CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Kristal vs Chip



Mereka adalah pengguna chip. Aku tidak tahu-menahu soal chip ini. Yang kutahu chip itu hanyalah sebuah alat yang membuat masa ini menjadi modern, full teknologi. Tetapi ternyata ini sangatlah beda dari yang kupikirkan sebelumnya. Chip ini dapat mentransformasikan seseorang menjadi robot atau mecha yang disebut "Lazarus."


"Saguru, Shippu, bawa Kors pergi dari sini. Antar dia menuju Rebooter" perintah David.


"Rebooter?" aku penasaran.


"Mayat ini? sial, baiklah. Dia memang sudah benar-benar menjadi mayat. Ayo Shippu!" Saguru menarik Kors, dibantu oleh Shippu untuk pergi dari ruangan itu.


Tersisa David, Jean, dan Jack. Mereka bertiga memiliki kristal.


Aku berniat untuk bertarung lagi, tapi Akuta menahan ku. "Kau istirahat saja dulu Kevy."


"Itu benar. Ini saatnya untuk kami" disusul oleh Wax yang berdiri di samping Akuta.


"Tidak akan ku tahan kembali!" Bryan berdiri di samping Akuta juga.


Kini mereka bertiga akan bertarung melawan para pengguna chip. Masing-masing pengguna sudah mengangkat kristal dan chipnya masing-masing.


"Bersiaplah teman-teman!" Akuta memberi aba-aba.


"Menurutmu begitu?" ucap David.


"Hah?" Wax tidak mengerti.


"Lupakan, ayo kita berubah" Akuta memanaskan suasana.


"Create, Armor, Up!" mereka bertiga bertransformasi menjadi mecha form.


"Baiklah, aku akan mulai duluan!" Wax menciptakan bola hologram dari kakinya.


"Charge!" lalu mereka bertiga ikut bertransformasi menjadi Lazarus.



Dari milik David. Lazarus nya sangat berbeda dari yang lain. Lazarus sebelumnya tidak memiliki senjata. Kali ini Lazarus David mempunyai pedang yang sangat terkesan modern sekali. Nama dari Lazarus ini adalah, Lazarus Nova.


"Sudah lama sekali aku tidak menggunakan Lazarus ini!"



Lalu Lazarus milik Jean. Sepertinya Lazarus ini sangat enteng sekali dilihat-lihat. Dari armor nya yang tebal, tetapi tipis. Kemudian memiliki sayap penyeimbang gerakan. Lalu senjata yang muncul dari pergelangan tangannya seperti pedang tersembunyi. Nama dari Lazarus ini adalah, Lazarus Blizzard.


"Rasakan sensasi dingin ini!" mendadak seketika ruangan menjadi es setelah Jean menapakkan kakinya di setiap lantai.



Lalu terakhir, Lazarus milik Jack. Semenjak ia tidak menggunakan kristal, ternyata kerjaannya adalah seperti ini. Sepertinya armor dan senjata Lazarus ini rada familiar dengan mecha form milik Akuta. Nama dari Lazarus ini adalah, Lazarus Bloodlust.


"Sekarang dengar nyaringnya gergaji ku ini!" celetah Jack.


Akuta tidak mundur. Malah ia semakin bersemangat untuk melawan Jack. "Wah! akhirnya aku memiliki tantangan yang sangat amat payah!" ejek Akuta sembari menyaring kan gergajinya juga.


"Aku akan melawan Jean!" Wax meminta.


"Kalau begitu, aku akan melawan David!" Bryan menodongkan senjatanya ke wajah David.


"Cobalah kain kali . . ."


...[DUGGGGGG]...


David menendang senjatanya Bryan ke atas. "Lain kali janganlah lengah ya!" David menggenggam pedangnya, lalu ia mengayunkan pedangnya ketika Bryan sedang lengah melihat senjatanya yang terlempar ke atas.


...[DUGGGGGG]...


