CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Uji Coba



Aku telah mempercayakan kristal hijau kepada Reggie. Ia sedikit ragu untuk mengambilnya.


"Aku tidak memaksamu Reggie. Ini memang pilihanku saja," lalu aku tarik lagi tanganku, "kalau tidak mau sih, tidak apa--"


...[TAPPPPPP]...


Reggie menahan tanganku. Kemudian ia merebut kristal itu sebelum ku masukkan kembali ke saku kristal ku.


Ia menatapi kristal yang ia rebut dariku. "Serahkan padaku!" ia menggenggam kristal itu erat-erat.


Aku tersenyum melihatnya, karena ia sudah yakin dan berani bertanggung jawab untuk melakukan ini semua kedepannya.


...[Sementara itu di ruangan tadi]...


Pertarungan semakin sengit. Bryan, Wax, dan Akuta selalu unggul dalam pertarungan ini. Tetapi terkadang juga dibalas jika ada kesempatan dari Jean, Jack, dan David.


Akuta kini sedang diseret oleh Jack, lalu dilempar ke arah tembok dan langsung kembali menyerang dengan gergajinya. Akuta dengan reflek yang cepat setelah terlempar, ia melakukan slide dan menendang kaki Jack sampai ia membungkuk.


"Apa kau tidak bosan selalu memiliki kesempatan untuk diserang olehku?" Akuta mengangkat tangan gergajinya ke atas untuk diayunkan ke leher Jack.


Jack lalu menoleh ke arah gergaji yang Akuta ayunkan. Dengan cepat, ia menarik kaki Akuta sampai terjatuh. "AAAAA."


Saat Akuta terjatuh, Jack berdiri dan bangkit dengan gergaji sebagai penopangnya. "Wah-wah wah. Kau bisa banyak bicara seperti ini ya?"


Jack memutar mesin gergaji di tangannya lebih nyaring dari sebelumnya. Lalu Jack seret tangannya dari lantai, tujuannya yaitu untuk membelah Akuta menjadi dua.


Namun,


...[BZZZZTTTT]...


Suatu benang terlilit di kaki Jack. "Eh?"


Lalu ditarik lah kakinya sampai Jack terseret oleh benang itu. Akuta yang bangun untuk melihat apa yang terjadi dengannya, ia langsung terkejut setelah melihat itu.


Jack sudah tergantung dan terlilit seperti boneka yang dimainkan oleh dalang. Namun dalang yang dimaksud itu, kita sudah tahu siapa dia.


"Yuusha!" Akuta senang melihatnya.


Yuusha menoleh ke arah Akuta. "Huff, ini baru setengah kemampuan ku!"


Selain itu juga, pertarungan Wax dan Mako melawan David masih juga sengit. David selalu kesulitan melawan mereka berdua. Mako yang menyerangnya dengan kecepatan kakinya secara berhadapan, lalu di bantu dari belakang oleh Wax dengan skill sepak bolanya untuk menendang bola itu ke wajah David.


David menghindari tendangan Mako yang sangat kencang dan kuat. Lalu menghancurkan bola hologram yang David tangkap dari tendangan Wax. "Hal ini akan terulang terus tanpa ada perlawanan dariku!" emosi David.


"Pertarungan tanpa aturan. Apa salahnya?" Wax menjawabnya.


"Sial, itu benar" David menggenggam pedangnya erat-erat.


Mako hendak menendangnya dari belakang. Dengan reflek yang cepat, David menghindari tendangannya tanpa melihat.


"B . . . bagaimana bisa?" Mako terkejut.


"Tentu saja bisa!" David mengayunkan pedangnya ke Mako.


...[BUGGGG]...


"Tidak semudah itu!" tiba-tiba Yuusha membantunya dengan mengaitkan benang ke kaki dan tangannya.


David memutuskan benangnya. "Oh, sekarang bertiga?"


"Berempat!"


"Eh?" dari belakang David, seseorang mengayunkan senjatanya.


...[BRRRRRR]...


Akuta memotong beberapa bagian dari armor David. "Mulai curang!" emosi David.


David menoleh ke arah Wax. "Heh?"


"Tidak ada aturan di pertarungan!" Wax mengangkat bolanya, "Great White Shot!" lalu ditendang lah bola itu dengan melakukan gaya volley.


Tendangan keras itu membuat bola hologram yang ditendang Wax, seketika menjadi lancip seperti peluru. Semakin melesatnya bola itu, semakin berubah menjadi hiu hologram yang akan menggigit.


David mencoba menghindar. "Tidak akan kubiar--"


...[BZZZZTTTT]...


Yuusha kembali melilitkan benangnya ke seluruh tubuh David sampai ia tidak bisa bergerak sama sekali.


"Ti . . ti . . . .tidak!! hentikan!!!" panik David.


Jean yang sedang bertarung bersama Bryan, ia melihat David sedang dieksekusi. "David!"


Setelah Jean melempar senjatanya ke Bryan, ia langsung berlari menuju David.


Bryan menangkap senjata itu. "Hei hei mau kemana kau!"


Jean sudah tidak peduli dengan apa-apa lagi. Ia hanya fokus untuk menyelamatkan David seorang.


"Darkest Hell shot!" Bryan menarik pelatuk senjatanya.


"TIDAK!" Jean melompat sejauh mungkin, ketika sudah dekat dengan David.


...[DORRRRR]...


Tembakan itu mengenai kaki Jean. Tembakan itu membuat kaki Jean putus. Namun Jean berhasil mendorong David hingga ia terdorong jauh.


...[BZZZZTTTT]...


Jean juga terkena bola yang ditendang oleh Wax. Sehingga ia kini benar-benar tidak dapat bergerak sama sekali. Armor nya sudah terbakar dan hancur.


Sebelum Jean benar-benar tewas, ia melihat ke arah David sebentar. Kemudian Jean menekan tombol yang ada di balik lengannya itu.


David yang menyadari jika Jean menekan tombol itu, ia berteriak, "JANGAN!!!!!"


Jean mengangguk dengan tersenyum. Akhirnya tombol itu mengeluarkan suara, "Self-destruction, active."


"A . . . apaa???" semua orang terkejut.


Ternyata Jean mengaktifkan Self-destruction, atau bisa dibilang meledakkan diri sendiri.


"Semuanya, lari!" teriak Orez dari jauh.


Seketika semua orang panik. Mereka dengan sekejap langsung melarikan diri dari ruangan itu.


"Hei hei! mau kemana kalian? lepaskan aku dahulu!!" pankk David yang masih terikat.


Aku dan Reggie yang sedang diluar ruangan, melihat banyak orang yang keluar dari ruangan itu secara serentak.


"Kenapa kalian?" tanyaku.


"Ada apa kalian?" heran Reggie.


Semuanya yang sudah kembali menjadi human form, mereka semua memasang wajah panik.


"CEPAT LARI, KEVY!!!!" teriak Akuta.


"Eh?"


...[DUARRRRR]...