Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
87



Author POV


Malam hari di kamar Reyna


"Akkhhh!!! Kok gua jadi kebayang si Nara mulu, ihhhhhh...." jerit Reyna sambil menutup wajahnya dengan bantal dalam posisi tengkurap.


"Tapi... Kok gua jadi deg degan tiap ingat kejadian tadi, apa ini rasanya ditembak cowok?" gumamnya bingung.


"Huwaaaaaa......." teriaknya sambil berguling-guling di atas kasurnya.


"Terus gua mesti gimana dong besok kalau ketemu dia, masa gua kabur sih? Kan nggak enak."


"Udahlah gua nonton drakor aja."


Reyna pun berjalan menuju meja belajarnya, lalu menyalakan laptop nya. Setelah itu, dia memilih drakor "Revenge Note 2", sayangnya part yang sedang dia nonton adalah part sang tokoh utama pria yang sedang menyatakan perasaannya kepada sang tokoh utama wanita.


Seketika dia kembali mengingat kejadian yang terjadi tadi sore, bahkan dia bisa melihat kejadian itu di layar laptop dihadapannya. Reyna pun memilih berhenti untuk menonton drakor tersebut.


"Seharusnya nggak gini nih, iya bener. Otak gua keknya lagi error, hahahaha...."


"Nonton anime aja deh."


Reyna pun membuka file anime nya dan memilih anime yang berjudul "Kimetsu no yaiba", anime ini bercerita tentang seorang kakak laki-laki yang menjadi pemburu iblis untuk menemukan cara agar adiknya bisa kembali lagi menjadi manusia, setelah keluarganya diserang oleh iblis. Dia sangat fokus menonton anime tersebut, seolah-olah sudah melupakan kejadian tadi sore.


Namun sayang, ketika bagian sang pemburu iblis akan memenggal kepala iblis tersebut, tampilan kejadian tadi sore kembali muncul di layar laptop nya. Spontan dia langsung menghentikan video anime tersebut dan segera mematikan laptop nya. Lalu, dia berjalan lunglai ke arah kasur dan membantingkan dirinya di sana.


Seketika dia teringat sesuatu, "jangan bilang yang waktu di Semarang itu gua beneran nggak salah dengar? Dan jangan bilang orang yang Lia maksud udah nolak Nara itu gua? Aduh! Kok jadi gini sih?" ucapnya frustasi.


"Terus jangan bilang perkataan Lia yang pedas beberapa waktu lalu itu, ini yah? Dan maksud dia nyuruh gua buka hati tuh yang ini? Aaaaaaaa.... Pengen ke mars aja, capek di bumi."


Reyna pun menutup wajahnya dengan bantal dan kembali teriak-teriak tidak jelas.


Sementara itu, di kamar Nara. Dia tengah duduk melamun menatap dirinya di depan kaca. Dia sudah duduk di sana selama kurang lebih 15 menit.


Ting!


Suara notifikasi handphone membuatnya tersadar. Dengan malas, dia beranjak dari sana dan berjalan menuju kasurnya dimana handphonenya berada. Dia duduk sambil membuka isi chatnya.


Reno


Jadi gimana Nar?


Tak berapa lama kemudian, Alan dan Rai ikut menimpali.


"Berisik banget sih nih bocil-bocil," gumamnya kesal.


Alan


Diterima nggak?


Rai


Lu jadi ngungkapin kan?


^^^Nara^^^


^^^Iya, jadi.^^^


^^^Nara^^^


^^^Tapi gua bilang sama dia jawabnya nanti aja, nggak usah sekarang.^^^


Reno


Nj*r dia bilang beneran loh wkwkwk.


Nara mengerutkan keningnya membaca chat balasan Reno.


Rai


Emang kenapa No?


Reno


Gua tadi cuman iseng doang kali, nggak bener itu 🤣🤣🤣


Alan


🙄


Rai


🦍


^^^Nara^^^


^^^KAMPRETTTT!!!!^^^


^^^Nara^^^


^^^NGGAK LUCU WOYY!!!^^^


Nara menghembuskan nafasnya kasar, dia menjadi emosi setelah mendengar pengakuan Reno. Saat ini dia sangat ingin memukul bibir lemesnya Reno.


Rai


Parah lu becandanya @Reno


Reno


😋


Alan


Si kampret, bisa ae wkwkwk


Alan


Tapi bagus juga sih No, jadinya si Nara naik tingkat, dari suka dalam diam, beralih jadi prenjon.


Rai


***r, prenjon 🤣🤣🤣


^^^Nara^^^


^^^🙄^^^


Reno


Cocok banget sama lagunya budi doremi yg prenjon awokawok.


