
...[Beberapa menit sebelum ledakan]...
Di ruangan lain, Shippu dan Saguru sama-sama menatap tangan yang memegang samping mesin. Perlahan dia berdiri dengan tubuh yang sudah dimodifikasi.
"Kors?" Saguru memastikannya.
Kors tidak merespon apa-apa. Ia melihat tangannya sendiri. Dimulai dari luka yang sudah dijahit dengan sempurna. Beberapa organ yang sudah diganti dengan mesin. Kors sudah 70% dimodifikasi oleh mesin itu tanpa Saguru sadari.
Shippu yang memandangnya, ia menodongkan senjata apinya ke kepala Kors dari jauh. Saguru yang melihat Shippu akan menembaknya, dengan cepat ia langsung melompat untuk melindungi Kors.
"JANGAN!!!"
...[DORRRRR]...
Peluru Shippu melesat ke kepala Saguru sampai menembus. Darahnya terciprat kebelakang menodai Kors. Perlahan Saguru tersungkur dengan memegang pundak Kors sebagai harapan terakhirnya.
Shippu tertawa melihat mayatnya Saguru. "Cuih, aliansi konyol. Mau saja mati demi hal yang tidak berguna."
Setelah mendengar itu, Kors akhirnya menoleh ke belakang menatap Shippu. Shippu yang melihat pergerakannya, agak sedikit gemetar melihat wajahnya yang sangat menyeramkan.
Tetapi Shippu tak gentar. Ia kembali menodongkan senjatanya ke wajah Kors sebagai gertakan. "Sekali tarik, maka kau akan sama seperti dia."
Kors tidak menjawab apa-apa. Ia berjalan keluar dari mesin dengan perlahan.
"Hei, berhenti di sana!" Shippu menggertak.
Gertakan Shippu tidak bereaksi apa-apa untuk Kors. Lalu Kors melihat mayat Saguru yang sudah tidak bernyawa. Shippu bingung apa yang akan dilakukan olehnya selanjutnya.
"E" Kors mengucapkan sesuatu.
"Hah?" Shippu tidak mendengarnya.
Kemudian Kors merogoh saku jasnya Saguru untuk mencari sesuatu.
"Jangan bilang, ia sedang mencari--"
Akhirnya Kors mengambil chip milik Saguru sebelumnya. Entah bagaimana Kors bisa tahu kalau itu Kors.
"Apakah dia tahu cara menggunakannya?" Shippu juga siap-siap mengeluarkan chip di sakunya.
"C" Kors mengucapkan suatu kata kembali.
"Berhenti bicara! tiarap lah jika tidak ingin sama seperti dia!" gertak Shippu kembali.
"H" Kors terus mengatakan suatu alfabet yang Shippu tidak mengerti maksudnya.
"Hah, persetan!" Shippu menarik pelatuk senjatanya.
...[DORRRRRR]...
"A . . . . apa??" Shippu sangat terkejut setelah ia menembaknya.
Karena Kors berhasil menangkap peluru itu tanpa ia lihat.
"Bagaimana bisa?!" dan Shippu benar-benar mengeluarkan chip-nya.
Kors mengamati apa yang Shippu akan lakukan selanjutnya.
"Charge!"
...[DUARRRRR]...
Sebelum Shippu berubah, ruangan tiba-tiba meledak sampai membuat mereka terpental. Dari penglihatan Kors, matanya seperti mengeluarkan semacam simulasi yang menampilkan kerusakan dari tubuhnya dan indikator kekuatan miliknya.
Kors kembali sadar setelah ia bangun dari ledakan dari ruangan itu. "A . . . apa yang terjadi denganku?" Kors mengecek seluruh tubuhnya dan meraba-rabanya.
Kors terkejut karena ia tiba-tiba sadar disaat ruangan sedang terbakar. Karena sedikit panik, ia langsung berdiri untuk mencari jalan keluar.
Lantai ruangan banyak yang sudah hancur sampai menembus ke ruangan di bawah dan di atas. Kors masih tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Lalu ia melihat seseorang yang sedang tergantung tertusuk di besi. Orang itu adalah Shippu yang sudah tidak bernyawa, akibat ia terlalu banyak kehilangan darah.
Meski sudah keluar, koridor dari bangunan ini juga membunyikan alarm. Alarm kebakaran itu membuat orang-orang yang berada di dalam bangunan 7AY keluar semua dari tempat itu.
Elevator dan lift masih dapat digunakan. Tapi yang Kors lihat dari kejauhan, banyak orang berebutan untuk masuk ke dalam lift untuk menyelamatkan diri.
Kors mendadak sakit kepala. Ia memegang kepalanya untuk menahan perih itu. Dia kembali mengingat apa yang terjadi dengannya sebelumnya.
