
Robin dan Bryan bertarung dengan sengit melawan Kors dengan form yang dibawah Kors. Kekuatan Kors sangatlah mengerikan sekali. Ia berkali-kali melemparkan lubang hitam yang menyerap sekitarnya melesat ke Robin dan Bryan.
Dikarenakan Robin dan Bryan adalah pengguna kristal Range atau bisa disebutnya penembak, mereka sebisa mungkin untuk menghancurkan lubang hitam itu menjadi partikel-partikel kecil sampai tidak dapat menarik benda-benda disekitarnya kembali.
Teman-teman yang lain berniat untuk membantu. Tetapi mereka mencari kesempatan terlebih dahulu sampai celah serangan terbuka. Akuta sudah sangat bersiap dengan gergajinya. Begitu juga dengan yang lain sudah sangat siap dengan senjatanya masing-masing.
Kemungkinan yang akan membuka celah serangan ini adalah, hanya Yuusha seorang. Yaitu pengguna kristal merah Puppeteer Constantine.
"Apa kau tidak bosan melemparkan itu kepada kita hah?" canda Robin.
"Mungkin dia tidak ada bakat lain selain itu, haha!" Bryan juga ikut memanasnya.
Kors menghiraukan perkataan Robin dan Bryan. Ia masih tetap melemparkan lubang hitam yang ia ciptakan tanpa batas itu. Meski tampangnya sangat mengerikan, tetapi ia hanya bisa spam kekuatan yang menurutnya sangat kuat itu.
"Jika seperti ini terus, tidak akan ada habisnya!"
Robin menciptakan anak panah spesial lagi dari tangannya.
"Dengan begini," Robin mulai menarik anak panahnya dengan busurnya, "habislah sudah!"
"Cosmic Cross!" Robin melepaskan anak panahnya setelah mengeluarkan jurusnya.
Anak panah itu melesat mengarah ke wajah Kors. Kors yang melihat anak panah itu melesat kepadanya, ia langsung menciptakan lubang hitam yang lebih besar dari sebelumnya dan melemparkannya ke anak panah itu.
...[BZZZZTTTT]...
"A . . . apa?" Kors terkejut.
Anak panah Robin berhasil menembus dan menghancurkan lubang hitam miliknya sebelumnya.
"Yes!" semua teman-teman yang lain meriah.
Robin merasa jika ini semua akan berakhir. Tetapi,
...[TAPPPPPP]...
"Eh?" Bryan terkejut.
"M . . . mustahil . . . " semua orang terkejut.
Begitu juga dengan Robin yang berekspresi tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.
Pecahan partikel lubang hitam yang melayang, perlahan memperlihatkan Kors yang muncul dari balik partikel-partikel itu. Hebat sekali ia bisa menangkap anak panah milik Robin.
"T . . . tidak dapat dipercaya," Kors tertawa, "sekarang, nikmatilah."
Kors mematahkan anak panah itu,
...[DUARRRRR]...
Anak panah itu meledak setelah dipatahkan dengan satu tangan Kors. Ledakan itu menjadi partikel-partikel cosmic kecil yang memicunya ledakan. Semua orang terpental dan membuat mereka semua kewalahan, sampai semua orang menjadi human form kembali.
Kors berbalik dan berniat untuk terbang menembus atap. Tetapi,
...[TAPPPPPP]...
Seseorang menangkap kaki Kors sebelum ia benar-benar terbang. Hal itu membuat Kors sedikit tergelincir akibat tarikan orang itu.
Kors bangkit berdiri kembali. "Hah? siapa itu?"
Orang yang memegang kaki Kors adalah, Jetsu yang sudah terluka. Meski ia dalam human form, tetapi kekuatan fisiknya sampai bisa menarik Kors yang menggunakan armor mode Oblivion itu.
"Ouh, ternyata hanya rival lama" tawa Kors yang membungkuk sembari mencekik leher Jetsu.
"Bunuh aku jika kau merasa paling kuat!" tegas Jetsu.
Kors tertawa. "Tidak-tidak, aku tidak akan membunuhmu sebegitu cepatnya."
"Bahkan orang selemah ku masih dapat mengalahkan mu!" hina Kors.
