CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Sci-Libur vs Lazarus X3



Aku masih bingung dengan teknik apa yang akan digunakan oleh Lazarus X3 ini. Gaya persiapan bertarungnya sangatlah mirip denganku, bedanya ia memakai pedang yang lebih canggih dariku sepertinya. Tetapi aku tidak akan gentar, aku harus mengalahkannya.


"Aku juga akan ikut membantu, Kevy!" Kenko ingin ikut bertarung bersama ku.


"Jangan salahkan aku jika aku kerepotan."


"Apa barusan kau mengejekku?" Kenko sedikit kesal.


Lazarus mulai maju dengan pedang canggihnya itu. Ia mengayunkan pedangnya mengarah ke Kenko, tetapi aku tahan dengan pedangku. Lalu Kenko melakukan slide tackle sehingga membuat Lazarus terjatuh.


"Aku akan membantu sebisa mungkin!" Kenko menahan kaki Lazarus.


Ketika aku ingin mengayunkan Sci-Libur ku ke lehernya, seketika . . .


"T . . . tolong aku . . . " dia bisa berbicara dan meminta tolong kepadaku.


"Eh, ada apa?" aku membatalkan ayunan pedangku.


...[Di Panic room]...


"Hei hei, kenapa tiba-tiba error?" tanya David.


"Sebentar, aku akan mencoba memulihkannya kembali" Saguru mengutak-atik gadget yang ia pegang.


Setelah itu matanya kembali berubah dan Lazarus menjadi lebih kuat sedikit dari sebelumnya. Ia menarik kakinya dan menusukku dengan pedangnya.


"Akhh" aku tertusuk di bagian perut oleh pedangnya.


Lalu Lazarus tarik kembali pedang itu dan kembali mengayunkan pedangnya.


"Kevy!" Kenko yang melihatnya membuatnya marah sekali.


Kenko menendangnya dengan tendangan yang keras sekali sampai membuat Lazarus terpental.


...[BUGGGG]...


Setelah Lazarus terpental, Kenko menghampiri ku yang sedang menahan darah keluar dari perut.


"Tidak tidak jangan pikirkan aku" aku mengambil kristal Divinity untuk memulihkan diriku.


"Loh, bagaimana bisa?" Kenko tercengang dengan kekuatan pemulihan dari kristal Divinity itu.


"Dulu waktu insiden kereta pada malam itu saat aku bersama yang lain ingin pergi ke kota Extrobile, kami diserang oleh Jack yang entah darimana ia muncul dan langsung menyerang ku. Dan aku melihat dia memulihkan diri dengan kekuatan kristal ini setelah aku menusuknya dengan Sci-Libur ku" aku kembali mengingat momen itu.


"Hebat" Kenko terpukau dengan kekuatan kristal Divinity.


"Awas!" aku menarik kepala Kenko kebawah.


Lazarus dari belakang mengayunkan pedangnya dengan cepat, beruntung saja kami dapat menghindarinya.


"Kenko, menepi!"


Aku dan Kenko berada di kiri-kanan nya Lazarus untuk bersiap menyerang secara bersamaan. Aku memberi isyarat kepada Kenko untuk menyerangnya secara bersamaan.


"Ayo!"


Kami berdua maju secara bersamaan. Kenko bersiap untuk melakukan tackle kembali, dan aku bersiap mengayunkan pedangku kepadanya.


"Kalian pikir semudah itu?" Lazarus itu berbicara dalam nada mengerikan.


"Eh?" kami berdua sama-sama terkejut setelah mendengar Lazarus itu bicara.


Lalu dia menendang Kenko yang hendak tackle kakinya sampai membuat Kenko terpental terbentur tembok.


"Kenko!" aku yang melihatnya semakin emosi dibuatnya.


Aku menggenggam pedangku dengan kuat dan akan menyerangnya sampai ia tidak sadarkan diri.


"Kena kau!"


Ketika aku ayunkan, ia dengan mudahnya menghindari ayunan pedangku.


"Ehh?"


Lalu dia mendorongku dari belakang dan menempelkan ku sesuatu, "ahh apa ini?"


...[BZZZZTTTT]...


Aku tersetrum sampai membuatku kejang-kejang. Aku dengan sekuat mungkin mencoba melepaskan alat itu yang menempel di belakangku, tapi . . . .


...[DUARRRRR]...


Benda itu meledak sangat besar. Ledakan itu menutupi seluruh tubuhku sampai membuatku kembali menjadi human form kembali.


"K . . . Kevy . . .!" Kenko tidak dapat menolongku karena ia terpental sebelumnya.


