Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
38



Bahkan tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 pagi. Rai masih berada di alam mimpi.


"Kak Rai bangun"


"Kak" Ucap Hana menggoyang-goyangkan tubuh Rai


"Hmmm... 5 menit lagi" Ucap Rai


"Astagfirullah hal adzim, Rai bangun ini udah mau jam 7" ~Bu Ana


Mendengar hal itu Rai langsung terbangun kaget dan segera membersihkan dirinya. Mama dan adiknya segera kembali ke ruang makan.


5 menit pun berlalu, ia sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dan segera menuju ke lantai bawah.


"Pa, Rai udah siap nih" Ucapnya ketika ia sudah tiba di sana


"Makan dulu sana" Ucap Papanya


"Nggak sempet pa, keburu telat Rai" Tolaknya


"Yaudah, papa antar deh. Pamit dulu sana sama mamamu" pintah sang papa


"Iya pa"


Ia pun segera pergi menuju ke ruang makan dan berpamitan kepada mamanya.


...----------------...


Sayangnya ketika tiba di sekolah gerbang sekolah sudah tertutup rapat.


"Elah... Telat lagi nih gue" batinnya pasrah


"Nah loh udah telat. Makanya kalau malam itu tidur, bukannya malah main game" omel Papanya ketika ia sudah turun dari motor.


"Iya pa, maaf... Papa nggak ngasih tau mama kan?" Tanya nya dengan memamerkan giginya.


"Alah... Kamu ini, tenang aja. Nggak dikasih tau, tapi lain kali kalau papa ngeliat kamu main lagi. Papa bakalan ngasih tau mama kamu, paham?


"Iya pa, paham"


"Yaudah, papa balik yah"


"Iya papa ku sayang" Ucap sambil mencium tangan beliau.


Setelah papa nya pergi dia hanya berdiri sendiri di depan gerbang sekolah.


"Haduh.... Jangan bilang gue doang yang telat" Gumamnya sambil menghembuskan nafas kasar.


Dia pun memilih untuk bersandar pada pagar sekolah, sambil menunggu gerbang dibuka oleh pak satpam pada pukul 8 pagi.


15 menit pun berlalu, dia masih berada pada posisi yang sama.


Ckittt!


Bunyi rem sebuah motor yang baru saja berhenti tepat di depan sekolah.


"Nah kan, gue telat... Gimana dong Kak?"


"Udah sih Na, santuy ae... Nggak bakalan mati juga lu kalau telat, selagi hukuman nya munggutin sampah atau berdiri di depan tiang bendera"


"Ha...Ha..Ha... Lucu bang, perut Ana sakit nih ketawa" Ejek Reyna.


"Gue doa in deh hukuman untuk siswa yang telat diubah jadi hukuman mati" Ucapnya kemudian langsung menarik gas motornya meninggalkan Reyna


"WOY!!! RIZIQ!!!!" Teriaknya


"Astagfirullah... Punya sepupu gini banget, nggak ada yang beres" Ucapnya sambil menghembuskan nafas pelan.


Ketika ia membalikan badannya ia langsung melihat Rai yang juga sedang melihatnya. Seperti biasa, Rai tidak tersenyum padanya, sedangkan Reyna hanya melihatnya sebentar saja lalu memilih untuk melihat hal yang lain.


"WOY REYNA!!!" Sapa seseorang, Reyna hanya menatap orang itu datar


"Pagi Rai" Sapa nya lagi


"Pagi, Ham" Sapa Rai dengan senyuman manisnya.


"Na, lu tuh kalau disapa senyum napa sih. Jangan jutek-jutek, ntar nggak ada yang mau sama lu"


"Serah lu deh, Ham. Gue lagi malas debat"


"Gue kira lu mau nyubit gue. Soalnya waktu SD dulu kalau ada yabg gangguin lu beuh... Dijamin nggak bakalan lagi dy berani gangguin lu" Jelas nya panjang lebar.


Namanya Ilham Akbar Gibran, ia salah satu teman SD Reyna yang bersekolah di sana setelah Nara,Boy, dan Ari.


For your information, dia dulu pernah berantem bersama Reyna dan Reyna juga membuatnya menangis pada saat itu.


