CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Balas Dendam Dadakan



...[Kembali ke momen]...


"Jadi bagaimana kalian bisa terdampar disini?" tanya ku,


"Aku ingin menanyakan hal yang sama" Orez bertanya balik.


"Ceritanya panjang, kita tidak bisa bercerita disini" jawabku.


"Baiklah, ikut kami" Orez mengajak kami semua.


...[BRRRRSTSTTT]...


Mobil SportSpeed diserap ke dalam kristal, "Tunggu, bagaimana kau bisa melakukan itu?" kaget ku.


"Mobil itu berasal dari kristal ini" Orez menunjukkan kristal oranye miliknya.


"Dan bagaimana kau bisa mendapatkan kristal itu?" tanya Akuta sembari menunjuk kristalnya.


"Sudah kubilang, ceritanya panjang" jawab Kenzu sembari tersenyum.


"Yah, intinya aku senang kalian berdua baik-baik saja" Kenko senang.


Kami berjalan sekitar beberapa blok, tidak jauh dari lokasi bertarung sebelumnya. Setelah kami dibawa ke tempat dimana Orez dan Kenzu biasa beristirahat dan berkumpul, disana kami membahas cerita tentang Orez dan Kenzu bagaimana mereka terdampar di kota ini.


Mereka berdua bercerita panjang sampai detail dari kejadian hari itu. Begitu juga dengan Akuta bagaimana ia bisa terdampar juga di kota Xylencer bersama Yuusha (Cerita mengenai Orez,Kenzu & Akuta, Yuusha akan diceritakan pada seri novel spin off nanti).


...[Sementara itu di tempat lain]...


Kyo dan Yue berjalan entah kemana tujuannya. Mereka berjalan karena tidak memiliki tujuan lagi karena sudah tidak punya uang semenjak ia dibayar oleh Tye dari masa depan untuk kelompoknya untuk membunuhku pada waktu itu.


"Yue, kau bisa memakan dagingku jika lapar" kata Kyo.


"Lucu Kyo" Yue menanggapinya dengan candaan.


...[BUGGGG]...


Tiba-tiba Kyo menabrak seseorang, "jalan pakai mata bodoh."


"Jalan pakai kaki, bocah!"


"Eh, bukankah kau . . . ." Yue seperti mengenalnya.


"Siapa kalian?" itu adalah Jack yang kebetulan bertemu dengan mereka.


"Maaf, sepertinya temanku ini hanya tidak fokus melihat jalan, haha" Yue berusaha mendinginkan suasana.


"Karena aku memakai penutup mata, bukan berarti aku buta Yue" Kyo sedikit kesal.


Jack yang melihat mereka berdua seketika mengingat sesuatu, "hei, apakah kalian berdua ingin bekerja?" Jack menawarkan kerja.


"Kebetulan yang aneh, tetapi memang kami butuh pekerjaan" jawab Kyo.


"Pekerjaan apa itu?" tanya Yue.


"Member faksi" jawab Jack.


"Hah, aku benci itu" Kyo sempat menolak.


"Tunggu, faksi mu?" tanya Yue.


"Ya. Dan mengenai upah . . . " Jack membisikkan mereka berdua.


"Apakah termasuk dengan tempat tinggal?" Kyo dan Yue tergiur.


Jack tertawa.


...[Sementara itu]...


"Jadi tujuan kita selanjutnya adalah?" tanyaku kepada Orez.


"Baiklah dengar, aku benar-benar mendengar kabar ini ketika memasuki suatu gedung pada saat itu" Orez menyuruh semua orang untuk mendengarkannya.


"Ketika aku bersama Kenzu memasuki gedung perusahaan yang bernama Colaboratorium, aku mendengar bahwa ada sebuah mesin evolusi yang dapat mengubah kekuatan kristal secara instan dengan tempaan yang sangat khusus."


"Maksudmu, kristal itu akan otomatis memasuki mode Oblivion?" seketika membuatku tertarik.


"Ya, bisa saja kau langsung melewati tahap mode Breaker tanpa harus di kontrol oleh pengguna sebelumnya" Kenzu ikut menjelaskan.


"Namun lokasi itu berada di kota Sanctuary hills. Seperti yang kalian tahu keadaan kota Sanctuary hills itu seperti apa."


"Ya, sepertinya aku juga sempat mendapatkan suatu informasi yang sama seperti itu. Dan itu berada di dalam sini . . . " Akuta ikut memberi informasi dan memamerkan sebuah flashdisk yang isinya belum kami ketahui.


"Apa isinya?" tanya Bryan.


"Sebuah peta dan letak laboratorium di kota Sanctuary hills. Aku menemukannya ketika bertarung bersama seseorang di gedung yang kau sebut Colaboratorium itu." Akuta menjelaskan.


"Kapan kau kesana?" tanya Orez.


"Belum lama ini. Sepertinya aku memang berencana ke kota Sanctuary hills itu."


"Sepertinya kita sudah menemukan tujuan terakhir kita ya?" Yuusha ikut berbicara.


"Baiklah, besok kita akan bersiap untuk ke kota itu" rencanaku.


"Tapi kota Sanctuary hills itu jauh kan?" tanya Drop.


"Memang, maka itu kita membutuhkan bantuan seseorang" kataku.


Semua orang melihat kepadaku.


"Orez, antarkan aku ke kota Extrobile barat sore ini."


"Eh, bagaimana caranya?" Orez bingung.


"Aku tahu kau pernah melewati salah satu kota diantara Extrobile atau Geats.


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Momen itu . . . ." aku menceritakan tentang beberapa minggu yang lalu ketika aku diserang oleh Bryan dan Drop.


"Hmm, itu benar. Baiklah akan kucoba nanti sore, persiapkan saja dirimu."


Aku mengangguk, lalu tinggal menunggu waktu sore untuk berangkat kesana.