CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Masa Depan Menanti



Dalam pikiran kosong ku, aku berpikir kalau masa depan itu omong kosong. Tapi nyatanya itu semua setengah benar, karena aku sendiri berasal dari masa depan. Maka itu . . . .


"Tangan kiri untuk rumah sakit, tangan kanan untuk kuburan" aku baru saja memasuki mode Hyper.


Tye terkejut melihatku, tapi dia kembali bangkit dan siap melawanku.


"Menarik, kemari lah" Tye maju ke depan dan menciptakan bola gelembung waktu.


Aku menghindar tembakan gelembung pertama, lalu membelah tembakan kedua dengan pedangku. Kini pedangku sudah bisa menangkis serangan gelembung waktu milik Tye.


"Bagus, sekarang coba rasakan ini!" Tye menciptakan portal di sebelahnya dan memasukkan tangannya ke dalam.


Lalu ia ternyata mengambil suatu senapan dari dalam portal itu, kemudian ia merakitnya dengan tambahan kekuatan kristal sehingga senapan itu sudah dimodifikasi menjadi senapan waktu yang keren.


Sebelum ia mulai menembak, aku maju secepat mungkin dan melakukan Zig-zag, sampai membuat Tye kesulitan membidikkan senapan miliknya.


"Slash 360°" lalu aku mengeluarkan jurus ku untuk dikerahkan ke arah armor nya.


Tye menciptakan portal dibelakang, lalu berpindah ke atas ku untuk kembali menyerang.


"Sayang sekali, kak" aku kembali menarik pedangku dan ku ayunkan ke atas.


Tye terkena serangan ku sehingga membuat ia terjatuh, namun saat ia terjatuh, aku menangkapnya lalu ku banting ke bawah.


"Arkh" ia kesakitan dan membuatnya lemas sekali.


Kemudian aku menginjak dadanya seperti menahan agar ia tidak berdiri.


"Sayang sekali" ia masih saja bisa tertawa, seperti merencanakan sesuatu.


"Eh?" aku tidak jadi ingin menahannya dengan pedangku.


"Jangan lengah!" kemudian Tye menendang kaki ku, lalu ia menekan sesuatu tombol di tangannya sehingga . . .


...[ZAPPYPYYP]...


Mendadak gelombang elektromagnetik waktu seketika membekukan seisi kapal, sehingga semua orang diam seakan-akan waktu berhenti.


"Hahahahahahahaha" Tye bangkit, ia tertawa setelah memberhentikan waktu di kapal ini.


Lalu ia jalan menghampiri ku dengan senapannya, kemudian ia menodongkannya ke kepalaku.


"Andai kau tahu, dari mana aku berasal . . . . Kevy!" ketika Tye hendak menarik pelatuk, mendadak ada seseorang yang menembak tangan Tye itu sehingga membuat senapan nya terpental.


"Siapa itu?" Tye kesakitan dan melihat sekitar.


Tidak lama suara langkah kaki mendekati Tye.


"Eh?" ketika Tye menoleh,


...[PTAKKKK]...


Tiba-tiba seseorang menendang dada Tye sangat kencang sehingga dunia yang tadinya membeku, kini sudah berjalan lagi seperti biasanya.


"Ahh, apa yang terjadi?" Aku tidak tahu apa yang barusan terjadi, tetapi aku melihat pemuda keluar dari portal dihadapan ku.


Ia menendang Tye terpental sangat jauh sehingga membuatnya tersungkur.


"Wah, aku tidak percaya ini" kemudian dia menghampiriku.


"M . . . mustahil . . . ."



Seorang pengguna kristal Sci-Libur datang dari portal masa depan, "Halo, diriku dari dunia lain" kemudian ia menyapa ku.


"Kevy?" aku terkejut.


"Iya, aku Kevy Devotee. Aku datang dari tahun 4523"


"APA????" aku shock seketika.


"Boleh kutanya ini tahun berapa?"


"Baru saja hari ini sudah memasuki tahun 2752"


"Wew, lampau sekali. Tetapi dari yang kulihat disini ternyata memang teknologi sudah maju sejak generasi ini ya?"


"Begitulah, kalau boleh kutahu apa tujuan mu kemari?"


Kemudian diriku dari dunia lain menunjuk Tye, "Dia adalah buronan di masa depan setelah mencuri kristal Time Hijacker 19 dari dunia lain"


Beberapa saat kemudian Kenko datang menghampiri.


"K . . .Kenko?" seketika ia mendadak melihat Kenko seolah mengenang sesuatu.


"Kevy? bagaimana bisa ada 2 Kevy?" Kenko heran.


"Ceritanya panjang, nanti kita akan cerita lagi namun sekarang bukan saatnya" aku menjelaskan sedikit.


Kemudian Kevy yang lain menepuk bahuku, kemudian dia mendekati telinga ku, "Jaga dia sampai kapanpun, sebelum kau akan merasakan hal yang sangat menyesal."


