CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Jatuhnya MPD



Ketika sudah di langit, Jetsu di lepas oleh sayapnya GlitchHawk yang ia kendalikan dari bawah. Jetsu terjatuh sangat tinggi , lalu GlitchHawk menekan tombol pemicu ledakan yang sudah ditempelkan kepada Jetsu.


...[DUARRRRR]...


Jetsu terjatuh ke tanah dengan helm dari kepalanya sudah hancur dan melukai wajah Jetsu.


GlitchHawk kemudian berjalan mendatangi Jetsu yang tidak sadarkan diri. Jetsu kehilangan kesadaran dan membuatnya tidak bisa fokus apa yang akan GlitchHawk lakukan kepadanya.


Setelah GlitchHawk menghampiri Jetsu, ia berdiri tepat di samping dimana Jetsu sedang terbaring tak sadarkan diri. Lalu GlitchHawk melihat gedung MPD yang berada di depannya, ia menggunakan sayap nya kembali dan terbang ke atas.


Ketika sedang terbang, GlitchHawk seperti menatap tajam bangunan itu dari balik helmnya.


"Scar Distortion!" GlitchHawk terbang ke arah gedung itu, ia mencakar dinding dari gedung itu dengan menembus ke dalam gedung sampai keluar dari sana.


Beberapa saat kemudian Gedung itu hancur dan masuk ke dalam suatu lubang hasil dari distorsi kekuatan GlitchHawk. Gedung MPD menghilang secara tiba-tiba, tetapi bekas dari hilangnya gedung itu masih ada di tanah.


Setelah GlitchHawk merasa urusannya selesai, ia meninggalkan tempat itu dan pergi sejauh mungkin dari TKP.


Jetsu yang masih tak sadarkan diri pun diseret oleh seseorang, yaitu adalah asistennya yang bernama Mako Sherry.



Ia masih selamat dari gedung MPD setelah ia keluar dari gedung untuk melihat pertarungan kaptennya secara langsung dari luar gedung.


Dia membawa Jetsu ke rumah Mako, ia mengobati wajah dan beberapa luka dari tubuh Jetsu yang sangat terluka parah. Lebih dari 1 jahitan yang berada di tubuhnya. Membuat Mako kesulitan dan berkeringat, tapi ia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menjatuhkan keringatnya ke tubuh Jetsu.


Sudah lebih dari 1 hari, minggu, bulan, bahkan tahun Jetsu masih tidak sadarkan diri, namun jantungnya masih berdetak. Kemungkinan besar Jetsu mengalami koma yang sangat lama sekali. Kristal milik Jetsu disimpan oleh Mako dengan aman di rumah Mako, untung saja sebelumnya GlitchHawk lupa untuk merebut kristal milik Jetsu.


Sudah sekitar 8 tahun semenjak Jetsu mengalami koma. Mako dengan setia menunggunya untuk sadar, ia selalu menemani nya bertahun-tahun. Ia membaca berita dan buku sembari menunggu kaptennya untuk sadar.


Lalu kali ini Mako sangat terkejut sekali setelah melihat Jetsu menggerakkan jarinya setelah 8 tahun tidak sadarkan diri, Hal itu membuat Mako tidak percaya akan hal itu.


". . .M . .." Jetsu seperti mengucapkan sesuatu.


"Kapten! sadarlah, aku ada disini!" Mako memegang tangan Jetsu dan menunggunya untuk sadar.


"M . . .Ma . . .ko" Jetsu memanggil nama asistennya.


"Iya, aku disini kapten" Mako masih mencoba untuk membangunkan Jetsu.


Beberapa saat kemudian Jetsu terbangun dari koma nya selama 8 tahun. Badannya masih lemas dan susah untuk bergerak.


Disaat Jetsu melihat asistennya yang sedang menangis dengan memegangi tangannya, Jetsu mengelus kepalanya Mako dengan pelan.


"eh.....?" Mako kemudian melihat kaptennya yang sudah sadarkan diri.


"T . . .terima kasih . . . .telah merawat ku Mako" Jetsu tersenyum kepada Mako.


Mako melihat Jetsu seperti masih tidak percaya jika ia telah sadar, kemudian Mako menangis bahagia.


"e...eh......?" Jetsu mengelap air matanya Mako, "Janganlah menangis, aku masih hidup kan?"


"i...iya maaf" kemudian Mako mengelap air matanya dengan bajunya.


Jetsu kemudian melihat sekitar dan melihat ke luar jendela, ia merasa ada yang janggal dengannya sebelumnya.


"Apa yang terjadi dengan diriku sebelumnya?" Jetsu bertanya kepada Mako.


"Kapten telah mengalami koma 8 tahun, kapten terjatuh dalam ledakan melawan seseorang pengguna kristal juga" Mako menjelaskan yang ia ketahui.