Jetsu merasa tersinggung. Dengan cepat, Jetsu reflek berdiri untuk melakukan serangan cepat. Lalu ia menarik kepalanya, dan dibenturkan kepalanya ke dengkulnya sampai helmnya sedikit pecah.
Meski tidak sampai membuat kerusakan yang parah, setidaknya Jetsu masih ada tekad untuk melawannya. "Kalau kau merasa pemenangnya, MAJULAH!" Jetsu memberanikan diri untuk kembali menyerangnya dengan melompat dari dengkulnya Kors lalu membenturkannya di dengkulnya Jetsu kembali.
...[BRUGGGG]...
Kali ini Kors berhasil terpental setelah apa yang dilakukan olehnya. Kors terpental sampai ia jungkir balik. Setelah ia bangkit kembali, Kors langsung mengeluarkan cakar adamantium miliknya itu dan langsung maju mengarah ke Jetsu.
"Majulah! aku masih ada kekuatan untuk membantai orang sepertimu!" tantang Jetsu.
"Tch, orang menyebalkan!" kesal Kors.
"Uhuk-uhuk!" Jetsu batuk darah.
Seketika membuatnya membungkuk akibat lemas.
Kors yang melihat tubuhnya sudah sangat lemas itu, membuat ia membatalkan untuk melarikan diri. Ia menghampiri Jetsu yang membungkuk dengan batuk darah.
Kors berdiri persis di hadapan Jetsu. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, meski Kors menggunakan helm. Lalu Kors membungkuk juga sembari menarik kepala Jetsu.
Dibenturkan lah kepalanya Jetsu ke helmnya Kors, "dengar payah! jangan coba-coba untuk menjadi pahlawan! akulah raja dari segalanya di sini! akulah dewanya di sini!" sombong Kors.
Jetsu yang mendengar perkataan itu membuatnya tertawa terbahak-bahak, "hahahahahahahaha."
Setelah Jetsu memejamkan mata, Kors kebingungan apa yang akan dilakukan oleh Jetsu. Setelah itu,
...[DUGGGGGG]...
Jetsu menarik kepalanya dan membenturkan kepalanya ke helm Kors itu.
"Eh?" Jetsu terkejut karena serangannya sama sekali tidak mempan.
Kors tidak bergerak se-inci pun setelah helmnya dibenturkan oleh Jetsu dengan sangat keras. Kors tidak langsung membalasnya, tetapi ia berdiri dan berjalan meninggalkan yang lain.
"Dasar komunitas konyol!" Kors berbalik dan menciptakan lubang hitam yang sangat besar dari tangannya.
Setelah menjadi lubang hitam sempurna, ia hanya tinggal melemparkannya saja. "Sebelum itu, aku sangatlah bosan bertemu dengan kalian!"
Teman-teman sedikit-sedikit sadar, mereka mendengar apa yang Kors katakan. Terutama Akuta yang sangat emosi melihat sikapnya Kors setelah ia mengatakan itu.
"Sekarang, lupakanlah semuanya! dan kembalilah ke tanah!" Kors melemparkannya ke bawah.
...[BZZZZTTTT]...
Tiba-tiba lubang hitam yang diciptakan oleh Kors mendadak hilang dalam sekejap akibat sesuatu yang menghantamnya.
"Siapa itu?" Kors melihat sekitarnya.
Langkah kaki berjalan dari samping Kors.
Jetsu diamankan oleh temannya, ia ditarik ke belakang oleh teman orang yang berjalan mengarah ke Kors itu.
Kini tinggal orang itu dengan senjatanya menghadap Kors. "Huh dasar . . . . beraninya menyerang yang lemah."
Kors bingung siapa orang itu. Tetapi setelah ia melihatnya lebih jelas lagi, Kors sadar kalau itu adalah orang yang ia pernah temui sebelumnya.
"Kau . . . ."
Orang itu tertawa sembari memegang erat senjatanya dengan sedikit berpose. "Sebut namanya jika ingin diserang!"
Kors membuka tangannya yang penuh dengan cakar di sela-sela dan ruas jarinya. "Dasar . . . .," Kors membuka sayap mekaniknya itu.
"KEVY DEVOTEE!!"