CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Breaker



"Tunggu, jadi sekarang kau mengendalikan tubuhku?" kejut ku.


"Iya, aku akan terus menggunakan tubuh ini" jawab Bren.


"Sampai kapan kau akan mengembalikan tubuhku?" tanyaku.


"Sampai kau bisa melewati tes yang kuberikan ini."


"Hah?? bahkan ada tes juga?" bingungku.


...[Sementara itu di luar pikiran]...


Lazarus bersikap biasa saja setelah melihat diriku yang dikendalikan oleh Bren berubah menjadi mode Breaker.


Kenko kembali menjadi human form nya untuk menghemat energi kristal. Dia masih sedikit shock dengan kata-kata yang sebelumnya diucapkan oleh ku.


"Nah, kemari lah!" Bren menggenggam Sci-Libur dengan keras.


Lazarus langsung maju dan hendak mengayunkan pedangnya. Dengan santainya Bren menghindari ayunan pedangnya hanya dengan satu gerakan saja.


Lalu Lazarus berulangkali mencoba mengayunkan pedangnya mengarah ke tubuhku. Bren yang sepertinya sudah lihai dalam pertarungan seperti ini, membuatku terpukau dengan gerakannya.


"Bagaimana kau melakukan hal itu?" tanyaku kepada Bren dalam pikiran.


"Oh tentu saja aku sudah melalui beberapa dekade untuk latihan sebagai persiapan jika akan ada pertarungan seperti ini" katanya.


"Anu, Kevy. Kau berbicara dengan siapa?" teman-teman bingung mendengar percakapan ku melalui alat komunikasi.


"Ups, lupa mematikannya ya?" Bren menonaktifkan alat komunikasi nya.


"Bodoh, bagaimana jika mereka malah semakin khawatir?" kesal ku.


"Tidak usah khawatir. Kita akan menyelesaikan ini dengan cepat."


"Kita? apa yang kulakukan? dan mengapa kau mengambil alih tubuhku?"


"Kau ini banyak tanya ya? bagaimana bisa anakku mencintai orang sepertimu?"


"Ah bagus, kini kau menghinaku?" aku mulai risih.


"Oke baiklah sebentar" Bren kembali fokus.


Lazarus yang sedari tadi belum menyentuhku, kemudian Bren menyentuh dadanya dan meremasnya. Kerennya, seketika Lazarus berhenti menyerang. Entah apa yang dilakukannya, tetapi setelah itu Bren mendorongnya sejauh mungkin dengan tangannya itu.


"Star Touch!" ternyata Bren mengeluarkan jurus yang baru kudengar saat memasuki mode ini.


...[BRUGGGG]...


Seketika Lazarus tidak bisa bergerak dan armor nya dibuat retak oleh Bren yang menggunakan tubuhku.


"Baiklah dia tidak akan bisa menyerang kembali" tawa Bren.


"Bagaimana bisa kau melakukan hal itu?" puji ku.


"Sudah terbiasa dengan ini."


Kemudian Kenko menghampiri ku dan dibuat Bren terkejut.


"Kenko . . . . kau masih hidup" Bren mengelus kepalanya Kenko.


"Ayah, apakah itu kau?" Kenko memegang helm ku.


"Kau sudah besar Kenko. Dan kau juga selamat dari kejadian itu ternyata" Bren senang.


"Berarti ayah sedang mengambil alih tubuh Kevy? berarti Kevy sudah memasuki mode Breaker?" girang Kenko.


"Itu benar nak."


"Aww, harmonis sekali. Tetapi bagaimana dengan Lazarus itu?" tanya ku.


"Oiya, aku lupa" Bren menghampiri Lazarus itu.


"Menurutmu siapa dibalik helm ini ayah?" tanya Kenko sembari bersiap membuka helmnya.


Seketika sensasi tubuhku mendadak berubah, entah apa yang akan terjadi, "Aku memiliki perasaan buruk."


