
"Hedeww... Wibu wibu" Ucapnya pelan
Dia kembali memeriksa hp Reyna dan kali ini daftar kontak adalah tujuannya. Setelah menemukan tujuannya, ia segera menscrool nama-nama yang ada, guna menemukan nama kontaknya.
"Kok kontak gue nggak ada sih? Dy nggak save apa?"
"Bang minum obat dulu sana, kamu risih kalau belum minum obat"
Mendengar hal itu Nara langsung menjitak kepala Yasa dengan sekuat tenaga dan pada saat yang sama Rai berhasil membobol gawang milik Yasa.
"Yes" Ucapan Rai senang sambil mengangkat kedua tangannya.
"Yah, kebobolan. Gegara abang nih" Tuduh Yasa
"Enak aja main nyalahin gue, lu tuh yang nggak bener mainnya" Protes Nara
"Udah-udah, main lagi yok Yasa" Lerai Rai
"Okay kak, oh iya nama kakak siapa?" Tanya Yasa
"Rai"
"Okay kak Rai, ayo lanjutkan. Aku bakalan ngalahin kakak" Ujarnya dengan penuh semangat
"Coba aja kalau bisa" Tantang Rai
Hal ini membuat Yasa semakin bersemangat, walaupun masih kelas 3 SD dia sangat pandai bermain game. Tidak hanya itu saja, dia juga pandai dalam urusan belajar.
Berbeda dengan Nara, tiap malam Yasa selalu belajar. Tetapi Nara juga siswa yang pandai, dia mendapat urutan 3 dalam ujian masuk kemarin. Dia tidak perduli soal pelajaran ataupun nilai.
Reyna pernah bertanya kepadanya
γFlash back onγ
"Kok lu kek nggak ada semangat belajar si? Padahal lu tuh pinter.Bahkan lebih pinter dari gue"
"Apaan si? Lu juga pinter kali. Buktinya lu langganan gue kalau ada PR"
"Iya, tapi kan kalau ada yang salah lu yang koreksi"
"Nah itu dia, tugas lu belajar aja ntar gue yang mengoreksi" Ujarnya santai
"Hedeww... Jawab dulu lah. Loh kok kek nggak ada niat belajar plus bersaing?" Tanya Reyna gemas sambil mencubit lengan Nara
"Ah!"
"Ah!"
"Sa-sakit Na, woy!"
"Yaudah makanya jawab" Ucap Reyna sambil menguatkan cubitannya
"Iya iya ... gue jawab"
"Tapi berenti nyubit gue dong, okay?" Tawar Nara dan Reyna pun langsung menghentikan cubitannya itu.
"Termasuk belajar?"
"Nah pinter lu, nggak salah kita temenan. Cuman.... Yahh.... lu rada gila sih ... Tapi... maklumin aja dah" Ucapnya sambil tertawa
"Hedeww... gue pukul juga lu"
γFlash back off γ
"Gue ketik ae dah nomer gue" gumam nya pelan
"Wah... Patah bener nih anak"
"Reyna, sini lo!" Teriaknya.
"Ih, nggak usah teriak-teriak entar nyokap lu bangun baru tau rasa" Tegur Reyna " Apaan?" Tambahnya
"Kok kontak gue namanya Vulcano sih? Harusnya lu tulis nama gue dong" Protes Nara
"Hedeww... Iya iya maap. Udah sih, lagian yang bikin gue nulis vulcano mah karena lu suka marah-marah" Bela Reyna
"Setuju kak" Sahut Yasa
"Diem lu bocah!"
"Siniin dah hp gue" Ucap Reyna sambil mengulurkan tangannya
"Nih" Ucap Nara sambil memberikan hp nya kepada Reyna.
"Gue maunya hp gue, sini deh!"
"Udah lu make itu aja. Gue mau main ini dulu, game masak-masak"
"Ya Allah... serah lu deh, kalau gue kalah gimana?"
"Nggak papa"
"Okay deh, jangan nyesel ya?"
"Iya, gue percaya kok lu nggak bakalan ngecewain gue"
"Duh! Bahasanya sok banget" Ucap Reyna sambil duduk disebelah Nara.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semuaππ
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ππ
πππππππ