"D . . .delapan tahun???" reaksi Jetsu seperti tidak percaya apa yang telah terjadi kepadanya.


"Benar kapten, aku juga sudah sedikit lupa tentang kejadian itu. Aku mencoba sebisa mungkin untuk mengingat-ingat secara detail" Mako mengetuk-ngetuk kepalanya.


Kemudian Jetsu mencoba untuk bergerak dan beranjak dari kasur untuk melihat ke luar.


"eeeehhh . . .tunggu kapten istirahatlah, kau baru saja sadar" Mako mencoba menghentikan Jetsu.


Jetsu mengabaikan Mako, ia bangun dengan masih merasa lemas di tubuhnya juga masih memegang dinding untuk berdiri.


Kemudian Jetsu secara tidak sengaja melihat cermin dirinya, ia memegangi pantulan wajahnya dan juga wajah dia sendiri.


"i . . .ini wajahku?" wajah Jetsu penuh dengan bekas luka yang terjadi oleh kejadian sebelumnya.


"Kapten!" Mako mencoba membantunya tapi . . .


"Tidak Mako, aku hanya tidak sengaja mengingat kejadian itu" Jetsu menolak untuk dibantu.


Jetsu kemudian berdiri meski masih memegangi kepalanya, ia melihat ke luar jendela yang memang sepengetahuannya masih sama saja dengan biasanya.


"Aku harus kembali ke markas MPD" ketika Jetsu berbalik, Mako menghentikannya.


"Mau kemana kapten?" Mako menahan Jetsu.


"Kembali ke markas, aku ingin melihat keadaan"


"Melihat keadaan apa?"


"Keadaan semua orang di sana, minggir lah!"


"MPD SUDAH TIDAK ADA!"


Kemudian terjadi kesunyian sebentar di perdebatan itu.


"a . . . apa maksudmu . . . .?" Jetsu tidak mengerti.


"MPD sudah menghilang 8 tahun yang lalu" Mako mengatakannya dengan menangis.


"B . . Bagaimana bis-"


"Gedung itu dilenyapkan oleh lawanmu sebelumnya, semua orang kemungkinan tewas setelah kejadian itu namun aku masih selamat karena aku melihat pertarungan mu dari luar!" Mako menjelaskannya secara detail meski ia menangis.


"T . . . tidak mungkin . . ." Jetsu memegang kepalanya dan merunduk seperti tidak percaya.


Setelah beberapa menit kemudian Jetsu kembali berbaring di kasur dengan tatapan kosong melihat ke tembok, sedangkan Mako duduk di sampingnya.


"Lalu bagaimana dengan kepolisian sekarang?" Jetsu memulai topik kembali.


"Dikuasai oleh seseorang . . ."


"Loh, siapa?" Jetsu terbangun.


"Entahlah, aku tidak mengenalnya. Ketika aku mencoba masuk ke dalam gedung itu, seolah olah kartu akses ku tidak pernah ada sebelumnya"


Jetsu melihat Mako dan mendengarnya.


"Di sana tidak ada pegawai atau polisi lokal, melainkan suatu robot penjaga disebut SecBot atau kepanjangannya security robot"


Mako menjelaskan seingatnya.


"Tapi yang kutahu, orang yang memegang kepolisian itu namanya adalah Bryan Revice"


"Apakah dia orang yang menyerang ku 8 tahun yang lalu?"


"Kemungkinan bukan kapten, orang itu masih muda dari penglihatan ku. Jauh berbeda dengan yang menyerang mu sebelumnya, dari pengamatan adalah orang dewasa" Mako membandingkan dan mengingat wajah mereka berdua.


"Bagaimana bisa pemerintah menyetujuinya sebagai pemilik MPD?"


"Pemerintah? pemerintah sebelumnya telah ditemukan dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahui"


"Sudah kuduga, pasti pemerintah yang sekarang tidak peduli dengan apapun. Yang pasti dia menjalankan tugasnya dengan cara asal tembak"


"Tapi dari yang ku tahu, kalau tidak salah pemilik MPD yang sekarang memiliki kaptennya sendiri" Mako memberi tahu informasi penting.


"Pasti dia adalah orang itu, yang menyerang ku sebelumnya" teori Jetsu.


"Bisa jadi, namun kaptennya tidak diketahui lokasinya. Hanya Bryan sendiri yang tahu lokasi kaptennya sendiri"


"Kalau begitu, aku perlu merekrut beberapa orang untuk membuat tim baru sebagai pengganti MPD" Jetsu melihat ke luar jendela dari ranjangnya.


"Bagaimana caranya?" Mako heran.


Jetsu berpaling ke wajah Mako dengan tersenyum.


"Dengan menyelamatkan dunia"