
...[Kembali ke masa sekarang]...
Jetsu baru saja menceritakan hal yang terjadi padanya 10 tahun yang lalu kepadaku yang terjadi dengan kepolisian sekarang, wajah nya serta faksi nya dimiliki oleh Jetsu dari dulu.
"Lalu kapan kau membuat topeng mu?" aku bertanya kepada Jetsu.
"Sekitar dua tahun yang lalu. Yaitu beberapa bulan setelah aku terbangun dari koma" Jetsu membuat hasil dari kerajinan tangannya sendiri.
"Lalu bagaimana kau membuat faksi ini?"
"Bagaimana kau tahu ini adalah sebuah faksi?"
"Dari semua yang ku amati, itu juga karena aku melihat papan di atas bartender itu yang bernama Black Cafe. Aku pernah melihat nama faksi ini di salah satu daftar faksi ketika aku sedang berada di gudang gedung Libero"
Aku seolah olah mengenal faksi ini.
"Apa yang kau lakukan di gedung itu?"
"Eum . . . .tidak ada . . ." jelas aku berbohong.
Itu adalah asal usul aku bisa menemukan kristal Sci-Libur ini di dalam gedung itu. Jetsu mungkin sedikit mengabaikan apa yang aku katakan.
"Mako, bisakah aku meminta peta negara Mechroid?" Jetsu meminta tolong asistennya.
"Sebentar kapten" kemudian Mako dan Kenko menghampirinya dan mengantarkan sebuah peta negara Mechroid kepadaku dan Jetsu.
"Terima kasih, Kevy tolong lihat" lalu kami berdua sama-sama berdiri ingin melihat peta itu.
Jetsu kemudian menunjuk salah satu lokasi.
"Kita berada di sini . . . ." ternyata selama ini aku berada di kota Extrobile selatan,
"Hmm, Extrobile selatan" aku mengangguk.
"Di sekitar kota Extrobile ini ada rahasia yang belum diketahui semua orang" Jetsu menggerak gerakan jarinya di sekitar peta itu.
"Oh, sepertinya aku tahu sesuatu" kemudian Kenko ikut berunding.
"Apa yang kau tahu?" aku bertanya kepada Kenko.
"Apa kau masih ingat dengan berkas Cryptide yang aku pernah ceritakan kepadamu?"
"Iya aku mendengarnya"
"Di bawah salah satu bendera di kota Extrobile, para prajurit mecha menyembunyikan sebuah pesan yang belum pernah dibuka olehnya semenjak pemuda itu memberinya surat" Kenko mengingat sesuatu.
"Oh, di kala itu dimana pertempuran prajurit mecha dan manusia bersenjata super mengalami perang yang sangat sengit, bahkan sampai membuat dunia mendengar kabar itu dan di siarkan di televisi hologram"
akhirnya aku mengingat berkas dokumen tentang Cryptide itu.
"Ya, rencananya adalah squad kami akan mencari bendera itu sampai ketemu" Jetsu merapihkan kembali peta itu.
"Awalnya rencana ku ingin kesana setelah aku bertemu dengan Kenko, tapi aku malah langsung pergi ke kota Sedecy untuk mencari kristal selanjutnya. Tapi setelahnya aku malah bertemu dengan Bryan sehingga membuatku lupa dengan tujuan ini" aku mengingat-ingat.
Kemudian peta itu dibereskan kembali dan diberikannya kepada mako, lalu disimpan kembali oleh-nya.
"Jadi, apakah kau akan ikut?" Jetsu mengajak untuk bersalaman seperti ingin bekerjasama.
"Tentu" tapi aku tidak bersalaman dengannya, melainkan tanganku berpose seperti gunting.
Jadi yang dimaksud adalah aku mengalahkan Jetsu dalam permainan Gunting, batu, kertas secara tidak langsung
"Sial, kau pintar" hal itu membuat Jetsu tertawa, lalu kami melakukan tos seperti teman baru.
...[Sementara itu di markas MPD]...
Drop dan Bryan sedang berdiri dan menunduk di depan meja atasannya, sepertinya mereka sedang menunggu apa yang akan dikatakan oleh kaptennya itu.
