Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
31



"Na, lo suka ya sama Rai?" Tanya Keysa tiba-tiba


"Uhuk"


"Uhuk" Reyna yg sedang asik meminum es teh manisnya pun mendadak tersedak akibat pertanyaan Keysa.


"Lu ngomong apaan sih? Ehem" Ucap Reyna sambil berdehem


"Nah kan, salting dia Key" Ucap Lia


"Heh, sadar diri dong. Lu kan yang suka sama Rai?" Tanya Reyna dengan tersenyum miring.


"Iya deh... Gue ngaku, gue suka" Jawab Lia "Kalau lu gimana?" Tambahnya


"Enggak kok. Gue nggak suka sama dia" Ucap Reyna sambil tersenyum kaku


"Jujur aja nape sih. Kita kan BFF, jdi nggak susah main sembunyi-sembunyi. Lagian gue sama Lia juga selalu liat kok, kalau lu itu sering merhatiin si Rai" Ucap Keysa


Reyna hanya menatap mereka berdua datar tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia memilih untuk meminum es tehnya tersebut, ketimbang menanggapi kedua sahabatnya itu.


"Reyna, jujur aja nape sih" ~Lia


"Tau nih, jujur aja kali" ~Keysa


"Atau jangan-jangan dia udah nggak anggap kita lagi?" Tanya Lia


"Bisa jadi sih" Jawab Keysa, mereka berdua memasang wajah sedih.


Reyna hanya memutar bola matanya malas.


"Fine!"


"Gue ngaku. Iya" Ucap Reyna


"Nah kan, kepekaan gue emang nggak perlu diragukan lagi" Ujar Lia dengan nada sombong "Bener nggak?"


"Iyain aja deh, ntar nangis" ~Keysa


"Hahaha" mereka bertiga tertawa kecil bersama


...----------------...


"Boleh gabung nggak?" Ucap seseorang ketika tiga sekawan itu sedang tertawa kecil.


Mereka bertiga langsung menengok ke sumber suara tersebut.


"Tumben nanya, biasanya langsung duduk aje" Ucap Reyna


"Bener tuh" Ucap Keysa dan mendapat acungan jempol dari Lia


"Ah elah... Biar sopan gitu. Makanya Ijin dulu" Ucap nya


"Hedeww... Udah deh, nggak usah sok-sokan deh lu" ~Reyna


"Astagfirullah, Ran. Lu kenapa sih? Ada masalah?Iya? Sini cerita! "


"Li, berantem kuy... Di taman belakang sekolah sekarang, mumpung sepi"


"Nggak makasih, lagi nggak mood berantem gue" Ucap nya


"Bener tuh Key. Oh iya, nggak ngapel lu Zayn?" Tanya Lia sambil memakan mie ayam nya.


"Kagak, ngapel nanti dah di rumah. Kalau di sekolah kita harus santai menikmati kehidupan sekolah" Ucapnya. Ternyata orang yang datang bergabung bersama mereka di kantin ialah si Zayn.


"Udah deh, nggak usah lebay. Nggak mesen makan lu?" ~Reyna


"Lupa" Jawab Zayn sambil beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju ke tempat ibu kantin.


4 menit pun berlalu dia kembali ke tempat duduknya sambil membawa Nasi kuning beserta air mineralnya.


"Gue gabung yah?" Tanya Nara sesaat setelah Zayn duduk.


"Gabung ae kali" Jawab Lia


"Sep, gue beli jajanan dulu" Ucap nya sambil beranjak pergi.


...----------------...


"Eh, Na" ~Nara


"Apaan?"~Reyna


"Kemarin nyokap gue ke rumah lu nggak?"


"Iya, emang kenapa?"


"Nanya apaan aja nyokap gue?"


Mereka bertiga hanya menikmati makanan mereka saja, sebab mereka tidak terlalu ambil pusing dengan percakapan kedua orang tersebut.


"Nyokap lu nanya, beneran nggak lu latihan waktu kita dapet tugas jadi pengibar bendera"


"Terus lu jawab apaan?" Ucapnya sambil memakan gorengan yang dibelinya tadi


"Ya... Gue jawab jujurlah. Nggak melebih-lebihkan. Tenang aja... percaya sama gue"


"Iya gue percaya kok. Tapi... Lo nggak ngasih tau nyokap gue kan? "


"Huh?! Apaan?" Tanya Reyna sambil mengerutkan keningnya


"Yang masalah kelompok gue kemarin" Jawab Nara sambil tersenyum kaku.


"Oh itu. Nggak kok, gue jawab seperlunya aja"


"Sep, Thanks ya Na"


"No problem"


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