"Hah, kenapa dengan Kevy?" Akuta mendadak berhenti untuk mengecek alat komunikasi, "Ada apa Kenko? jelaskan!"


Lazarus yang melihat itu berpikir kalau aku sudah tewas setelah ledakan besar itu.


...[Di tempat lain]...


"Aku harus kembali ke mereka!"


Akuta mencoba untuk menyusul ku, tetapi kemudian beberapa pasukan mecha Lazarus menghadang mereka semua.



Pasukan Lazarus itu menggunakan senjata super yang mungkin saja akan membuat Akuta dan teman-teman yang lain kewalahan.


"Sial!" Akuta tidak dapat menolongku karena yang lain dihadang oleh banyak pasukan Lazarus yang mengerikan ini.


...[Sementara itu]...


Aku terbangun entah dimana di suatu tempat yang langitnya gelap. Ada sebuah tugu yang setelah kulihat lebih jelas, itu adalah Sci-Libur yang ada orang berdiri di depan tugu itu.


Aku berdiri dan mencoba mendekati orang itu. Ketika aku ingin menyapanya, "Kevy Devotee?" dia mengetahui namaku.


Dia membalikkan badannya dan menunjukkan wajahnya, "kuharap kau tahu siapa aku"


"Wajahmu terlihat familiar. Bagaimana kau bisa tahu namaku? dan dimana ini?" tanyaku.


"Selamat datang di alam bawah sadar dunia Sci-Libur, Kevy Devotee" orang itu mempersembahkan tempat itu.


"Jadi aku sedang berada di dalam Sci-Libur? apa aku mati?" seketika aku cemas.


"Tidak tidak, jika kau memiliki tujuan baik jangan berpikir seperti itu."


"Kau . . . ." seketika aku mengingat sesuatu, "kau ayahnya Kenko kan?"


"Benar. Namaku adalah Bren Helen" dia memperkenalkan diri.


"Bagaimana kamu bisa tahu namaku?" tanya ku kembali.


"Aku akan terus hidup sampai seseorang penerus Sci-Libur sudah mencapai mode Breaker."


"Tunggu, jadi aku akan memasuki mode Breaker?" girang ku.


"Jika kau dapat melewati tes ini, mungkin saja."


"Tes? apa ini berlaku untuk semua pengguna Sci-Libur?"


"Ya, kuharap kau adalah orang terakhir yang diberi tes ini untuk mencapai mode Breaker."


"Aku masih bingung. Bagaimana kau bisa tahu tentang kehidupan ku."


"Aku juga tahu kau mengencani putriku."


"Ups, maaf pak. Atau om? dan bagaimana kau bisa tahu banyak tentang ku?"


"Karena aku adalah kristal itu sendiri. Aku adalah pedangmu, Kevy."


Seketika membuatku shock, "a . . . apa . . . . ?"


"Huhhh, padahal aku sudah berharap agar seseorang yang sudah siap untuk menghadapi momen ini" Bren menepuk jidatnya.


"Bukan bukan itu maksudnya. Lalu sekarang siapa yang mengendalikan tubuhku?"


Bren tersenyum, "pakek nanya."


...[Di dunia sekarang]...


Kenko khawatir karena berpikir jika aku sudah mati. Ia kehilangan banyak harapan dan sempat ingin menangis. Tetapi tiba-tiba seseorang berjalan dari bekas ledakan,


"Ehh?" Kenko terkejut.


Lazarus yang ingin menghampiri Kenko, tidak jadi mendekatinya. Ia berbalik dan melihat orang yang berjalan itu dari bekas ledakan.


Setelah orang itu menampakkan dirinya, ia memegang kristal Sci-Libur dengan menundukkan kepalanya ke bawah.


Dan orang itu adalah aku, "Kevy!" Kenko kembali bahagia.


...[Di Panic Room]...


"Bagaimana dia masih bisa hidup setelah kena ledakan F4 itu?" David tidak percaya.


"Tunggu David, aku tidak pernah melihat sikap itu sebelumnya" Kosa menyadari sesuatu.


Lazarus kembali menyiapkan pedangnya untuk menyerang ku. Ia menghampiriku dan mengayunkan pedangnya. Tetapi aku menghindar dengan menundukkan badan dan menendangnya sehingga membuatnya terpental.


Aku mengangkat kristal Sci-Libur ku. Kenko merasakan ada yang berbeda dariku.


"Yah, "Jika kau ingin menghadapi anak ku, maka langkahi mayat ku terlebih dahulu robot gadungan!"


"Eh?" seketika Kenko mengingat kata-kata itu.


"Create! Armor! Up!" aku bertransformasi menjadi mecha form mode Breaker.



"Bersiaplah!"