
Aku dan teman-teman berjalan menelusuri koridor tempat ini. Masih belum bertemu dengan yang lain. Tetapi kemungkinan kami akan bertemu kembali dengan yang lain.
Meski terpisah, mungkin aku akan meninggalkan sedikit jejak agar mereka tahu jalan yang ku lewati ini.
"Entahlah, aku masih sedikit bingung" ucap Bryan sembari melihat-lihat sekitar koridor.
"Bingung kenapa?" tanya ku.
"Berapa lama mereka membangun tempat ini kira-kira?"
"Kurasa, dari tembok dan pewarnaan ini, masih terlihat baru" menurut Yuusha.
"Atau mungkin memang tempat ini sering dibersihkan? tidak ada yang tahu" pikir Kenzu.
Ketika aku berjalan ke depan, aku melihat pintu besar di sana. "Hey, ruangan apa itu?"
"Bagaimana kalau coba ke sana terlebih dahulu?" saran Akuta.
"Tunggu apa lagi?" Orez berjalan di sampingku.
Ketika sudah di depan pintu, kami tidak langsung masuk. Kenko menempelkan telinganya ke pintu itu sebelum masuk. "Hei, apa kalian percaya jika dibalik sini ada banyak orang yang sedang berbicara?"
"Bersiaplah teman-teman!" siaga ku.
Aku di paling depan sembari mempersiapkan pedangku. Setelah itu,
...[SSSRRRRTTT]...
Pintu terbuka. Kami semua masuk dengan siaga. Namun kami malah terkejut setelah melihat orang-orang itu. "Loh?"
"Ahh! kawan-kawan!" Wax melambaikan tangannya pada kami.
Ternyata di dalam ruangan ini sudah banyak teman-teman kami yang berkumpul. Dari Kyo sampai Nelson juga ada di sini semua.
"Kalian selamat! aku lega" senang ku.
"Diluar dugaan" Jetsu menghampiriku.
"Hei hei! ada apa dengan perutmu?" cemas ku.
"Oh ini, tadi sempat tertusuk tang besi. Sekarang sudah tidak apa-apa kok!" Jetsu melupakan rasa khawatir ku.
"Hati-hati, oke?"
Kami semua masuk ke dalam. Aku mengecek isi ruangan itu dari sudut ke sudut. Hal yang kutemukan mungkin memang banyak. Dimulai dari buku-buku, catatan tidak penting, sampai . . . .
"Yo, teman-teman! coba lihat ini!" panggil ku.
Semua orang mengerubungi ku. Mereka semua terkejut setelah melihat apa yang kutemukan.
"I . . .itu . . ."
"Cryptide history" sebut ku.
"Apakah itu sejarah Cryptide sesungguhnya?" Kenko memastikan.
"Mungkin saja ya. Pasti di dalam buku ini, semua sejarah Cryptide sesungguhnya akan terungkap." Aku menoleh kepada yang lain. "Dan buku sejarah ini, mungkin yang paling benar. Berbeda dari saksi orang-orang yang pernah kalian dengar atau baca sebelumnya."
Semua orang merasa sedikit tegang.
Kemudian aku berdiri. "Kita akan bacakan buku ini lain kali. Sekarang kembali ke rencana."
Buku itu ku simpan di tas kecil yang ku pungut sebelumnya. "Baiklah, kita cari-cari lagi seluruh ruangan ini. Mungkin ada sesuatu yang mencolok lagi."
"Dimengerti!" Akuta semangat.
Setelah itu, semua orang akhirnya ikut menelusuri ruangan ini lebih detail. Kami semua hampir frustasi dan ingin pergi dari ruangan ini. Tapi, semua berubah setelah Kenzu tidak sengaja menarik salah satu buku.
...[SRRRTTTTT]...
"EHHH?????" Kenzu terkejut.
"Suara apa itu?" tanya Orez.
"Hei, ada yang muncul!" Bryan menunjuk suatu pintu dibawah meja.
Semua orang ikut melihat apa yang barusan muncul. "Ruangan itu seperti menyala."
