
Malam natal sudah lewat, berhari-hari aku sudah bersama kakakku Tye. Rencana tahun baru ini kami akan merayakannya di kapal pesiar mewah, dikarenakan Jetsu diundang oleh temannya yang memiliki kapal itu.
...[Beberapa hari sebelum tahun baru]...
Kembali ke ruangan Bryan dan Drop yang disatukan untuk diinterogasi, mereka berada di bawah tanah gedung faksi Black Cafe. Jetsu dan aku sudah memasuki ruangannya, ruangan ini berada di balik dinding hologram yang disekitarnya adalah kamera tersembunyi.
"To the point, kenapa kau melakukan ini Bryan?" Jetsu tanpa pikir panjang.
Bryan hanya terdiam saja menunduk ke meja, tangannya di ikat juga kakinya, begitu juga dengan Drop masih menunduk dengan wajah lesu.
"Bryan, bicaralah" kemudian aku ikut bertanya.
Lalu dia mengangkat wajahnya dan melihat wajahku,
"Kevy, apa kau tahu rasanya kecewa sangat berat itu seperti apa?" Bryan kali ini berbeda,
"M . . maksudmu?" aku bingung maksudnya.
Dia kembali menunduk dan melihat tangannya yang terikat, ia melihat telapak tangannya dengan wajah ekspresi putus asa.
"Drop, apa kau tahu maksudnya?" tanya ku pada Drop.
Drop hanya diam saja dengan menundukkan kepalanya dengan wajah datar.
"Ada yang aneh dengan mereka berdua, aku yakin ini sangat berbeda dari sifat mereka berdua sebelumnya" aku membisikkan Jetsu.
Responnya hanya mengangguk, Jetsu ikut bingung dengan rencana mereka berdua.
"Jika kalian tidak bicara, maka kalian tidak akan dapat melihat matahari besok" ancam Jetsu,
"Silahkan saja, aku memang sudah muak dengan semua ini" pasrah Drop.
Aku dan Jetsu sama-sama melihat kita berdua dengan ekspresi bingung.
"Bryan, Drop. Ini sangat serius, dimana keberadaan Kors berada?" aku beralih pertanyaan,
"Loh, kupikir kalian juga menangkapnya?" Bryan balik bertanya, "tentu belum, dia ditinggalkan di monumen bendera sebelumnya" aku kembali mengingat.
"Jika aku bertemu dengan orang seperti dia kembali, maka akan ku bunuh dia tanpa pikir panjang" kesal Bryan, Drop ikut mengangguk.
"Sial, pasti ada sesuatu dari mereka" bingung ku.
...[Sementara itu di suatu ruangan lain]...
Tye sedang berkeliling cafe untuk melakukan sesuatu, cafe sudah sangat sepi karena semua orang sudah banyak yang pulang dan tidur.
Sedangkan Tye memojokkan diri di ruangan yang ada telepon selulernya, "maaf, aku tidak tahu jika hal itu terjadi. Aku ingin kita kembali ke rencana kita--" Tye lumayan bahas panjang urusannya.
Ketika Mako yang ingin pulang setelah merapikan cafe, ia tidak sengaja melewati ruangan yang ada Tye sedang menelponnya.
"Ya, aku rencananya akan---" Mako tidak sengaja mengintipnya dari balik tembok, *Apa yang ia lakukan?" Mako diam-diam memantau Tye dari kejauhan.
Mako hendak mengambil kamera di dalam tasnya, namun ketika ia kembali melihat ke arah Tye . . . .
"Loh, kemana ia?" Mako heran dengan waspada.
Kemudian ia berjalan mundur untuk menjauhi dan meninggalkan ruangan ini, "Aku harus segera pergi dar--" seketika Mako seperti menabrak seseorang di belakangnya.
Mako yang kaget dengan berperasaan buruk, kemudian ia menoleh ke belakang, "eh?"
Tye sudah berada di belakang Mako yang berdiri di belakangnya sedari tadi, tatapan yang seperti pembunuh berdarah dingin itu membuat Mako merinding.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Tye dengan wajah mengerikannya,
"T . . t . . . tidak ada, aku hanya lewat ingin pulang, hehe" Mako yang sudah sangat merinding tidak sempat kembali bertanya kepadanya, kemudian ia langsung pergi melewati Tye yang berdiri setelahnya.
Ketika Mako sudah pergi, Tye masih menatapnya dengan tatapan pembunuh yang sangat mengerikan.
...[Kembali ke ruangan interogasi]...
Bryan dan Drop masih susah untuk berbicara, ia seperti mengalami trauma dan sesuatu yang membuatnya sangat kecewa sehingga sifat mereka berdua benar-benar berbeda dari sebelumnya.
"Kevy, coba buat mereka untuk menjelaskan masalahnya" Jetsu berbisik ke arahku.
Aku mengangguk, kemudian aku memajukan posisi kursi ku dan berpikir sesuatu, "Aku ingin bekerjasama dengan kalian" Bryan dan Drop kemudian menoleh ke wajahku untuk mendengar.
"Jika kalian ingin bebas, maka kalian harus mengikuti rencana kami"
"Jika kalian ingin bebas dan berkehidupan normal, maka ada syaratnya" aku membuat penawaran.
"Apa itu?" Drop memajukan badannya,
"Bantu kami menangkap Kors, maka kalian akan bebas setelahnya" tawaranku,
Jetsu langsung membisikkan ku "Kevy, mana mungkin mereka mau--"
"Boleh" Bryan dan Drop sama-sama mengangguk.
