
...[Beberapa momen sebelumnya]...
Ketika sudah hampir bercumbu dengannya,
"Eum . . . ." Nelson bangun dan melihat kami berdua.
"Ehh?" kami berdua sama-sama terkejut dan membatalkan niatan tadi.
"A . . . apa yang terjadi?" Nelson kebingungan.
Tanpa pikir panjang, Kenko langsung memeluknya dengan erat. "Kakak!" Kenko sedikit mengeluarkan air mata.
"K . . . Kenko?" Nelson sangat bingung apa yang terjadi.
Aku yang melihat kebahagiaan itu merasa sedikit iri. Aku tersenyum dengan lega melihat sifat Kenko yang sangat penyayang dengan kakaknya itu. Mengingatkanku juga kepada Tye sebelumnya, bukan Tye yang dari masa depan. Maksudku bukan Tye dari masa depan depan lagi.
"Apa kamu benar-benar Kenko? adikku?" Nelson melepaskan pelukannya.
"Iya! ini aku kak Nel!" Kenko senang.
"Astaga," Nelson melihat sekitarnya. Lalu ia melihat armor Lazarus X3 nya yang masih menempel di tubuhnya, "apa yang aku lakukan?"
Lalu aku berdiri dan menghampiri Nelson, "maaf tapi . . . . bagaimana kau bisa tiba-tiba menggunakan armor ini?"
"Kau siapa?" tanya Nelson.
"Ouh aku belum memperkenalkan diri ya? maaf," aku menarik nafas, "namaku Kevy Devotee. Aku adalah pengguna kristal Sci-Libur."
"Ouh, aku Nelson, Nelson Helen." Nelson memperkenalkan diri. "Dan aku tidak terlalu ingat bagaimana aku bisa ada disini . . . "
Nelson memegangi kepalanya untuk kembali mengingat-ingat.
"Tidak usah dipaksakan untuk mengingat. Nanti kau akan mengingatnya sendiri secara tidak sengaja" aku memegang tangan Nelson.
"Ya, kurasa itu ide bagus" lalu Nelson berdiri setelah aku bantu mengangkatnya.
Kenko juga berdiri. "Lalu apa yang selanjutnya akan kita lakukan?"
"Kita harus segera menyusul yang lain" kataku.
"Yang lain? apa kalian bersama orang lain ke tempat ini?" tanya Nelson.
"Ya. Kami memiliki teman yang sudah berjuang bersama!"
"Keren. Ayo kita ke sana sekarang!" semangat Nelson.
Lalu kami bertiga lari menuju ke tempat dimana teman yang lain berada. "Tunggu sebentar!" aku berhenti dan menoleh ke arah Nelson, "apa kau yakin akan menggunakan kostum itu lagi?"
"Ini?" Nelson melihat ke armor nya. Lalu melepasnya dan melemparkannya, "aku masih ingin hidup."
"Bagus" aku lanjut berlari bersama yang lain, "kupikir tadi ia akan telanjang" pikirku dengan nada kecil.
...[Di tempat lain]...
Kyo, Yue dan Reggie sudah keluar dari ruangan dan pelan-pelan berjalan sembari melihat sekitar koridor sel untuk berjaga-jaga.
"Kau yakin tempat ini aman?" tanya Kyo yang berada di belakang.
"Bagaimana dengan sekuriti tadi?" tanya Yue yang berada di tengah.
"Itu adalah penjaga Lazarus. Mereka selalu berpatroli di sekitar koridor sel." Jawab Reggie.
"Tunggu, jika mereka masih berpatroli, bagaimana kita akan melewati mereka?" Kyo sedikit emosi.
"Tenanglah jagoan. Aku sudah memiliki pengacau nya" Reggie menunjukkan suatu benda kecil yang seperti antena kecil.
"Pengacau?"
"Lebih tepatnya intrusion. Aku merakitnya sendiri di sel dari benda-benda bekas yang kutemukan di gudang." Reggie melemparkan alat itu ke Kyo.
