CRYPTIDE CRYSTAL

CRYPTIDE CRYSTAL
Malam Natal



Kami sudah kembali ke markas Black Cafe setelah berkendara selama kurang lebih 2 jam. Hari sudah gelap dan di selimuti oleh salju yang tebal di luar sana, tetapi perjalanan kami tidak terhalang selama itu.


Lalu setelah masuk gedung cafe, mobil di parkir ke dalam garasi. Sebelum itu kami memindahkan Bryan dan Drop yang masih tidak sadarkan diri, begitu juga dengan Tye yang kini ikut bersama kami.


Aku, Wax, Jetsu, dan Tye bersama Mako dan Kenko kembali ke dalam cafe untuk beristirahat.


"Kami pulang" Jetsu membuka pintu.


"Selamat datang kembali kapten" beberapa orang mengucapkan selamat untuk tim kaptennya.


Cafe itu sudah banyak hiasan natal dan ramai sekali orang yang sedang menunggu kaptennya untuk ikut merayakannya.


"Ahh terima kasih, tolong persiapkan ruangan khusus untuk kami berenam"


"Baik, silahkan ikuti kami" lalu bawahan Jetsu menunjukkan jalan untuk kami.


"Kalian pergilah duluan, aku masih ada sedikit urusan dengan Mako" lalu Mako dan Jetsu pergi ke ruangan lain yang menurutku itu adalah kantornya.


Kami berjalan mengikuti pemandu itu, kemudian ditunjukkan lah ruangan yang berada di sebuah balkon gedung yang sudah dipersiapkan beberapa alat makan.


Balkon itu sangat besar sekali dan pemandangan gedung gedung lain disini sangat keren, salju juga turun tetapi ada atap transparan di atasnya.


"WAAAAHHHHH" Kenko terpukau dengan suasana jalanan di bawah sana.


"Huh dingin sekali, sebentar teman-teman aku akan mengambil sweater ku dahulu" Wax kembali ke dalam ingin mengambil sweater milik nya.


"Kevy, aku ingin kembali ke dalam dulu ingin meminjam baju penghangat. Aku tidak tahu kalau sekarang itu musim dingin" Tye kemudian bersin dan masuk ke dalam menyusul Wax.


"Ehh . . . .eum baiklah" Kevy membiarkannya pergi.


Lalu tersisa kami berdua di balkon ini melihat pemandangan kota di tiang balkon. Aku merasa segar melihat indahnya malam ini, begitu juga dengan Kenko yang bersandar di bahuku.


"Tidak terasa kalau sekarang sudah natal"


"Dan sebentar lagi akan tahun baru"


"Tahun ini banyak sekali kejadian"


"Kau sendiri yang memulainya"


"Haha"


Kami bercanda tawa di malam itu, kami juga menunggu orang-orang yang lain untuk datang kemari.


"Huh, kemana yang lain?" Kenko melihat-lihat sekitar.


"Beberapa orang mengambil sweater dan penghangat lainnya, sedangkan Jetsu dan Mako ada urusan" setahu ku.


Lalu kami berdua kembali melihat pemandangan kota. Banyak sekali orang di bawah sana yang sedang merayakan natal, beberapa orang juga sedang berkencan sepertinya di taman dekat sana.


"Kevy, apakah menurutmu mereka juga sedang merayakan?"


"Hmm, siapa?"


"Teman-teman kita loh, siapa lagi"


"Ohh, ya mungkin mereka juga sedang bersenang senang"


Seketika aku mengingat teman-teman lama ku yang mungkin sedang berjuang juga disana.


"Kenko, apakah menurutmu aku akan benar menyelamatkan dunia dan menyelesaikan masalah ini?" tanyaku


"Kalau kau memang bersungguh sungguh, maka dapatlah apa yang kau inginkan"


Aku tersenyum saja mendengarnya, aku juga sedang melihat pemandangan kota di luar sini. Sensasinya sangat membuatku ingin disini selamanya, ditambah Kenko yang selalu menemaniku disaat aku sedang susah.


Terkadang aku pernah berpikir, "Kenapa aku menyukai Kenko?" sampai aku tahu kenapa aku menyukainya.


Kenko melihat ke wajahku, "Kevy itu . . ." aku bingung apa yang dia tunjuk, "Apa?"


"Itu loh bibirmu sepertinya kering, apakah kau belum minum sedari tadi?" Kenko mencubit cubit bibirku.


"Yah, kita baru saja sampai disini. Lalu apa yang harus ku lakukan?" aku kebingungan.


"Tentu saja basahi kembali, bodoh"


"Huh, tidak ada air disini. Bagaimana caranya?"


Kenko tersenyum, lalu dia menarik leherku dan memegang pipiku. Dia kemudian mencium bibirku dengan memejamkan mata, dia juga kemudian memelukku.Tentu saja aku menciumnya kembali, dan aku menikmati malam yang indah itu dengan ciuman hangat dari Kenko.


"Uhuk . . . . sepertinya tenggorokan ku sakit" lalu datanglah Tye dengan pakaian musim dingin, begitu juga disusul oleh teman-teman yang lain.


"Yaa . . . . lanjutkan saja sih" Tye menutup mata,


"Ayo ke dalam semuanya" Wax memanggil yang lain ke dalam untuk bersiap-siap makan malam.


