliknya. Akuta langsung memasukkannya bersama dengan Orez. Lalu Jetsu yang terakhir sebelum aku.


Tersisa diriku. Pertama, aku memasukkan kristal-kristal yang pernah ku jarah sebelumnya. Lalu, akhirnya aku memasukkan Sci-Libur ke dalam mesin itu.


"Nelson, aku tidak tahu cara mengaktifkannya."


"Tenang saja, aku lumayan mengerti soal ini" lalu Nelson menutup mesin itu dan menguncinya.


Setelah itu, ia mencari komputer yang menyambung ke mesin itu. Kemudian ia mengotak-atik komputer nya untuk mengaktifkan mesin tersebut.


[BZZZZTTTT]


Suara dari kristal sepertinya telah berbunyi. Mungkin sudah waktunya untuk mengambilnya setelah pintu mesin terbuka.


"Yah, mungkin kalian sudah dapat membuka mesin itu" Nelson mempersilahkan.


Mungkin sudah waktunya untuk membuka pintu mesin ini. Jetsu mewakili untuk membuka pintu mesin itu.


"Astaga, lihat itu . . . . ." Jetsu tercengang.


Semua juga ikut tercengang melihat semua kristal menjadi terang seperti neon.


"Jadi, inikah Oblivion?"


Aku yang duluan mengambil kristal Sci-Libur. Lalu aku mengambil semua kristal untuk ku bagikan ke mereka.


Pertama kuberikan kristal merah kepada, "Akuta."


Dia mengambilnya, "Oh, trims."


Lalu kuberikan mereka semua kristal yang sebelumnya sudah kuberikan satu persatu. Kristalnya tersisa 6. Nelson kuberikan kristal WhiteMoon 11. Dan Yue kuberikan kristal NeonKick 10.


"Baiklah, semuanya sudah kebagian?" pinta ku.


"Ya, aku tidak sabar ingin melihat mode mecha nya!" girang Orez.


"Ya, tapi kita but--"


...[SRRRTTTTT]...


Dari arah pintu, ada seseorang yang masuk. Dia datang dengan gaya elegan. "Wah wah wah, lihat semua ini!"


"D . . .David?"


Ternyata dia adalah David yang berhasil menjumpai kami kembali disini.


"A . . . apa yang kau lakukan disini?"


"Loh? ini kan tempatku? mengapa ini terbalik ya?" heran David.


"Yah, dia tidak salah sih" Kenzu setuju.


"Kau sudah lihat apa yang ada di seberang platform sana bukan?"


"Lazarus raksasa?" aku memastikan.


"Exactly!"


"Lalu apa yang akan kau lakukan dengan itu?" pinta Jetsu.


"Aku disini hanya memperingatkan . . . . ."


"Memperingatkan?"


Semua orang bingung. Namun tiba-tiba ada suara seperti hempasan angin dari arah dinding.


...[SWUSSHHHHHH]...


...[BTRRRRRRRRR]...


Tinju raksasa dari Lazarus, melesat menembus dinding. Semua orang terpental sampai terbentur.


"Aku hanya memperingatkan!" tawa David sembari berdiri di atas kepalan tangan Lazarus raksasa itu.


Aku melihatnya sembari tersungkur. "S . . .s . . . sial . . . ." geram ku.


Mustahil, kami akan melawan suatu robot mecha raksasa berkekuatan chip juga. Dan semenjak kristal kami sudah mencapai mode Oblivion, kami akan melawannya.


Bersama-sama!