"Aku tidak ingin mendengar kabar buruk dari kalian" kaptennya berharap akan sesuatu.
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin" Drop mengatakannya dengan wajah sangat takut,
"Jika kalian belum mendapatkannya maka kalian belum maksimal" kaptennya menegurnya,
"M . . .maaf, tadi ada seseorang yang menghalangi kami" Drop menggaruk kepalanya dan menjelaskannya kepada kaptennya,
"Loh, siapa lagi?" kaptennya kembali ke mode serius.
"Seseorang yang juga pengguna kristal berwarna coklat, sepertinya dia sudah memiliki mode Breaker" Bryan ikut menjelaskannya.
Kemudian kaptennya menampar meja dan membuat mereka berdua terkejut gemetar dengan menunduk.
"Tidak mungkin ini bisa terjadi" kaptennya memegangi kepalanya seperti mengingat akan suatu hal.
"Apa maksudmu?" Bryan berbicara.
Kaptennya berdiri dan berjalan ke arah jendela.
"Sekitar 10 tahun lalu, aku menghancurkan gedung MPD setelah mengalahkan kaptennya" Kaptennya melihat ke luar jendela sambil bersandar ke kaca.
Drop dan Bryan melihat ke wajah kaptennya.
"Aku akan mengatakan sejujurnya. Aku harus mengatakan ini karena kita mungkin sudah mendekati perang Mechroid kembali" kaptennya menunduk dengan memegang kaca jendela.
"A . . . apa maksudmu kapten?" Bryan masih kebingungan.
"Sebenarnya, umur ku kemungkinan sudah sekitar 200 tahun" dia membuka topengnya,
"a . . . apa?" Bryan dan Drop terkejut.
"Seperti yang kalian tahu sendiri namaku adalah Michael Kors, aku adalah orang yang telah memecahkan pedang Cryptide sebelumnya" Kors melepas sarung tangannya yang tangan Kors penuh dengan luka bakar.
Drop dan Bryan terdiam dengan wajah seperti tidak percaya dan tatapan ke arah kaptennya.
Dalam ruangan itu seketika menjadi hal yang mengejutkan sekali untuk Bryan dan Drop.
"Tanganku penuh dengan luka bakar akibat aku menggunakan Cryptide terlalu keseringan" Kors kembali memakai sarung tangannya, ia juga meletakkan topengnya di meja.
Drop dan Bryan masih mendengarkan kaptennya dengan wajah kecewa.
"Aku sangat menyesal sekali melakukan hal itu . . . ."
"Aku turut prihatin kapten" Bryan menenangkannya,
"Andai aku bisa menggunakannya lagi dan menghancurkan semua orang-orang di luar sana, hahahahahahah" kaptennya tertawa dengan memegangi wajahnya seperti tidak menyesal dengan perbuatannya.
Hal itu membuat Bryan dan Drop dibuat sangat amat kecewa dengan kaptennya sendiri, "Pria bedebah ini, tch" Bryan sangat kesal dengannya.
"Maka itu, besok kita akan pergi ke kota Extrobile barat untuk pergi ke monumen bendera" Kors kembali mengangkat wajahnya dan menatap mereka berdua,
"Apalagi kali ini?" respon Drop dengan wajah kesal,
"Kalian akan mencari pesan yang dikubur ratusan tahun yang lalu dibawah salah satu bendera disana, kemudian kita akan mengetahui apa yang pemuda itu tulis ketika ia berada di tahun itu" wajahnya masih tersenyum,
"Darimana kau tahu kalau pesan itu dibuat oleh seorang pemuda ratusan tahun yang lalu?"
"Oh jelas aku mengetahuinya, roh ku selalu berkeliling di berbagai dimensi untuk memantau" dia memegang kristalnya yang berwarna ungu,
"Roh mu? bagaimana roh mu bisa berkeliaran dimana-mana?" heran Bryan.
Kors kemudian menggenggam kristalnya erat-erat, "Dengan Glitch!" ia tersenyum mengerikan.