"Ya, sepertinya kita memiliki insting yang sama" Bren juga merasa tidak enak.


"N . . . Nelson?" Bren dan Kenko sama-sama terkejut.


"Hah, siapa Nelson?" bingungku dengan mereka.


"Diam, aku akan melihatnya lebih jelas" Bren mendekatinya lebih dekat lagi.


Bren merasa shock dan tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.


"Hei, siapa Nelson yang kalian sebut itu?"


"D . . . dia adalah putra sulung ku . . . ." jawab Bren.


"Hah? aku tidak pernah mendengar dari Kenko jika dia punya saudara laki-laki."


"Nanti akan, ku jelaskan."


Bren merasa tidak percaya apa yang dia lihat.


...[Di alam bawah sadar]...


"Hei, jelaskan siapa Nelson itu. Detail!" tegas ku kepada Bren yang wajahnya masih berekspresi shock.


Bren masih belum menjawab. Dia masih mengingat-ingat kejadian masa lalu dimana dia kehilangan Bren saat itu.


Aku mendekatinya dan ikut duduk dengan Bren, "ayo, tidak usah terburu-buru" aku menenangkannya.


"Baiklah, kau mau mendengarkan Kevy?" Bren melirikku.


Aku mengangguk dan bersiap mendengarnya.


...[Kembali pada 5 tahun lalu]...


Nelson Helen, adalah seorang ilmuwan yang berasal dari kota Extrobile. Ia adalah asisten dari ayahnya sendiri, yaitu Bren Helen.



Di suatu saat Nelson mendapatkan surat undangan dari tim penelitian luar kota untuk mendatangi kota Sanctuary Hills. Bren sudah melarang untuk pergi ke sana, karena itu adalah kota paling bahaya di negara Mechroid ini.


Tetapi Nelson meyakinkan ayahnya bahwa ia akan menemukan sesuatu informasi yang menarik tentang penelitiannya di sana nanti.


Akhirnya Bren mengizinkannya untuk pergi. Nelson mengajak Kenko dan ayahnya untuk pergi ke bandara, hal itu adalah hari terakhir Bren dan Kenko melihat Nelson yang mereka pikir selamanya.


Sampai sekarang kesedihannya itu memudar. Bren entah harus merasa sedih atau senang, karena ia masih percaya jika anaknya masih hidup sampai sekarang.


...[Kembali ke alam bawah sadar]...


"Tidak ku sangka kalau Kenko memiliki saudara laki-laki" aku sama terkejutnya.


Bren menghela nafas, "baiklah Kevy, ayo kita mulai tesnya."


"Oh, kenapa tidak dari tadi?" aku kecewa.


"Mana mungkin aku mengetes mu sembari melawan Lazarus itu."


"Tapi bagaimana bisa kau dapat mengendalikan tubuhku?" tanyaku kembali.


"Sudahlah, itu memang takdir sebagai persiapan penerus Sci-Libur selanjutnya."


Bren berdiri dengan ku bantu.


"Ambil pedang ini" Bren melemparkan ku Sci-Libur.


"Loh bagaimana bisa kau juga memegang Sci-Libur?" heran ku.


"Ini bukanlah dunia nyata," Bren menggenggam Sci-Libur lebih keras, "dan sekarang bersiaplah!"


"Bersiap untuk apa?" aku masih bingung tentang tesnya.


Tanpa pikir panjang, Bren langsung lari dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arahku.


"Tunggu, aku akan melawan dia???"


Seketika aku memiliki banyak pikiran untuk apa yang harus kulakukan sekarang. Awalnya kupikir tesnya itu adalah tentang Sci-Libur atau aku di interview asal-usul aku menemukan pedang ini sebelumnya.


Ternyata itu semua diluar ekspektasi ku. Sekarang aku harus melawan dia di alam bawah sadar ini, yaitu di dalam pikiranku.