Ketika di dalam, kami sudah dipersiapkan minuman pembuka. Lalu datang orang-orang yang lain membawakan makanan dan minuman untuk jamuan malam hari ini. Malam kali ini penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan untuk kita semua. Meja kami terpisah dengan orang-orang lain, masing masing meja memiliki 6 bangku.


Setelah kami makan malam, kami membahas beberapa sejarah dan cerita masa lalu kami.


"Jadi Tye, apa kabar ayah dan ibu?" aku memulai pembicaraan,


"Hmm, ya, mereka baik-baik saja"


"Apakah ayah sudah tidak menggunakan kristalnya lagi untuk berjelajah?"


"Tidak, sekarang kristal itu sudah diberikan kepadaku"


"Bolehkah kamu menunjukkan kristalnya sebentar?" aku meminta,


"Nih, ini adalah kristal ayah yang berwarna Lime, Time Hijacker19 yaitu pengendali waktu" Tye memberikannya kepadaku.


Aku mengamatinya dari dekat dan menginspeksi kekuatan ini.


"Jadi alasan kakak tidak bisa mencari ku karena tidak tahu aku berada di mana?"


"Begitulah, ditambah ayah sudah sakit sekarang. Ibu menjaga ayah sampai sekarang, maka itu susah untuk mencari keadaan mu jika seperti ini" Tye murung.


Aku ikut prihatin karena mereka juga kedua orang tua ku.


"Oiya, bagaimana kabar Bryan dan Drop?" kemudian Kenko mengubah topik dan bertanya hal penting,


"Mereka belum sadarkan diri, tetapi kami sudah mengurungnya dalam sel yang berbeda" Jetsu menjelaskannya,


"Aku tidak sabar menunggunya bangun lalu menendangnya" candaku.


"Kristalnya sudah kami amankan di suatu ruangan, kemungkinan nanti kita akan teliti kristal itu" Mako ikut menjelaskan.


"Oiya, Wax bagaimana kau bisa mendapatkan kristal itu?" aku bertanya kepada Wax, tetapi dia sepertinya sedang mabuk.


"Aku . . . menemukannya di . . . . . . Langit yang tinggi . . . " kemudian dia terjatuh dari kursinya karena tingkahnya.


Kami semua tertawa dan bahagia di malam natal itu, banyak juga pertunjukan di cafe itu. Mungkin tidak semeriah festival, tetapi tempat ini sudah seperti karnaval kecil karena banyak sekali berbagai macam pertunjukkan dari sulap, menyanyi, bahkan sampai drama dan lain lain.


Itu semua juga untuk mempersembahkan dan menghormati kapten mereka semua yaitu Jetsu seorang yang paling dihormati di tempat ini.


...[Sementara itu]...


Di suatu ruangan di dalam gedung milik Jetsu. Ruangan ini adalah sel yang kedap suara, ditambah sangat hampa sekali di dalam sehingga lebih mudah dilihat jika seseorang mencoba melarikan diri.


Bryan dan Drop berada di ruangan yang berbeda, tetapi sistem ruangannya masih sama. Mata mereka masih terpejam nampak belum sadarkan diri, kira-kira sudah berjam-jam mereka belum sadarkan diri.


Tidak berselang lama, jari-jari tangannya bergerak sedikit-sedikit, kemudian Bryan membuka matanya dengan wajah lemas.


"Huh, dimana ini . . . .?" Bryan terbangun dengan tubuh lemas, beberapa lukanya telah diobati oleh seseorang.


Bryan mengecek sekitar untuk melihat keadaan, ia mencoba cepat sadar dimana dia berada.


"Tempat ini . . ." ketika dia mencoba berdiri, kakinya diikat dengan kunci hologram yang tidak dapat dihancurkan kecuali dengan peledak khusus.


Begitu juga dengan tangannya yang ikut diikat dengan kunci hologram uranium yang sangat sulit dilepas dengan tangan, Bryan sadar kalau dia sedang dikurung dan diikat di sebuah ruangan yang ia tidak ketahui.


"HEY! LEPASKAN AKU!" Bryan berteriak sekeras mungkin untuk meminta dilepaskan, namun tidak ada orang sama sekali yang mendengar.


"HEY!" Bryan mencoba kembali berteriak, namun sayang tidak ada respon balik.


Bryan dikurung di dalam ruangan hologram yang sangat tebal sampai orang diluar tidak dapat mendengar, tetapi bangunan ini berada di bawah tanah sehingga tidak dapat terdengar oleh orang di atas gedung.


"Sial, apa yang terjadi kepadaku sebelumnya?" Bryan mencoba mengingat ingat kejadian sebelumnya.


"Oiya, aku dihantam dengan bola milik orang itu" Bryan kemudian pasrah melemaskan diri.


...[Di ruangan sebelah]...


Drop bangun dengan sakit kepala, tapi ketika dia ingin memegang kepalanya.


"Aww, apa ini" Drop baru sadar kalau dia sedang di kurung dan diikat di sebuah kursi dalam salah satu ruangan di dalam gedung.


"Tch, kemana kira kira kristal ku" Drop melihat kiri, kanan, depan dan belakang untuk mengecek dimana kristalnya.


Tapi Drop hanya bisa pasrah karena dia sendiri tidak dapat bergerak, dia hanya bisa melihat dinding hologram yang membosankan saja.