"Na, lu masih galak kek dulu nggak?" Tanya nya


Reyna hanya mengangkat kedua bahunya menanggapi Ilham.


"Stop! Stop! Stop! Maksih bang, ini uangnya yah" Ucap seorang anak perempuan sambil menyerahkan uang 10 ribu kepada tukang ojeknya.


"Elah... Masih pagi udah ketemu tukang ngomelnya SDN 26" Cibir Ilham


"Heh! Lu tuh cowok, nggak usah jadi kek cewe deh!" Ujarnya


Sedangkan Reyna hanya melihat mereka berdua yang saling adu mulut. Rai hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya.


"Ri, udahlah nggak usah gubris si Ilham, ntar dia nangis gimana? Lu mau tanggung jawab?" Ujar Reyna dengan watados.


"Sama-sama"


Mendengar hal itu Ilham hanya mendengus kesal saja. Jika dia melawan, itu hanya akan buang-buang tenaga saja.


"Eh, jadwal praktek renang penjas kalian kapan?" Tanya Ilham


"Gue rabu sore" Jawab Ari


"Gue ntar sore" Jawab Reyna "Lu kapan?"


" Udah lewat, gue kemarin" Jawab Ilham


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu gerbang dibuka.


...----------------...


Sekarang Rai dan Reyna sedang menuju ke kelas mereka dengan Rai yang berada di depan Reyna. Untuk Ari dan Ilham, mereka berdua pergi ke kantin, katanya mumpung jam kosong.


Setelah tiba di depan kelas Rai segera mendapat sambutan dari Nara dan kawan-kawan lainnya.


Prok!


Prok!


Prok!


"Selamat atas rekor murinya bro" Ucap Nara


"Semangat terus datang telatnya Rai, gue selalu dukung lu" Tambah Farel


"Rai terlambat, mantap" Ucap Zayn, Arga, Gio dan Ferry bersamaan sambil mengacungkan jempol nya.


Reyna yang sedang menunggu di luar segera masuk tanpa menghiraukan sorak sorai yang dilakukan oleh anak lelaki di kelasnya, sedangkan para anak perempuan hanya bisa geleng-geleng kepala saja.


"Na, lu telat?" Tanya Nara setelah Reyna meletakkan tas nya.


"Sungguh pertanyaan yang nggak perlu dijawab" Ucapnya.


Reyna pun langsung meletakkan kepalanya di atas tumpukan kedua tangannya dan menghadap ke sebelah kiri.


"Ran" Panggil Zayn


"Hm"


"Kok lu nggak jawab pesan gua semalam sih?"


"Lagi nggak pengen"


Zayn hanya memutar bola matanya jengah, hanya itu yang bisa ia lakukan. Jika dia ingin menjitak Reyna, itu bisa saja dia lakukan. Tetapi sebagai bayarannya dia akan dapat balasan yang berkali-kali lipat.


"Na, na" Panggil Farel


"Apaan?" Tanya nya sambil, merubah posisi kepalanya menghadap ke sebelah kanan.


"Lu kalau gabut, mukul orang nggak?" Tanya nya


"Hedewww... Nar teman lu emang aneh semua yah, nggak ada yang normal" Ucapnya


"Hooh, kek elu" Ucap Nara sambil tertawa


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Sang ketua kelas sedang memukul papan tulis, guna mendapat perhatian dari anggotanya.


"Hari ini, pelajaran fisika kosong. Gurunya lagi sakit, tapi kalian jangan ribut" Ucap Bella sang ketua kelas


"Boleh ke kantin nggak Bel?" Tanya Ayu


"Terserah kalian" Jawab kemudian segera keluar dari kelas bersama dengan Nadila dan Dara.


"Kantin kuy!!!" Ajak Ferry


"Gassssssssss... broom broom broom" Ujar Farel


Mereka semua pada pergi ke kantin sekolah dan di kelas itu hanya menyisahkan Nara, Rai, Reno, Zayn, dan Reyna.


"Tumben pada nggak ke kantin" Ujar seseorang yang baru masuk ke dalam kelas.


"REYNAAAA!!" Teriak Keysa dan Lia bersamaan


"Astagfirullah hal adzim, ini di kelas woy bukan di hutan" Protes Reno


"Ssstttt! Lu diem deh" Perintah Lia


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