
Sudah seminggu semenjak kami melarikan diri dari markas rahasia Bryan di kota Urcy, aku juga belum dapat kabar tentang teman teman ku. Aku juga sudah menghubungi mereka lewat hp, namun tidak dapat dipanggil karena hp mereka mati total.
Akuta dan Yuusha masuk ke dalam pesawat kargo sebelumnya, sedangkan Orez dan Kenzu pergi dengan helikopter setelah meledakkan markas besar Bryan.
Kini aku bersama Kenko masih bersembunyi dalam bangunan terbengkalai yang tidak ada penghuni nya di kota Sedecy, dan mobil yang sebelumnya kami gunakan untuk melarikan diri sudah kami tinggalkan di salah satu bukit yang ada di perbatasan kota Urcy dengan kota Sedecy.
Mengenai kota Sedecy yaitu kota yang sebelumnya kami memecahkan misteri pintu ruang bawah tanah rahasia, ternyata kota ini berdekatan dari sini ke kota Urcy. Pantas saja ketika aku tidak sadarkan diri waktu itu cepat sekali aku sadar kembali nya.
Kembali ke cerita kami berdua yang berada di atap bangunan terbengkalai yang tidak ada penghuni nya. Angin pagi ini sangat kencang dan dingin sekali, tetapi udaranya masih segar. Kami berdua melihat matahari terbit dari arah timur yang sudah lama tidak kami lihat semenjak kami ditangkap dan di ruang bawah tanah itu.
Disaat aku memandangi kristal yang sedang ku pegang, Kenko juga melihat ku yang sedang mengamati kristal itu.
"Sampai kapan kau akan menatapi kristal itu?"
Kenko membuka pembicaraan.
"Kristal ini, mengubah hidup ku selamanya"
kemudian aku menaruh nya kembali ke dalam tas ku dan kembali melihat pemandangan kota dan matahari terbit.
"Oiya, aku belum pernah bertanya" Kenko ingin membahas sesuatu, lalu aku menatap ke mata Kenko.
"Bagaimana kau bisa menemukan kristal itu?"
Kenko baru bertanya soal kehidupan ku yang dulu.
"Aku?"
"Tentu saja kamu" kemudian aku tersenyum dan menjelaskan masa lalu ku sebelum menemukan kristal Sci-Libur.
"Dulu aku adalah seorang kurir dan pencuri"
"Eh?"
Kenko seolah tidak percaya apa yang baru saja ku katakan.
"Dulu aku sempat menjadi tukang koran keliling, kemudian perusahaan itu bangkrut karena sudah tidak ada yang minat lagi dengan koran"
Kenko masih mendengarkan apa yang kukatakan.
"Aku mempunyai kakak laki laki, tapi kami terpisah 10 tahun yang lalu"
"Kakak laki laki?"
"Ya, namanya adalah Tye Devotee"
"Apa yang terjadi dengan nya?"
Lalu aku mengaktifkan hp ku dan searching sebuah berita 10 tahun lalu. Setelah menemukannya, aku memberikan hp ku kepada Kenko.
"Tunggu sebentar , itu kamu?"
Aku diam saja, lalu aku kembali bercerita.
"Aku sangat menyayangi kakak ku, dia orang yang sangat baik. Kami dulu juga sering piknik keluarga ketika aku masih kecil"
Kenko masih mendengarkan apa yang kukatakan.
"Jika saja kami tidak pergi liburan di tahun itu . . . . . apakah aku masih menjadi orang normal seperti keluarga bahagia sebelumnya?"
Lalu Kenko memeluk ku,
"itu bukan salah mu, itu hanyalah takdir. Kau tidak dapat mengubahnya"
Aku kembali menoleh ke arahnya,
"Aku dulu juga mempunyai adik perempuan . . . . "
"Lalu? jangan bilang . . . "
"Ya, dia menghilang setelah kejadian perang faksi beberapa tahun yang lalu"
"10 tahun yang lalu?"
"Bukan . . . . ." aku menunduk.
"Loh?"
"Kenko, apakah kau percaya jika . . . ."
Kemudian aku membicarakan suatu rahasiaku kepadanya.
Reaksi Kenko seperti kaget sekali dengan muka tidak percaya, namun dia harus percaya apa yang kukatakan.
...[Sementara itu Bryan yang sudah berada di ruang perawatan]...
Bryan telah diangkut ke rumah sakit terdekat di kota Urcy, Bryan menelpon ambulans sebelum dia benar benar tidak sadarkan diri.
"Sial, tangan ku sepertinya patah" Bryan masih merasakan sakit akibat ditabrak oleh mobil yang digunakan Kenko sebelumnya.
Kemudian datang beberapa secbot yang tidak seperti biasanya, secbot ini berseragam Tuxedo dan dapat berbicara.