Tanpa melihat, tiba-tiba David ditarik oleh Bryan. Setelah itu dilemparkan lah David ke temannya yang lain. "Jangan pernah mencoba coba juga melawan mantan polisi, ok?" Bryan mengambil senjatanya kembali yang terjatuh.


"Sial, orang ini!" kesal David.


Jean menahan David yang ingin kembali menyerang. "Sabar dulu David. Kau hanya akan terbunuh olehnya. Lagipula kamu tidak terlalu memiliki skill petarung kembali" risau Jean.


"Ya, apalagi disaat seperti ini" Jack setuju dengannya.


"Sekarang giliran ku!" Jack maju dengan gergajinya itu.


"Kesalahan besar!" Akuta juga maju sembari memicu gergajinya itu.


...[TANGGGGGG]...


Mereka sudah sama-sama saling beradu mesin gergaji, tangan ke tangan.


"Jadi ini pekerjaan kotor mu setelah kalah dari Kevy? dasar menyedihkan!" ejek Akuta.


"Setidaknya aku masih bangkit dalam keterpurukan, bocah tengik diam saja!" Jack mendorong lebih kuat lagi.


Akuta semakin didesak. Lazarus milik Jack sangatlah kuat, sehingga membuat Akuta berat untuk menahan dorongannya itu.


"Jika begini terus," Akuta memutarnya setelah ia semakin di desak.


"Eh?" Jack yang sudah sangat kuat mendorongnya, tiba-tiba ia terjatuh karena sudah tidak ditahan oleh Akuta kembali.


"MAKA TIDAK AKAN ADA GUNANYA!" Akuta mengayunkan gergajinya dari belakang.


...[BZZZZTTTT]...


Akuta terpental. Ia diserang ketika hendak mengayunkan pedangnya. "Akhh."


"Huh?" Jack terkejut ketika ia tidak jadi diserang.


"Sudah kubilang, aku akan membantu kalian dari belakang" David baru saja menebas Akuta dengan pedangnya sampai ia terpental.


Akuta terpental sampai kembali menjadi human form. Lalu ia ditolong lah oleh Yuusha setelah dihampirinya.


"Akuta!" Yuusha berusaha membangunkannya.


"Kurasa . . . . . aku mencintaimu Yuusha" ucap Akuta yang setelahnya matanya terpejam.


"Eh?" Yuusha menepuk pipinya, "Akuta?"


Tidak ada respon darinya. "Akuta?!" Yuusha tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang. Lalu ia menangis, Yuusha menciumnya saat ia tidak sadar.


Setelah itu Akuta membuka matanya, "Ha."


"Eh?" Yuusha terkejut.


Akuta tiba-tiba bangun dan langsung meregangkan otot nya. "Entah mengapa aku merasa jadi semangat!"


"Tunggu, Akuta? kau berpura-pura mati?" Yuusha terkejut.


"Kurasa begitu" Akuta menoleh ke wajah Yuusha dengan tersenyum.


"A . . . . .ku . . . . .ta!" Yuusha mengepalkan tangannya sembari menahan emosinya.


"Baiklah pertunjukkan akan dimulai!" Akuta kembali mengangkat kristalnya.


David, Jean, dan Jack melihat ke arah Akuta.


"Dan aku, akan menjadi peran utama dalam pertarungan kali ini!" Akuta melemparkan kristalnya ke atas.


"Create, Armor, Up!" Akuta bertransformasi kembali menjadi mecha form.


Tapi kali ini Akuta sudah mengganti modenya menjadi yang lebih baru.



Mode Hyper milik Akuta yang jauh lebih keren dari sebelumnya. Gergaji di tangannya lebih besar di banding sebelumnya. Pertarungan ini akan lebih menarik untuk kedepannya.


Jack sudah tidak sabar ingin bertarung dengannya kembali. "Perubahan yang bagus," lalu Jack mengangkat tangannya, "sekarang ayo maju!"


Jack maju dengan cepat mendatangi Akuta. "Ouh, tentu!" Akuta meresponnya dengan ikut menyaring kan suara gergajinya.