^^^Nara^^^


^^^Emang teman set*n lu pada.^^^


Rai


Kan set*an memang harus temenan sama set*an juga, giamana sih lu.


Reno


Kalau kita bertiga set*an, berarti....


Alan


Lu juga set*an wkwkwk


Rai


Ngakak abis xixixi


Reno


^^^Nara^^^


^^^Lu ketawa apa senam lantai sih? Heran gua.^^^


^^^Nara^^^


^^^Udah-udah nggak usah pada ngejek gua napa sih, hibur kek.^^^


Alan


Lah... dari tadi kan kita udah ngehibur lu, gimana sih.


Rai


Tau nih, nggak tau diri banget.


Reno


Maklum kepekaannya cuman buat Reyna seorang... ea ea ea ea🕺🕺🕺


Rai


Anj*y bucin


Alan


2in


Reno


3in 1


^^^Nara^^^


^^^Emang ngaco lu pada, malah nambah ngejek gua lagi.^^^


^^^Nara^^^


^^^Dahlah malas gua ngeladenin orang gilak kek lu pada malam-malam.^^^


Reno


Nj*r jadi cowok baker amat


Rai


Baperan bro


Alan


Baperan ege


Reno


Typo mas, typo. Ngertiin gua apa susahnya sih?😑


^^^Nara^^^


^^^Ngertiin lu sih nggak susah No. Yang susah itu, ngebuat Reyna peka sama perasaan gua🥺^^^


Rai


Najis sat!


Alan


Mata ku terkotori 🙈


Reno


Hoeeekkkk~~~ (🤮🤮🤮)


^^^Nara^^^


^^^Kampret!🤬^^^


Alan


4l4y lu


Rai


Lu juga alay ege


Reno


Lu semua jomblo alay


Mereka pun melanjutkan obrolan dengan Nara sebagai korban bulian. Bahkan beberapa kali Nara melontarkan kata-kata mutiara manapun nama-nama para penghuni kebun binatang.


...----------------...


Keesokan harinya Reyna berangkat ke sekolah seperti biasa. Dia tersenyum ketika ada yang menyapa dirinya. Hari ini dia datang agak siang sehingga ketika dia tiba di dalam kelas, para teman-temannya sudah lumayan banyak yang datang. Dia berjalan menuju bangkunya, tak lupa menyapa Lia yang merupakan teman sebangkunya.


Ketika tidak tengah duduk dan mendengar curhatan Lia, Nara baru saja memasuki kelas. Tanpa sadar mereka saling bertatapan sekilas, dan langsung saling berpaling setelahnya.


"Lu kenapa sih?" tanya Lia yang merasa ada yang aneh dari gerak gerik Reyna, padahal dari tadi dia sedang baik-baik saja.


"Nggak kok, biasa aja. Perasaan lu kali," elak Reyna.


Nara yang sempat berhenti sejenak di depan kelas, kembali melanjutkan langkahnya.


"Hai!" sapanya pada Reyna sambil melambaikan tangan dan tersenyuman canggung.


"Hai!" sapa Reyna sekenanya dan beralih menatap ke tempat lain.


Lia bisa merasakan ada sesuatu yang aneh dari keduanya.


"Masa habis berantem sepekan jadi canggung gini sih?" tanyanya bingung dalam hati.


Wajar saja jika Lia kebingungan, pasalnya jika mereka berdua sudah berbaikan, pasti suasananya bakalan rame. Belum lagi, kemarin dia melihat Nara dan Reyna pulang sekolah bersama dan mereka terlihat baik-baik saja.


Pikiran-pikirannya berhenti sejenak karena bel masuk telah berbunyi, para siswa kelas XII MIPA 2 memasuki kelas secara bergerombol.


Siang hari di jam istirahat, Lia dan para teman-temannya sedang berbincang sambil menyantap makan siang mereka. Tak lama kemudian Nara dan kawan-kawan datang menghampiri mereka dan ikut bergabung.


Mereka pun duduk di bangku yang masih kosong, dan kebetulan Nara mendapat bangku di dekat Reyna. Dia pun duduk di sana sambil tersenyum ke arah Reyna.


"Hai!" sapanya.


"Hai!" sapa Reyna balik.


Lalu keduanya kembali diam, sedangkan anak-anak yang lain sudah sibuk berbincang satu sama lain. Namun, hanya Lia seorang yang menyadari gelagat aneh keduanya.


"Mereka ada apa-apa nih pasti, masa dari tadi pagi kalau ketemu cuman ngomong hai doang," batinnya curiga.


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