CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Pesona Natural



Setelah Kyo dan Yue berhasil melarikan diri dari kapal pesiar ini, mereka juga kabur menggunakan kapal sekoci yang ada di dalam kapal ini. Maka itu mereka sudah menghilang dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun, ditambah mereka juga menggunakan kristal Spotless yang dapat membuat tembus pandang.


Tapi kehilangan mereka tidak mematahkan semangatku untuk berpetualang lebih jauh. Meski kristalnya sangat dibutuhkan, aku masih memiliki kristal yang lain juga. Ditambah aku juga sudah menangkap teman-temannya. Aku juga diberi kristal oleh versi diriku dari dunia lain, karena kristal ini juga berasal dari dunia ini.


Sekarang pertanyaan ku adalah, "Apakah multiverse itu ada?"


...[Pelabuhan kota Xylencer]...


Jetsu sudah mengantarkan mayat Patrick ke ambulans yang menunggunya sedari tadi. Sementara yang lain sedang membantu orang-orang agar keluar dengan selamat. Sisa dari teman-temanku memindahkan para penjahat yang sebelumnya diikat untuk dipindahkan keluar.


Setelah semua pekerjaan selesai, kini kapal pesiar yang mewah ini sudah tidak dimiliki oleh siapa-siapa lagi. Maka itu, kami berencana untuk mengambil alih kapal milik Patrick yang sudah tenang di alam sana. Bukan bermaksud egois, tetapi daripada tidak digunakan sama sekali kan?


"Baiklah, tujuan pertama kita adalah?" aku menghampiri Jetsu,


"Kita akan berinteraksi dengan kota ini. Jika tidak ada yang menarik, kita akan kembali ke rumah" Rencana Jetsu.


"Tapi Bryan mengatakan kalau di kota ini ada teman kami" Kenko menunjuk Bryan,


"Eh aku? bukan, tetapi Drop yang memberikan infonya" Bryan menunjuk Drop,


"Ya, aku memang dapat sumber dari seseorang soal jadwal penerbangan di beberapa bulan sebelumnya. Maka itu aku mengetahui jika ada seseorang yang turun dari pesawat menggunakan mobil miliknya, lalu pergi dengan menabrak pagar bandara untuk meloloskan diri. Itu saja yang kutahu" Penjelasan Drop.


"Terimakasih Drop, kau memiliki sumber yang berguna" Aku mengapresiasinya.


Sementara kami berbincang-bincang dan merencanakan sesuatu, Robin hanya diam duduk saja seperti murung. Aku yang menyadarinya kemudian langsung menghampirinya.


"Apa yang ada dipikiran mu Rob?" aku memegang pundaknya.


Dia hanya menggelengkan kepala dengan menunduk, namun ia mengangkat kembali kepalanya dan menoleh untuk berbicara kepadaku.


"Aku sudah tidak punya tujuan lagi . . . ." Robin kembali menundukkan kepalanya.


Aku bingung apa yang harus aku katakan kepadanya. Awalnya aku ingin merekrutnya karena ia akan menjadi rekan yang hebat sebagai pengganti Akuta untuk sementara, tetapi sekarang aku berganti pikiran.


"Robin . . . ." aku menghembuskan nafas, "Aku ingin kau menjadi partner ku" aku menepuk pundaknya sembari tersenyum.


"Tidak, aku takut akan menjadi beban dan mungkin akan sering merepotkan mu"


Aku menggelengkan kepala dan tersenyum, "Tidak akan, kau banyak membantu juga di kapal sebelumnya. Maka itu kau dipercayakan untuk menjadi partner sementara ku."


"Sementara? apa yang kudapat dari hal itu?"


"Berharap saja uang, mungkin."


"Mengapa orang-orang menganggap ku seperti orang yang membutuhkan uang?" keluh Robin,


"Dari tampang mu, kadang begitu. Tapi tidak terlalu banget" aku kembali menepuk bahunya, "Pesona natural mungkin?" aku tersenyum.


Akhirnya Robin sudah tidak murung lagi. Kemudian dia berdiri dan meregangkan otot-ototnya.


"Kau benar Kevy" dia bersemangat, "mungkin tujuan ku selanjutnya adalah berpetualang sama sepertimu" kemudian dia mengulurkan tangannya kepadaku.


Hal itu tentu saja membuat ku senang. Aku meraih tangannya dan ikut berdiri, "Partner."


