CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Dibalik Bar



Aku dan Kenko sedang berada di pom bensin yang berada di kota Breeze. Malam ini sangat dingin sekali karena sebentar lagi sudah natal, sehingga salju juga sudah mulai turun. Namun aku tidak peduli selama aku masih menjadi buronan para MPD,


"Dingin sekali malam ini, sepertinya aku ingin ke toko baju terlebih dahulu untuk membeli sweater"


"Baiklah" aku mampir ke toko baju, namun sayangnya uang ku berada di ATM.


Hp ku sudah rusak karena kecelakaan sebelumnya bertarung dengan Bryan. Padahal aku juga bisa membayar lewat hp ku, tapi tenang saja karena data data di hp ku sudah ku cadangkan di cloud.


"Sepertinya aku juga akan membeli hp baru setelah kita pergi ke ATM" Kenko hanya mengangguk saja sambil meminum smoothies.


Kemudian aku kembali ke dalam mobil setelah mengisi bensin. Setelah aku memasang sabuk pengaman, aku melihat dari kaca mobil. Aku merasa seperti ada orang yang mengawasi kami . . . .


"Kenko, sepertinya kita tidak akan pergi ke ATM" aku melihat ke belakang, kemudian aku menginjak gas dan dengan tenang meninggalkan pom bensin itu.


"Ada apa memangnya?" Kenko keheranan.


Aku tidak menjawab karena aku masih sedikit cemas dengan keadaan di belakang. Ketika sudah rada jauh dari tempat itu, Kenko melihat ke belakang.


"Kenapa mobil itu sedari tadi mengikuti kemana kita pergi?" Kenko menunjukan mobil yang berada di belakang.


"Hah?!" aku langsung melihat ke belakang, kemudian aku menambah kecepatan dengan mengganti gigi mobil ku.


Mobil itu juga menyamakan kecepatan seperti pertanda sesuatu. Karena aku kesal, kemudian aku menepi di jalanan yang sepi. Mobil itu juga menepi dan berhenti di belakang ku,


"Tunggu disini Kenko, aku tidak akan lama" aku keluar dari mobil dan mengecek kenapa orang itu mengikuti kami.


Tidak berselang lama orang itu keluar dari mobil nya, dia seperti memegang sesuatu dari tangannya. Dia menggunakan masker, kacamata, dan tudung dari hoodie nya. Tentu saja aku waspada kepada orang itu. Tapi ketika dia sudah di depan ku, dia membuka masker dan tudung nya.


"Oh maaf anak muda, tapi sepertinya kau menjatuhkan ini" ternyata itu adalah seorang kakek kakek yang mengantarkan barang yang aku tidak tahu.


"Maaf kek, tapi sepertinya itu bukan milik ku" Aku tidak merasa mempunyai permen karet.


"Oh benarkah? maaf sepertinya aku salah mengantarkan ini kepada seseorang. Sia sia aku mengikuti orang yang salah" Kakek itu bersedih dan ingin kembali ke mobil nya.


"Ya maaf sekali kek" Aku merasa bersedih kepadanya.


Ketika dia ingin berjalan kembali ke mobil nya, tiba tiba dia terjatuh.


"Ehh . . . perhatikan jalan mu kek" kemudian aku segera menolongnya untuk berdiri.


"Ahh, terima kasih anak muda" dia berdiri dengan perlahan, ia menyentuh mobil ku untuk membantunya berdiri.


Kemudian aku mengantarkan nya ke mobil nya, lalu dia masuk ke dalam mobilnya.


"Terima kasih nak, ini untuk mu. Daripada ini terbuang percuma" Kakek itu memberikan permen karet yang tadi dia temukan sebelumnya.


"Ahh, terima kasih kek. Hati hati di jalan" dia menutup pintu mobil nya dan pergi dari sana.


Lalu aku juga kembali ke dalam mobil ku untuk melanjutkan perjalanan.


"Kakek itu memberikan permen karet ini, memang hari yang baik" Aku juga membagi permen nya kepada Kenko.


...[Sementara itu kakek yang tadi sudah pergi dari tempat itu]...


Ketika orang itu sudah jauh dari mobil Kevy dan Kenko, dia mendapatkan telpon dari seseorang.


"Bagaimana keadaannya?" kata seseorang di dalam telpon.