"Bryan, kau telah dipanggil oleh Kapten" Secbot itu berbicara dengan nada robot pada umum nya.
Bryan menanggapi apa yang dikatakan oleh Secbot itu dan langsung beranjak dari ranjang nya, kemudian dia langsung menggunakan pakaian dan jas nya.
...[Kembali kepada kami berdua yang sudah berada di sebuah supermarket]...
Kami berdua berada di supermarket yang lokasinya dekat dengan tempat persembunyian kami. Karena kami tidak punya uang sama sekali karena kemungkinan sudah diambil oleh kepolisian MPD sebelumnya.
Aku mencuri beberapa makanan dan minuman untuk bertahan hidup, sedangkan Kenko mengalihkan perhatian kepada kasir agar dia tidak memantau monitor cctv.
Setelah aku mencuri banyak makanan dan minuman yang sudah kumasukkan ke dalam tas, aku pergi ke toilet dan mengajak Kenko untuk melarikan diri melalui ventilasi yang terhubung ke luar supermarket.
"Bagaimana?" Kenko menanyakan hasil
"Ya segini mungkin cukup untuk mengisi perut"
Lalu kami bergegas kembali ke bangunan terbengkalai yang tidak ada penghuni nya itu lagi untuk bersembunyi.
...[Kembali ke Bryan yang baru saja masuk ke dalam ruangan kapten nya]...
Bryan agak sedikit gemetar setelah memasuki ruangan itu, lalu berputar lah kursi yang ada di depannya ke arah Bryan berdiri. Orang itu berpenampilan seperti seorang veteran, dia kemudian mengisap rokok yang dia pegang.
"Kapten...."
"Bryan , apa kau tahu kenapa aku memanggil mu kesini?"
"Maaf, aku tidak tahu"
Kemudian kapten mematikan rokok nya di asbak yang berada di meja nya.
"Aku tahu kau telah gagal untuk merebut kristalnya kembali"
"B . . . bagaimana Kapten bisa tahu?"
"Aku mempunyai rekaman dimana kau tertabrak oleh mobil sebelum target mu kabur dari tkp"
Kemudian kapten nya menunjukkan rekaman cctv yang memperlihatkan kejadian kemarin malam.
"Kapten, kenapa kau menunjukkan hal ini?"
"ini adalah salah satu rencana ku untuk merebut kristal Sci-Libur"
"Bagaimana caranya?"
Kemudian orang itu menaruh 3 foto di mejanya dan memberikan nya kepada Bryan.
"Siapa orang orang ini?"
"Aku baru saja merekrut partner baru untuk perkejaan mu"
"Untuk ku?"
"Setelah aku melihat mu gagal untuk merebut kristal Sci-Libur, aku mencari orang yang kemampuannya hampir sama dengan mu"
"Tapi aku tidak butuh partner, kapten lihat sendiri jika sebelumnya aku berhasil menangkap nya"
"Tapi kau ceroboh karena kau tidak mengecek temannya yang ternyata juga mempunyai kristal juga"
Seketika Bryan terdiam dan menunduk.
"Lagipula, bukan aku lah yang mencari mereka"
"Maksud kapten?"
Kemudian orang itu membuka tirai jendela nya dan menunjukkan sebuah gedung yang bergambar hologram.
"T. . . . tidak mungkin . . . "
"Ya benar"
Orang itu telah memasang target imbalan yang berisikan nama Kevy Devotee dengan imbalan sejumlah uang yang sangat tinggi di sebuah gedung hologram.
"Maka itu lah hal yang membuat banyak orang yang akan memburu target mu, dan aku juga memasangnya di kota lain juga"
"Kapten, kau keterlaluan. tapi . . . .ha . . ha . . . hahahahaaha"
Kemudian Bryan tertawa bahagia melihat hologram itu di sebuah gedung yang berisikan nama ku.
...[Kembali kepadaku sudah di malam hari berada di bangunan terbengkalai]...
Aku sedang tidur bersama Kenko di tempat itu, kemudian aku terbangun untuk keluar melihat keadaan disana.
"HAH?" seketika aku langsung membangunkan Kenko untuk mengajaknya melihat ke luar.
"KENKO, CEPAT BANGUN" aku membangunkan Kenko dengan keadaan panik.
"K . . . kenapa kevy?" akhirnya Kenko terbangun.
Tanpa lama lama, aku langsung menarik nya dan mengajaknya melihat keluar.
"ehhh . . . tunggu sebentar apa yang kau . . ."
Kenko seketika terdiam dan tercengang.
"K . . . Kevy?" Kami berdua melihat gedung hologram yang ada di luar bergambarkan Foto ku dengan bertanda "WANTED" yang berada di teratas dalam bounty list.