"Bagaimana jika kita langsung menelusurinya langsung saja?" aku langsung masuk ke dalam.
Hal yang ku pijak ini, kurasa suatu anak tangga. "Kurasa ini tangga menuju ke bawah."
"Kau jalan duluan Kevy. Kita akan mengikuti mu dari belakang" ucap Akuta.
Aku mengangguk. Setelah itu, aku pelan-pelan mengikuti anak tangga itu mengarah ke bawah.
Beberapa saat kemudian, aku sudah sampai diujung. Hal yang kulihat disini, adalah sebuah pintu lagi. Akuta yang dibelakang ku mengangguk. Ia mempercayakan ku untuk membuka pintu itu.
Setelah kubuka pintu itu, aku melangkah ke dalam untuk melihat apa yang ada di sana. Ekspresi ku seketika menjadi terpukau. "WEWWW!"
"Ada apa Kevy?" Akuta yang juga ikut masuk, ia juga dibuat terpukau dengan ruangan yang ku temukan ini.
Semua orang ikut masuk kemari. Mereka juga dibuat terkejut dengan ruangan yang ada dibalik pintu rahasia sebelumnya.
"Tempat ini . . . ." Kenko dibuat shock.
"Sebuah laboratorium, kurasa" tebak Yuusha.
Benar. Ini adalah laboratorium yang sebelumnya dipijak oleh David dan teman-temannya. Ternyata ada rute lain untuk masuk ke lab ini. Aku dan teman-teman belum tahu ruangan ini. Maka itu, kami akan menggeledah semua ini.
"Kurasa aku menemukan sesuatu" Bryan memanggil yang lain di depan layar monitor.
Aku dan yang lain mendatanginya. Kemudian kami melihat apa yang ada di monitor komputer di ruangan ini.
"Project OutRoar? terasa familiar" Akuta mengingat-ingat.
"Kurasa aku pernah mendengarnya ketika waktu berada di gedung colaboratorium saat itu" Orez juga terasa familiar.
"Mengerikan . . . . ." tiba-tiba Kenko mengucapkan sesuatu.
"Ada apa Robin?" Yue ikut melihat apa yang Robin lihat di monitor.
"Kurasa projek ini adalah sebuah projek yang paling mengerikan dari yang lain."
"Apa maksudmu Robin?" tanyaku.
Robin menengok ke semua orang. "Ini adalah sebuah projek Lazarus raksasa."
Semua orang terkejut. "Dan tingginya hampir 900 meter" Robin kembali menjelaskan.
"Hei, project itu . . . . tidak ada di tempat ini kan?" tanya Mako dengan ekspresi cemas.
Robin tidak menjawab apa-apa. Ia hanya mengangguk secara perlahan.
"Sial, ternyata projek itu benar-benar nyata!" Reggie tiba-tiba panik.
Aku menepuk bahu Reggie. "Kau mengetahui ini sebelumnya?"
"Itu benar Reggie. Project itu bukanlah projek yang dibuat semudah yang kalian kira" Nelson memperlurus.
"Baiklah, lupakan itu sebentar semuanya. Aku menemukan sesuatu di sini!" panggil Jetsu di depan pintu bawah lab.
Semua orang menoleh ke arahnya. Lalu mendatanginya satu-persatu.
"Kurasa dibalik pintu ini akan lebih mengejutkan lagi" perasaan Jetsu.
Wax dan Mako berdiri di sampingnya. "Coba saja Kapten"
Jetsu melihat ke kiri dan kanan sebelum membukanya. Setelahnya pintu itu dibuka,
"A . . . . apa-apaan itu?"
Semua orang penasaran apa yang dibalik pintu itu, begitu juga denganku. Lalu kami semua langsung masuk ke sana untuk ikut melihat juga.
"Astaga!" shock ku.
Kami semua melihat suatu Lazarus yang sangat besar sekali. Berwarna gelap dan tinggi sekali. Tetapi tingginya tidak sampai 900 meter seperti yang dokumen itu tampilkan sebelumnya. Mungkin ini adalah salah satu projek Lazarus lain yang tidak kalah mengerikan juga.