CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Pertarungan Terakhir



Semua orang di luar berhenti menyerang. Mereka berkumpul di atas tepi gedung, dimana ada Akuta dan Yuusha di sana. Mereka semua kembali menjadi human form.


"Apa pertarungan telah berakhir?" ucap Bryan yang baru datang sembari melihat ke arah kepala Lazarus.


"Dia yang akan mengakhirinya" Akuta bergantung padaku.


...[Di dalam kepala]...


Jetsu sudah terkapar di lantai. Aku yang melihatnya terbaring seperti itu, sudah pasti sulit untuk dimaafkan. Ia sudah kembali menjadi human form. Kristalnya masih digenggaman tangannya.


Jack dan David masih dalam form Lazarus nya. Ia memandangi ku dengan badan yang sedikit gemetar. Jack menoleh ke David. Ia mengangguk seperti ingin maju duluan untuk menyerang ku.


Lalu ia berjalan ke depan menghadap ku. "Kevy. Akhirnya kita bertarung lagi setelah insiden kereta saat itu."


"Siapa yang memberitahu mu nama itu? dari berita tentang penyelamatan ku?" ejek ku.


Jack bersiap-siap dengan gergajinya. Lalu ia berhenti di depan ku. "Bisa jadi. Tapi yang kau lakukan sejauh ini, hanyalah sia-sia!"


"Sia-sia?" ucapan darinya membuatku tertawa terbahak-bahak.


"Hah?" Jack bingung denganku.


"Kau tidak tahu apa yang kurasakan sejauh ini! sejauh mana kau tahu tentang diriku?" aku menggenggam erat pedangku.


"Begitu juga denganku!" Jack maju dengan meluruskan gergajinya ke arahku.


"Dasar munafik!" aku mengayunkan pedangku untuk menangkis serangannya.


Kami beradu senjata. Gergaji melawan pedang. Percikan demi percikan terciprat dari ayunan senjata kami. Tapi aku tidak akan membiarkannya meluncur begitu saja. Aku akan cari celah untuk membunuhnya.


"Ini lebih mudah dari kita bertarung dulu" Jack merendahkan ku.


"Oh ya?"


Setelah ku tarik tangannya, ku injak tangan gergajinya itu. Lalu menjatuhkan Jack dengan satu tarikan pedangku.


"Ekh" punggung Jack terbentur besi.


"Segitu saja kemampuan mu?"


Tiba-tiba dari arah belakang, aku merasakan ada gerakan yang sedang mengarah ku. Suara angin sangat kencang, sepertinya dia melompat ke arah ku. Lalu aku menghindari sergapan itu.


...[TSSSSSKKKKKK]...


Jack tertusuk di bagian dada. David dibuat syok karena tidak sengaja telah menusuknya. Ia berjalan mundur perlahan karena merasa syok. Jack kembali menjadi human form dengan chip ditangannya. Jack telah tewas akibat tertusuk pedang David sendiri.


"A . . . . apa yang telah kulakukan?"


"Seperti yang kau lihat."


"AAAAAAAAKHHHHHHHH" David sangat menyesal sekali dengan apa yang dia lakukan.


Teriakan itu terdengar sampai ke luar. Ia segera bergegas mencabut pedang itu kembali.


"Ini semua salahmu!" David menodongkan pedangnya ke arah ku.


Tapi dia dibuat bingung karena tiba-tiba aku sedang dalam posisi membungkuk sembari memegang pedangku.


"Tidak, lagipula . . . ."


...[WUSSHHHHHHH]...


Dengan satu hentakan. Aku bergerak secepat kilat memenggal kepalanya. Ia masih dalam posisi berdiri sembari menodongkan pedangnya ke arah ku. Kini ia sudah kembali menjadi human form dengan kepala yang sudah terpisah dari lehernya.


"Terimakasih. Kau baru saja melawan pahlawan utusan dewa" lalu aku kembali menjadi human form.


Aku berdiri dan segera menghampiri Jetsu yang sudah terkapar itu.


"Oy, Jetsu!" Aku memangku nya dengan tanganku.


Aku membuka topengnya. Ia perlahan membuka matanya. Terbitnya matahari menyinari dalam kepala Lazarus ini. Tubuh Jetsu dipenuhi dengan darah. Dari perut dan dada dipenuhi lubang tusukan.


"K . . .Kevy?" mulutnya berdarah.


"Bertahanlah. Aku akan segera membawa mu ke bawah!" aku mencoba mencari solusi.


"Tidak . . . . Kevy" ia menahan ku.


Aku tidak tahu mengapa, air mataku otomatis keluar sendiri. Perasaanku sudah tidak enak untuk ini. Ia menempelkan tangannya ke dadaku.


"Eh?" Aku memegang apa yang ia tempelkan ke dadaku.


Kemudian aku melihat apa yang dia berikan kepadaku. Ternyata ia memberikan kristal EdgeBooster nya kepadaku.


