CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Masa Depan Menunggu



Jetsu tertusuk di bagian perutnya dengan benda tajam yang menancap di perutnya. Jetsu perlahan mulai lemas karena terlalu banyak bergerak.


"Kapten hentikan! kau akan kehilangan banyak darah jika keseringan bergerak!" Wax menenangkannya.


"Tidak bisa Wax! aku harus bertemu dengan yang lain! aku harus menyelamatkan yang lain!" Jetsu mengelak.


Wax bingung harus bagaimana agar Jetsu mau diam. Lalu dia menemukan cara untuk mengeluarkannya dari situasi itu.


"Kapten! apa kau percaya padaku?" tanya Wax.


"Hah? memangnya kenapa?" bingung Jetsu.


Tanpa pikir panjang. Wax langsung mengambil kristal milik Jetsu yang biasa ia simpan di jas nya. "Hei hei! apa yang kau lakukan?"


"Maaf kapten. Kurasa ini satu-satunya cara!" Wax mengangkat kristalnya. "EdgeBooster!"


Wax tidak berubah menjadi mecha form. Ia hanya menciptakan senjata dari kristal itu. "Kurasa ini akan berguna."


"Wax, kau . . . . !" Jetsu merasa bangga melihatnya.


Setelah itu, Wax menghancurkan benda besar yang membuat Jetsu tertancap dengan benda tajam di perutnya.


...[BRRRRRR]...


Benda itu berhasil hancur. Namun, benda tajam itu masih menancap di perut Jetsu. Wax sengaja tidak membuat benda itu keluar dari perutnya. Jika benda itu dicabut sebelum diberikan bandage, malah akan membuat pendarahan lebih parah dari sebelumnya.


"Apa kau bisa berdiri kapten?" Wax mengangkat Jetsu untuk membantunya berdiri.


"Kerja bagus, Wax" Jetsu mengapresiasi nya.


Sembari berjalan, Wax juga membantunya berjalan keluar dari ruangan yang terbakar itu.


...[Di sisi lain]...


Kors sudah masuk ke dalam lab utama melalui jalan yang diinformasikan oleh mendiang Zet sebelumnya. Di lab ini, Kors merasa ada yang membuatnya tertarik dengan tempat itu.


"Mesin . . . ." Kors melihat komputer yang masih aktif di depannya.


Ia mendatangi komputer itu dan mencari beberapa dokumen atau file yang mungkin menurutnya menarik.


"Bingo!" Kors menemukan sebuah file yang membuatnya tertarik. "Project OutRoar location."


Setelah Kors mengetahui lokasi Lazarus raksasa itu berada, ia langsung keluar dari pintu lab bawah. Pintu lab bawah adalah tempat untuk menganalisa Lazarus raksasa lainnya.


Dari yang Kors lihat di luar sana, ia hanya melihat Dark Nova Lazarus. Yaitu salah satu Lazarus raksasa terkuat dengan tinggi 60 meter. Kors tidak tertarik dengan Lazarus jenis ini. Ia melompat ke bawah yang tingginya 70 meter.


Sangat sulit dipercaya. Kors masih selamat setelah melompat dari ketinggian 70 meter. Ia mendarat dengan satu kaki menekuk, berpose seperti pahlawan jahat mendarat dengan kakinya.


Kemudian Kors memukul lantai bawah untuk menggali besi sampai menembus ke bawah. Tangannya kuat sekali, sehingga ia dapat membuat lantainya bolong.


"Di sanalah Jackpot ku!" Kors melihat suatu benda yang sangat besar sekali.


Sangat misterius sekali dengan apa yang dimaksud dengan Project OutRoar yang mereka maksud ini. Tanpa pikir panjang, Kors langsung melompat ke bawah sana untuk melihat nya secara langsung.


...[Sementara itu]...


Badanku terasa lemas sekali setelah berdiri. Teman-temanku yang lain khawatir kepadaku.


Kemudian Akuta, Orez, dan Kenzu menghampiriku. "Kevy, kau sudah baikan?"


"Hanya lemas saja kok. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi" jawabku dengan senyum.


"Kau hebat sekali dapat bertahan sejauh ini Kevy! aku sangat iri" puji Orez.


"Ya, itu benar apa yang Orez bilang!" puji Kenzu juga.