"Kevy . . . ." satu kata terucap dari mulut Kors dengan nada geram. "AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!" teriak Kors dari koridor bangunan.
...[Sementara itu]...
Teriakan itu memang tidak terdengar jelas di tempatku sekarang. Tapi aku merasa kalau teriakan itu seperti sedang menyebut namaku. Wajahku seperti linglung untuk mengingat apa yang membuatku berada di sini sebelumnya.
"Ada apa denganmu Kevy?" Kenko menyadarkan ku setelah ia menepuk bahuku.
"Kenko, apa yang terjadi?"
"Belum jelas. Ledakan itu tidak ku sangka akan sedahsyat ini" Kenko mengingat sebisanya.
"Ledakan? oh iya, ledakan" aku juga baru kembali mengingatnya.
Aku menepuk dahi ku untuk mencoba berpikir apa yang harus kulakukan selanjutnya.
...[Sementara di tempat lain]...
Zet berlari menuju sel dimana Yue dan Kyo berada sebelumnya. Ia masih memiliki rasa khawatir dengan kedua orang ini. Mungkin dari sepenglihatan Zet, mereka ini adalah orang yang spesial.
"Berharap mereka semua sudah pada keluar!!!"
Sesampainya di ruangan sel, Zet melihat banyak pintu sel yang sudah terbuka. Para tahanan berlarian menuju keluar dari tempat itu. Tujuan Zet adalah mencari Kyo dan Yue di selnya.
Ketika sudah masuk ke dalam sel, Zet merasa lega karena mereka berdua sudah keluar dari sel. "Huff . . . syukurlah!" Zet menghela nafas, secara tidak sadar ia memasukkan kedua tangannya di saku jas miliknya.
"Eh?" Zet merasa seperti kehilangan sesuatu.
Ia mengecek seluruh kantung dan saku di pakaian yang ia pakai saat ini. "Dimana kunci ku?!"
Lalu Zet kembali mengingat sesuatu. "Ahh!" Zet melihat ke atap dengan tersenyum menyeringai. "Bocah-bocah itu beraninya!" Zet sadar kalau kuncinya telah dicuri oleh Kyo setelah ia tidak sengaja menjatuhkan dirinya menabrak Zet.
...[Di tempat lain juga]...
Jack merasa seperti ada sesuatu yang panas di sekitarnya. Ia sudah bangun, namun belum siap untuk membuka matanya. Jack masih merasakan sensasi di sekitarnya untuk menganalisis apa yang sedang terjadi sekarang.
Jari-jarinya Jack mencoba untuk meraba-raba bila ada sesuatu yang aneh disekitarnya. Lalu ia merasakan seperti ada sesuatu yang sedang melilitnya di sekitar tubuhnya.
"Benang?" karena Jack sudah penasaran apa yang sedang terjadi dengannya, ia memberanikan diri untuk membuka mata.
Perlahan Jack membuka matanya dan melihat apa yang terjadi dengannya. "Heh, api?" Jack merasa heran. Mengapa ada api yang terbalik di atasnya.
Tapi ia semakin dibuat bingung mengapa rambutnya naik ke atas juga. Topinya mungkin sudah hilang terbakar. "Tidak tidak, ini bukan apinya yang terbalik."
Dan akhirnya Jack mengangkat kepalanya untuk melihat seluruh tubuhnya. "Hah?!"
Jack sangat dibuat terkejut sekali. Karena ia sedang tergantung terbalik oleh benang dari kristal merah. Alasan mengapa Jack merasa panas, karena sekitar ruangannya sedang terbakar oleh api yang besar. Lantai dibawahnya sudah menembus sampai beberapa lantai ke bawah.
Jack berusaha untuk tetap tenang. Ia melihat sekitarnya untuk mengamati dan menganalisis agar dia dapat keluar dari situasi seperti itu. Dari sepenglihatan Jack belum ada yang terlalu menarik. Sampai . . . .
"Hmm, bukankah itu?" Jack memutar badannya untuk melihatnya lebih jelas.
Ternyata orang yang ia lihat itu adalah David. Ia masih terkapar akibat dari ledakan itu setelah terpental. Jack menemukan ide untuk mengayunkan benangnya, lalu ia melemparkan dirinya sendiri sampai menggapai lantai dimana David sedang terkapar.
"Entahlah apakah ini ide yang bagus atau bukan tapi . . . . "
Dorongan demi dorongan, tarikan demi tarikan. Jack melepaskan diri dari benangnya dan melemparkan diri menuju David.
"Berhasil!" Jack berhasil terlempar, tapi . . . . "Eh?"
Jack tidak dapat memijakkan kakinya dengan seimbang ke lantai. Ia tergelincir dan terjatuh ke bawah.