"Eh?" aku terkejut dengan kata-kata itu seolah dia seperti sangat tegas sekali kepadaku.


Aku masih diam berdiri masih memikirkan kata-kata apa yang Kevy katakan tadi.


"Baiklah aku akan mengambil ini . . . ." kemudian dia mengambil kristal hijau dari dada Tye yang membuat ia kembali berubah menjadi human form lagi, "dan ambillah ini."


Dia melemparkan kristal Time Hijacker kepadaku, "Loh untuk ap--"


"Itu bukan berasal dari dunia kami. Disana kami sudah memiliki kristal itu sendiri" Kevy menjelaskannya sambil menggendong Tye.


"Bagaimana dengan Cryptide?"


Kemudian Kevy terdiam sebentar, kemudian berpaling menuju portal, "Belum ada hasil, tapi suatu saat nanti pasti akan ku gabungkan kembali."


Aku hanya diam berdiri melihatnya memasuki portal.


"Selamat tinggal diriku yang lain. Hebat juga ternyata aku bisa langsung bertemu denganmu" kemudian dia mengacungkan jempol nya.


Lalu ia masuk ke dalam portal bersama Tye yang tidak sadarkan diri.


"Baiklah Kenko, semuanya sud--"


...[PRGGGGGG]...


Seketika tali datang mengikat tanganku.


"Kenko, lari!" aku menyuruh Kenko kembali ke Aula.


Aku baru sadar kalau kelompok mereka belum dikalahkan.


"?umkakak nagned gnanes-gnanesreB"


"Masih saja berbicara bahasa aneh!" aku memotong talinya.


Lalu aku maju secepat kilat untuk mengayunkan pedang ku ke Spotless, kemudian aku tebas semua talinya yang hendak menangkap ku.


"Slim Slash!" aku mengayunkan jurus ku dan membuatnya kerusakan pada bagian bahu sampai dadanya.


Dan ketika aku hendak mengayunkan pedang ku sekali lagi, tanganku ditangkap oleh suatu benang yang sangat keras.


"Tidak akan kubiarkan!" Ellie menahan tanganku dari jauh dengan benangnya dari kekuatan Mecha miliknya.


Dari bawah, kakiku ditarik oleh sesuatu semacam tangan mekanik sehingga aku sekarang membungkuk.


"Gotcha!" Grin menahan kakiku melalui jebakannya dari bawah.


Dari samping Ichika lari sangat cepat hendak menendang ku dari lompatannya.


"Sial!"


...[BRUGGGGG]...


"Akh" seketika Ichika terpental setelah dihantam oleh bola hologram yang sangat kencang dan kuat.


"Eh?" aku melihat sekitar dek kapal, lalu aku melihat Wax berdiri dengan bola di kakinya.


"Goal!" Wax selebrasi.


Lalu anak panah melayang ke arah Ellie, seketika . . .


...[DUARRRRR]...


Anak panah itu meledak sehingga membuat Ellie terpental.


"Bullseye" Robin telah menembakkan anak panah nya dari busur Mecha miliknya.


Kemudian dari bawah ruangan, seseorang menembak Grin dari bawah ruangan yang dipijak ku.


"Drop" Bryan menodongkan pistolnya ke arah Grin.


"Mengerti!" kemudian Drop menciptakan lingkaran gravitasi sehingga membuat Grin mengambang ke atas.


Mengembangnya Grin membuat atap ruangan itu hancur sampai Grin keluar ke dek kapal ini. Akhirnya aku bisa mengayunkan pedang ku ke arah Spotless. Semua musuh akhirnya terpental sampai membuat mereka semua tak sadarkan diri.


"Kerja bagus teman-teman" Jetsu datang dari atas, kemudian langsung berubah menjadi human form kembali.


Beberapa jam sudah berlalu, matahari sudah terbit. Terlihat dari arah timur, pelabuhan semakin dekat. Musuh-musuh sudah kembali menjadi human form nya, kini aku bisa melihat wajah Spotless dari dekat.


"Rata-rata dari mereka masih muda ya" Mako menginspeksi mereka satu-persatu


"Ya, kecuali orang ini seperti om-om sendiri" Kenko melihat Grin seperti orang yang mengerikan.


"Sudahlah, kita tunggu sampai kapal ini tiba di pelabuhan. Lalu kita panggil polisi dan ambulan dari sekarang." tegas ku.


"Butuh bantuan?" Bryan datang menghampiri,


"Bryan, bagaimana soal kepolisian?" Tanya ku,


"Sayang sekali, aku tidak punya hubungan dengan MPD lagi" Bryan menjelaskan.


Aku mengangguk, yang berarti ku bisa lakukan hanyalah menelpon ambulan.


Tapi disaat kami sedang berbincang-bincang, tangan pengguna Spotless seperti bergerak.