"Kau sampai bicara seperti itu. Memang apa yang kau lakukan selama kami tidak ada?" tanya Akuta yang penasaran.


Aku tersenyum. Lalu aku mulai menceritakan bagaimana aku bisa bertemu dengan faksi Black Cafe, bertemu dengan kakakku dari dunia masa depan, sampai aku bercerita kalau aku sebenarnya berasal dari masa depan.


"Mendengar itu, aku merasa terharu" mereka bertiga baru tahu hal itu semua.


Aku yang melihat mereka bertiga terharu. Kemudian aku memeluk mereka bertiga. "Maaf jika aku baru mengatakan hal ini. Tahun ini bukanlah tempat tinggal ku. Tapi dari tahun ini, aku akan mengubah semuanya!"


"Tidak Kevy. Tahun ini jugalah milikmu. Kau memang ditakdirkan untuk mengubah ini semua" ucap Akuta.


"Ya. Semua perjalanan yang kau tempuh selama ini membuatmu bahagia bukan?" ucap Orez.


"Mau darimana pun kau berada, kau tetaplah teman kami, Kevy!" ucap Kenzu.


Mendengar itu, aku sedikit mengeluarkan air mata karena terharu. Tidak ku sangka aku akan bertemu dengan teman yang mensupport ku setiap saat. Tidak akan pernah ku lupakan teman-temanku dari masa ini.


Kenko juga terharu melihat persahabatan kami berempat dari belakang. Begitu juga dengan Yuusha yang senang melihat persahabatan kami berempat ini.


"Tidak menyesal kita bertemu dengannya, Kenko" ucap Yuusha disebelahnya.


"Tidak menyesal juga aku dipertemukan denganmu, Yuusha" Kenko tersenyum pada Yuusha.


"Baiklah teman-teman. Ayo kita cari yang lain!" ajak ku.


"Ya!" semuanya bersemangat.


Bryan yang melihat kami semua dari kejauhan, ia merasa sedih dan senang secara bersamaan. Bryan merasa senang melihat kami karena dapat bereuni kembali bersama. Dan Bryan sedih karena ia tidak dapat merasakan itu bersama partnernya.


"Lihat saja Drop, aku akan membalas itu semua!" janji Bryan sembari menggenggam kristal milik Bryan dan Drop.


...[Sementara itu]...


Jack dan David baru saja masuk ke dalam lab utama. Mereka berdua bingung mengapa pintu rahasia dibalik rak buku itu terbuka sebelumnya. Maka itu mereka berdua masuk ke dalam untuk mengecek apa yang ada di dalam.


"Kurasa pintu terbuka karena pegawai yang mengevakuasi diri dari tempat ini. Makanya pintunya terbuka" menurut Jack.


"Tidak Jack. Pegawai ku tidak mungkin sebodoh itu" jawab David sembari melihat-lihat sudut ruangan.


Jack bingung. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?"


Lalu David berjalan menuju komputer yang ada di depannya. "Mungkin ini salah satu alasannya."


Jack mengikutinya untuk melihat juga apa yang ada di monitor komputernya itu. "Hah!"


"Sudah kuduga kalau ini pasti perbuatannya" duga David.


"Project OutRoar? aku baru mendengarnya" Jack bingung.


"Maaf jika ku rahasiakan. Tapi project ini masih sangat rahasia sekali. Maka itu, hanya kuberitahu kan pada orang itu saja."


"Kors?" tebak Jack.


David tersenyum menyeringai. "Tidak perlu ada yang dikhawatirkan lagi. Semuanya sudah ditangani olehnya!"


Jack berjalan ke luar dari lab melalui pintu bawah. Ia melihat Lazarus raksasa yang ia sudah ketahui sebelumnya. "Tetapi yang ini masih milikku kan?" Jack menunjuk Lazarus di depannya.


"Ouh, tentu saja! selama kita masih bekerjasama."


Jack tersenyum jahat. "Ya . . . . selama kita masih bekerjasama."


Setelah itu David lanjut untuk melihat sudut-sudut ruangan bila ada sesuatu yang menarik untuknya. Berbeda dengan Jack. Ia malah tersenyum-senyum sendiri sembari melihat Lazarus raksasa di depannya itu.