Kyo menangkapnya, ia melihatnya lebih dekat. "Intrusion ya? lumayan keren namanya."
"Ya, lebih bagus daripada nama kelompok kita sebelumnya" ejek Yue.
"Berisik, beban."
Yue tertawa meski terhina.
"Oiya Reggie. Apa kegunaan benda ini?"
"Pertanyaan bagus," Reggie menghadap ke Kyo, "alat itu bisa dibilang sebagai pengacau sinyal, pengacau komunikasi dan berbagai pengacau elektronik."
"Oh jelas. Aku sudah mengacaukan kamera yang ada di dalam sel ku," Reggie kembali menghadap ke depan dan berbelok ke koridor lain, "dan itu membuat penjaga Lazarus sering masuk ke dalam ruangan ku.
...[Tap Tap Tap]...
Reggie seketika berhenti bergerak. Mereka bertiga mendengar suara langkah kaki yang sangat kencang. Kurasa itu suara lari seseorang yang bukan hanya satu, melainkan lebih dari satu.
"Bersiaplah!" Reggie menyiapkan alat cadangannya.
Begitu juga dengan Kyo yang mengaktifkan intrusion milik Reggie.
"Tapi suara langkah ini berbeda dari penjaga Lazarus sebelumnya?" heran Yue.
"Iya kah?"
"Pendengaran ku masih ada ya!"
"Diamlah kalian berdua!" tegur Reggie dengan nada kecil.
Setelah mereka bertiga bersiap untuk menyerang, ada sedikit keheranan diantara mereka bertiga.
Langkah kaki itu berhenti, orang yang berada di depannya itu berbicara. "Kurasa tadi aku belok sini deh?"
"Cobalah untuk mencari jalan lagi!" suara wanita juga terdengar.
"Kurasa mereka bukanlah musuh" pikir Kyo yang mendengarnya.
"Memang, tapi bahaya bisa datang dari mana saja. Tetaplah siaga" tegas Reggie.
Suara langkah kaki mendekat ke arah mereka bertiga.
"Hey, kurasa aku menemukan jalan lagi. Apakah kita sudah kemari?"
"Kurasa belum. Ayo ke sana!"
Lalu suara langkah kaki semakin dekat dan serentak mengarah ke mereka bertiga.
"Sial, mereka kemari" panik Kyo.
"Tidak ada tempat untuk bersembunyi" Reggie masih bersiap untuk menyerang.
Kaki sudah terlihat, menapak di depan belokan yang Reggie lihat. Kemudian orang itu melihat ke arah Reggie dan yang lain.
"Ehh?" orang itu terkejut dan berhenti.
"Ehh?" Reggie juga terkejut melihat wanita di depannya.
"Ada apa?" lalu dua orang lagi menghampirinya.
Kyo dan Yue terkejut melihat orang yang ada didepannya. Begitu juga dengan 2 orang didepannya ikut terkejut.
"Loh?"
"K . . . Kevy?" Kyo menunjuk ke arahnya.
"Bukankah kau . . . . . Kyo?"
Ini adalah pertemuan kami dengan kawanan Kyo.
"Kevy?" kaget Reggie.
Aku melihat ke arah Reggie. "R . . . Reg--"
"Reggie?" Nelson memanggilnya.
"Loh, kalian berdua saling kenal dengan orang itu?" tanya Kenko.
"Tunggu, kau juga mengenalnya?" tanya ku pada Nelson.
"Dia dulu teman sekelas ku!" Nelson menunjuk Reggie.
"Kevy juga dulu teman sekelas ku!" Reggie menunjukku.
"Tapi bagaimana aku tidak mengenal Nelson sebelumnya?" aku menunjuk Nelson.
Lalu kami bertiga saling menunjuk satu sama lain. Dan ini adalah pertemuan alumni kelas S secara kebetulan. Kyo, Yue dan Kenko ikut kebingungan kepada kami bertiga.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" tanyaku.