"Berjalan dengan lancar, kendala nya hanya butuh waktu lama saja untuk membuat nya berhenti" kakek itu seperti memberikan laporan tadi.


"Bagus, sekarang tinggal kita aktifkan saja" orang yang di dalam telpon itu senang.


"Ya lagipula . . ." kemudian Kakek itu seperti membuka topeng nya dan ternyata . . .


"Aku juga sudah memasang pelacak di belakang mobil nya" Ternyata orang yang menyamar menjadi kakek kakek tadi adalah si Drop, yaitu partner nya Bryan.


Setelah beberapa blok, Drop masuk ke dalam gang dengan mobil nya. Drop memarkirkannya di belakang salah satu bangunan di sana.


Drop keluar dari mobil itu dan berjalan menuju pintu. Ketika Drop ketuk, ada seseorang yang menampakkan wajah nya lewat celah di pintu nya.


"Kata kunci nya?" orang itu sepertinya adalah seorang penjaga di tempat itu.


"Slash the Class" Drop menyebut kata kuncinya kepada orang itu.


Lalu penjaga itu menutup kembali celah pintu nya, kemudian dia membuka pintu di sana dan mempersilahkan Drop untuk masuk. Ketika Drop masuk, ternyata tempat itu adalah suatu bar rahasia di dalam gang yang tersembunyi di salah satu kota ini.


Drop berjalan ke bartender dan duduk di samping seseorang,


"Wew, bisa semudah itu kau memanipulasi nya. Apakah dia tidak curiga?" ternyata orang di samping nya adalah Bryan, dari tadi mereka berkomunikasi satu sama lain selama Drop di sana.


"Yah, sepertinya orang seperti dia gampang dimanipulasi. Tapi aku juga tetap waspada kepadanya" Drop menjelaskan kejadian tadi.


Lalu ada seorang wanita yang menjaga bartender itu mendatangi tempat Drop dan Bryan duduk.


"Apa yang ingin kau minum?" Drop menawarkan minum untuk Bryan.


"Aku tidak minum alkohol" Bryan tersenyum sambil meminum sesuatu.


"Lalu apa yang kau minum?" Drop keheranan.


"Es teh manis" Bryan kemudian kembali meminum nya.


Drop sangat keheranan dengan Bryan sampai Drop diam saja. Ketika es teh nya Bryan sudah habis, Bryan meminta sesuatu ke wanita bartender itu.


"Huh, apa yang kali ini kau pesan? es kelapa?" Drop menyindir Bryan.


Bryan tidak menghiraukan Drop, kemudian dia membisiki wanita bartender itu dan mengatakan sesuatu seperti kata kunci.


"Baiklah, ikuti aku tuan" bartender itu mengajak mereka berdua untuk mengikutinya.


"Ehh tunggu sebentar Bryan, kita mau kemana?" Drop memegang bahu Bryan dengan muka cemas namun dengan wajah memerah.


"Sudah ikuti saja" Bryan dan Drop mengikuti wanita bartender itu ke suatu ruangan di belakang bar nya.


Kemudian wanita itu mengecek sekitar jika tidak ada orang yang mengikutinya selain Bryan dan Drop. Ketika merasa sudah aman, dia memasukan kata sandi dengan hp nya.


Beberapa saat kemudian menunggu, terbukalah pintu di depannya.


"Silahkan masuk tuan tuan" wanita itu mempersilahkan masuk Bryan dan Drop ke suatu ruangan yang sangat mewah.


Ketika sudah masuk, Bryan diberikan sebuah kartu dari wanita itu. Kemudian pintu kembali ditutup.


"Wow, kau sepertinya tahu banyak tentang bar ini" Drop terpukau.


"Ini adalah kamar ku bodoh" Bryan ternyata memiliki tempat tinggal dibalik bar selama ini.


"Tunggu, Ini tempat tinggal mu?" Drop tercengang seolah tidak percaya itu adalah tempat tinggal nya.


Bryan hanya tersenyum, kemudian dia duduk di sofa di sana. Kemudian dia mempersilahkan Drop untuk duduk di sofa yang ada di depannya.


"Kembali ke pembahasan" Bryan kemudian kembali ke mode serius.


Drop tersenyum dengan muka jahat . . . .


"Kau tidak pernah berhubungan dengan wanita tadi kan?"


Bryan hanya tersenyum


"Tidak pernah kan?????!!!"