...[Beberapa jam telah berlalu]...


Kami berdelapan berjalan di kota ini untuk berinteraksi dan menjelajah sekitar blok, distrik, dan jalan-jalan kecil. Tetapi hasilnya adalah, di kota Xylencer yang futuristik ini ternyata memiliki ciri unik. Dimana rata-rata masyarakatnya adalah orang-orang yang jarang keluar dari apartemen mereka masing-masing. Disepanjang jalan, jarang sekali terlihat orang yang sedang berkeliaran untuk mencari angin. Dari yang kulihat adalah, mereka lebih sering menyisihkan waktunya di apartemennya mereka sendiri.


Oleh karena itu, kami memang tidak ada tujuan selain menginap di hotel sekitar sini untuk sementara. Disini kami menemukan hotel yang mewah, tentu saja harganya juga terjangkau. Tidak ada waktu lagi, kami langsung check in dan memiliki kamar masing-masing. Semua kamar sudah dibagi untuk 2 orang. Aku bersama Robin, Bryan bersama Drop, Wax bersama Jetsu, Kenko bersama Mako.


Keesokan harinya kami langsung check out dan meninggalkan hotel. Sekarang tanggal 2 Januari, kami berencana untuk kembali ke kota Astroid atau Extrobile jika tidak menemukan sesuatu yang menarik disini. Kami berjalan menuju stasiun kereta bawah tanah di kota Xylencer barat ini.


Awalnya kami ingin menggunakan transportasi umum, namun sedari tadi kami tidak menemukan kendaraan yang lewat sama sekali.


Aku juga keheranan. Aku pikir karena ini masih pagi, semua orang masih tidur jam segini.


"HEI, DISANA ADA ORANG!" teriak Kenko menunjuk seseorang yang berjalan kemari.


"Mustahil . . . " awalnya kami merasa lega karena akhirnya ada seseorang yang terlihat pagi ini.


Tapi ketika Jetsu menyadari tampang dan penampilan orang itu seketika, "Berhenti!" Jetsu menahan semuanya.


"Eh, apa yang--" aku melihat ke arah orang itu seperti tidak asing.


Kemudian orang yang berjalan itu semakin mendekat dan membuka jubahnya, lalu membuangnya.



"Tidak ada yang bisa dilupakan semudah itu bukan?" Kors membuat ruangan distorsi ketika ia berjalan.


Suasana kota mendadak telah berubah menjadi kehancuran setelah Kors menggunakan kristalnya.


"Kors, bagaimana kau bisa--"


"Oh tentu saja. Selama aku masih hidup, kalian tidak akan pernah bisa lolos"


Kemudian dia menyerap energi kristal itu sehingga membuat aura berwarna ungu.


"Create, Armor, Up!" Kors melakukan transformasi.



Dari yang kulihat Mecha form miliknya, ia berbeda dari sebelumnya. Tapi aku berpikir, "Jika ini form barunya, maka form sebelumnya itu apa?"


"Perkiraanku salah" Jetsu berbicara kepadaku.


"Maksudmu?" aku bingung.


"Kupikir form miliknya sebelumnya itu adalah sudah memasuki mode Oblivion. Ternyata ini adalah masih dalam mode 2.0" teori Jetsu.


Aku tercengang. Lalu aku menoleh ke arahnya, "Jika begini terus maka . . ."


Mendadak ada sesuatu perasaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya, "Eh, apa yang terjadi?"


Aku memegang dadaku seperti merasakan reaksi aneh. Jantungku berdegup kencang sehingga membuat ku merasakan adanya sesuatu yang datang.


"Ada apa? jangan diam saja, ayo kita rematch" Kors menantang.


Tapi seketika . . . .


...[CTARRRRRRR]...


Mendadak ruangan distorsi yang diciptakan oleh Kors mendadak hancur seperti kaca yang pecah. Perlahan kembali membangun realitas dengan pecahan distorsi ini.


"A . . . apa yang--" Kors keheranan apa yang terjadi.


Dari belakang, aku merasakan ada langkah kaki yang tidak asing. Ia berjalan dengan perlahan seperti orang yang kukenal. Karena aku penasaran, aku melihat ke belakang untuk melihat siapa orang itu.


"T . . . tidak mungkin . . . " wajahku sangat terkejut.



Itu adalah Akuta. Teman partner lamaku yang sudah lama menghilang.