"Tidak. Tidak. Ayo, kita masih bisa keluar dari sini!"


"Kau tahu Kevy? apa yang kuinginkan selama ini?"


"Hah?"


"Dulu, aku sangat ingin sekali menjadi astronot."


Aku mendengarkan apa yang akan ia katakan.


"Tapi orang tuaku menginginkan ku agar menjadi polisi. Dan setelah kucoba coba, ternyata tidak buruk juga memiliki pekerjaan itu. Ku harap aku dapat terbang ke luar angkasa. Teknologi yang semakin canggih ini, memang sangat mudah sekali untuk ke luar angkasa. Huhhh"


Dia masih mencoba nafas secara teratur. Aku sudah memiliki perasaan yang tidak enak untuk ini.


"Dan ternyata . . . . impian itu . . . . . hanya . . . . ." ia mengeluarkan air matanya. "imajinasi ku . . . . saja."


Akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuanku. Ia meninggal dengan senyuman di wajahnya itu. Meski wajahnya terlihat buruk, ternyata ia masih dapat mengeluarkan air mata selama ini. Kupikir tidak. Bodohnya aku.


"Tidak Jetsu. Impian mu itu sangatlah tinggi. Aku dulu juga seperti itu. Suatu saat aku akan membawa mu ke sana."


Kemudian aku membawa Jetsu keluar dari Lazarus itu. Nelson yang melihatku, ia segera membuat gravitasi agar aku dapat turun berjalan menghampiri mereka.


"Kevy!" semua orang sudah senang.


Namun setelah mereka melihat orang yang kubawa, mereka dibuat terkejut dengan momen ini. Aku membawa Jetsu dan menghampiri Wax. Wax dan Mako sangat syok melihat kaptennya tewas.


Aku menurunkannya. "Maaf, ini salahku. Aku terlambat dat--"


"Tidak, Kevy. Itu bukan salahmu."


"Ini, memanglah sisi keren terakhirnya yang pernah ku lihat."


Ucap Wax dan Mako. Aku terharu melihat mereka berdua sangat menghormati kaptennya itu. Wax menutup matanya setelah ia mengusap wajahnya.


Kemudian aku mengangkat tangan sebagai meminta perhatian. "Teman-teman. Aku tahu ini memang bukan waktu yang tepat, tapi . . . ."


Aku melirik ke wajah Wax. Ia mengangguk sebagai tanda kalau dia sudah mempercayakan ku.


"Aku ingin meminta kalian mengumpulkan kristal kalian. Sudah waktunya untuk menggabungkan kristal ini menjadi Cryptide" aku meyakinkan semua orang.


Semuanya tersenyum dengan bahagia. Tapi . . .


...[GRRRRRRRRR]...


Suatu getaran terjadi di bawah tanah. Gedung yang kami pijak juga ikut bergetar sebentar.


"Eh, apa yang terjadi?" Akuta reflek bangkit.


"Entahlah . . . ." aku sendiri juga bingung.


...[GRRRRRRRRR]...


Terjadi kembali. Barusan sudah kedua kalinya semuanya terlihat bergetar.


"Ini bukan gempa bumi kan?" Mako mendadak panik.


"Mana ada gempa bumi yang berdetak?" Kenko menepuk bahu Mako.


...[GRRRRRRRRR]...


Sekarang sudah ketiga kalinya. Semua semakin bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


"Oke, ini sudah mulai aneh teman-teman" Nelson mulai curiga akan ada sesuatu.


"Jangan bilang, itu adalah--"


...[GRRRRRRRRR]...


Tiba-tiba tangan mecha raksasa muncul dari tanah. Kami semua menghindari benda raksasa itu yang hampir saja membunuh kami.


"B . . . benda apa itu?" Bryan dibuat terkejut.


...[GRRRRRRRRR]...


Perlahan tangan itu merangkak naik ke atas. Kemudian disusul dengan bagian tubuh lainnya yang ikut naik ke atas. Kami semua dibuat tercengang dan syok setelah melihat apa yang kami lihat.


"A . . . . ap . . . apa . . . . .apaan itu . . . .?" Robin sangat tercengang sekali.


Suatu robot mecha raksasa keluar dari tanah. Tingginya sangat diluar nalar. Yang dapat ku perkirakan adalah, "Kisaran 800. Tidak, itu 900 meter kurang."


"M . . . mustahil" Kyo mengusap matanya.



"Bawakan aku . . . . KEVY DEVOTEE!" teriakan dari suara robot mecha itu terasa familiar.


"S . . . suara itu" Akuta menoleh ke wajah ku.


"Michael Kors" sebut ku sembari melihat ke atas.


Pertarungan memang sudah berakhir. Tetapi di setiap pertarungan . . . . . selalu ada pertarungan lagi yang akan datang. Pertarungan ini, akan menjadi pertarungan terakhir dari semuanya. Aku yang akan mengakhiri pertarungan ini.


Aku, Kevy Devotee. Yang akan mengakhiri pertarungan ini.