Kami berdua sekarang sama-sama heran dengan mereka berdua, "pasti ini salah satu rencana mereka" Jetsu membisikan ku.
Sekarang aku kembali berpikir, tetapi dari yang kulihat dari wajahnya adalah, mereka seperti sangat ingin melakukannya dengan sukarela.
"Apa yang membuat kalian sangat ingin membunuh atau menangkap Kors?" aku kembali bertanya.
Kali ini Bryan mulai berbicara, dibantu dengan Drop yang menjelaskan seluruh sikapnya dan kenyataan dari kaptennya sendiri. Ekspresi ku sangat terkejut sehingga membuatku mulai percaya dengan kata-kata nya.
"Bedebah itu, tega sekali" aku ikut kesal dengan Kors sekarang.
Jetsu yang juga ikut mendengarnya berekspresi kesal juga, namun ia masih waspada jika informasi dan cerita mereka itu hanyalah rencana dari mereka.
"Baiklah aku akan menerima tawaran tadi, tapi juga ada syaratnya"
"Apa itu?" aku mengangkat sebelah alisku,
"Kembalikan kristal kami untuk kali ini saja" tawaran Bryan.
...[Jam 18:00, 31 Desember 2751]...
Aku dan tim berada di kapal pesiar yang sedang berlayar ke pelabuhan kota redenier, yaitu negara Mechroid bagian selatan. Kapal ini akan berlayar selama kurang lebih akan memakan waktu sebanyak 13 jam, sehingga kami akan merayakan tahun baru di kapal yang mewah ini.
Setelah beberapa saat, kami masuk ke dalam aula yang sangat besar di dalam kapal ini. Ruangan ini penuh dengan koleksi dan ramai sekali orang-orang yang menghadiri dan akan merayakan tahun baru disini. Kami semua menggunakan pakaian yang sama, yaitu tuxedo hitam.
Kemudian datanglah pemilik kapal pesiar ini yang tampangnya sederhana saja. Ia mengadakan acara ini untuk orang-orang yang ia kenal saja, salah satunya adalah Jetsu, mungkin ia adalah rekan lamanya yang sudah menjadi orang sukses sekarang.
"Terima kasih sudah mengundang kami Pat, kapal ini sangat mewah sekali. Aku senang dapat berpartisipasi ke dalam acara ini, ini juga karena dirimu" Jetsu memujinya dan menghormatinya disertai terimakasih untuk pemilik kapal ini
"Ahh tidak Jetsu, aku memang selalu mengadakan ini setiap tahun. Dan orang pertama yang selalu ku undang pasti selalu kamu terutama kawan" mereka saling menghargai satu sama lain seperti teman dekat.
Disaat mereka sedang berbicara, kami semua menghampirinya dan bertemu dengannya.
"Oh ya, ini adalah partner-partner ku. Kamu mungkin sudah kenal beberapa sebelumnya" Jetsu mempersembahkan kami,
"Senang bertemu denganmu, tuan . . . . eum" aku belum tahu namanya,
"Panggil saja Patrick, aku adalah teman lama dari Jetsu" dia bersalaman dengan ku.
Patrick melihat semua teman-teman Jetsu, "Banyak wajah baru ya disini" dia memainkan jenggotnya, "Aku ingin tahu nama kalian sekali lagi"
"Tentu, biar ku perkenalkan sekali lagi" Jetsu menunjuk satu-satu, "Dimulai dari partner lamaku mungkin kamu sudah kenal sebelumnya, yaitu Wax dan Mako"
"Oh ya, setahun lalu kita juga merayakannya disini ya. Senang melihat kalian kembali" Patrick bersalaman dengan mereka berdua,
"Berikutnya ada Kevy, dia adalah partner baru untuk tim kami" Jetsu kembali memperkenalkan kami,
"Kevy, senang bertemu denganmu" dia bersalaman denganku, "senang bertemu denganmu juga"
"Disana ada kakaknya Kevy, Tye Devotee. Di sebelahnya ada pacarnya Kevy, Kenko Helen--" wajah Kenko memerah, "Ahh senang bertemu kalian juga" kemudian mereka bersalaman juga.
"Ya itu saja--" Jetsu selesai memperkenalkan kami, "tunggu, lalu siapa yang disana?" Patrick menunjuk Bryan dan Drop.
"Oh, mereka mungkin hanyalah tamu?" Jetsu pura-pura tidak mengenalnya, "Hmm, baiklah. Selamat datang di kapal pesiar ini yang tampangnya sederhana saja ya--"
"tch, merendah untuk meroket" ejek ku.
"Kalau soal kamar, aku sudah mempersiapkan kamar untuk kalian di dalam kapal ini" kemudian dia memberikan kartu kamar kepada Jetsu, "Terima kasih Patrick, aku selalu mengandalkan mu"
"Dengan senang hati kawan"
Setelah itu, kami semua pergi ke kamar untuk merencanakan kedepannya, "Nanti jam 23:00 kesini lagi ya!" Patrick berteriak kepada Jetsu, "Tentu saja" Jetsu mengangkat jempolnya ke atas untuk meresponnya.
Setelah kami berpapasan dengan Bryan dan Drop yang sedang duduk agar tidak mencolok, aku mencolek badannya Bryan untuk isyarat. Kemudian mereka berdiri dan mengikut di belakang kami.
"Ya, inilah kami. Tim yang akan menyelamatkan dunia"