
"Nggak kerasa udah mau ujian kenaikan kelas lagi, hedewwww..." Ucap Reyna
"Iya nih, udah nggak kerasa" Tambah Kiki
"Padahal baru juga kemarin ujian semester awal, sekarang udah mau ujian akhir lagi, buset dah.... Cepet banget waktunya berlalu" ~Nisa
Saat ini mereka sedang makan di dalam kelas. Kelas yang selalu ramai dan penuh kerusuhan. Bahkan sang wali kelas membuat buku hukuman yang akan ditulis oleh sekretaris kelas.
γFlash back onγ
Setiap sepekan sekali, walikelas mereka akan memeriksa siapa saja yang melanggar aturan tersebut. Mulai dari, siapa yang makan ketika guru sedang menjelaskan, siapa yang ribut, bercerita atau sering keluar kelas dan kembali ketika pelajaran susah hampir selesai. Seluruh siswa siswi di kelas ini sudah mengalaminya tanpa terkecuali.
Tetapi hal ini tidak berlanjut pada semster berikutnya, sebab ada orang tua murid yang keberatan akan hukumannya. Jadi, mereka pun bisa menikmati kebebasan tersebut.
Selama semester awal kemarin, Reyna selalu memperhatikan Rai. Entah, Rai menyadarinya atau tidak, Reyna tidak pernah memikirkan itu. Ia sudah tidak pernah mengumpulkan informasi lagi soal Rai, sebab ia sudah tidak tau mau memberitahukan apalagi.
Pada saat event 17 agustus kemari, sekolah mereka mengadakan banyak lomba, salah satunya lomba bola dangdut.
Rai, Gerry, dan Rio menjadi perwakilan lomba tersebut. Dan kebetulan anak klub sepakbola hampir dominan berada di kelas mereka.
Dalam lomba ini, mereka akan menggunakan daster dan akan berhenti menggiring bola jika musik dangdut diputar, sedangkan aturan lainnya sama seperti sepak bola pada umumnya.
Saat ini Rai sedang berada di luar kelas bersama dengan teman-temannya untuk menunggu giliran mereka bermain.
"Si Rai langsing banget dah" Ujar Ayu
"Itu mah bukan langsung, kurus namanya" Bantah Kiki
"Langsung itu mah, lu liat aja. Badannya kecil gitu, ramping pula" Kekeh Ayu
"Ayu sayang, itu kurus bukan langsing" Bantah Arsila
"Nah, bener tuh Yu. Udahlah... Ngalah aja" Tambah Reyna
"Iya deh iya"
Saat itu mereka berempat berada cukup jauh dengan Rai, dan mereka berbicara dengan suara yang cukup kecil, mungkin.... Pasalnya semua anak kelas 7 A dulu, tidak ada yang berbicara dengan lembut. Hanya ada Kiki, yang berbicara seperi itu, tetapi karena sudah terkontaminasi dengan makhluk penghuni 7A, dia sudah sama seperti mereka, berbicara seperti menggunakan toa.
Sekarang adalah giliran kelas 8 F untuk bertanding. Mereka sudah mengatur posisi masing-masing.
Prit!
Peluit pertandingan sudah ditiupkan dan mereka segera menggiring bola dan mengopernya pada teman mereka, di saat sudah mendekati gawang milik lawan, musik pun diputar dan mereka mulai berjoget.
"Hahaha... Si Rai kaku bener goyangnya" Ujar Kiki sambil tertawa
"Hooh, kalau dia goyang jadinya gerakan patah-patah" Tambah Ayu
Mereka pun tertawa katana perkataan Ayu tersebut.
Ketika musik berhenti, bola yang tadinya berada dipihak Rai dan kawan-kawan, berhasil direbut oleh lawan mereka. Lawan mereka terus membawa bola itu, dengan saling mengoper dengan teman setimnya.
Pada saat menendang bola ke arah gawang, Gerry selaku penjaganya berhasil menangkapnya san segera melemparkannya ke arah Rai. Ia terus menggiring bola nya dan mengopernya kepada Yudistira. Yudis menggiring bola itu, ke daerah dekat gawang dan karena kesulitan, ia mengopernya kepada Rio yang berada di samping kirinya.
Rio menerimanya dan mengopernya kepada Rizky yang sudah menunggu di dekat gawang. Rizky menerima operan tersebut dan langsung menendangnya ke arah gawang.
Yeahhhh!
Sorak sorai anak kelas 8 F memenuhi lapangan sekolah, Rai dan timnya berhasil membobol lawan. Di sana Rai tersenyum senang, begitu juga dengan teman-temannya. Dan Reyna memperhatikan hal itu.
"Mantep... Anak kelas gue jago-jago banget" Ujar Ayu bangga "Anak kelas kalian ngikut juga nggak?"
"Sombong amat, nggak... Anak kelas gue nggak ada yang hobi bola. Skipp dah" Jawab Kiki
Pertandingan pun dilanjutkan, mereka terus saling mengoper bola baik pihak Rai maupun pihak lawan. Dan ketika mendengar suara musik, mereka akan berhenti dan berjoget.
Sudah beberapa kali lawan mereka berhasil merebut bola dan menendangnya ke arah gawang dan selalu gagal, alhasil ketika babak pertama selesai skor masih 1-0.
Mereka break dulu selama 20 menit.
"Gue setuju sama lu, terutama si daster item itu" Tambah Rio
"Lah... Lu gimana sih? Masa elu berhasil ngambil bola dari lu sih" Protes Yudistira
"Hahahaha...." Tawa Rai dan Rizky yang terdengar seperti dipaksakan.
"Lucu Dis, perut gue sampe sakit" Ujar Rizky
"Lawakan lu nggak lucu tau nggak, di bawah garing pula" Ujar Rio
"Kampret dah lu berdua" Ujarnya kesal
"Jadi gimana Ki, mau serius nggak nih?" Tanya Gerry
"Hmmm... Gue setuju sih samau Ger, mereka boleh juga. Terutama si daster hitam yang lu bilang Yo"
"Elah.. Lu gimana sih mas-"
"Lo ngomong gue lagi yabg daster item, gue cekokkin sambel terasi juga lu"
"Duh! Kejam banget lu, bau kali sambel terasi"
"Tapi, lu suka kan?" Tanya Rai
"Jelaslah! Apalagi kalau make gorengan, beuh makin mantep dah" Yudis
"Elah... Napa balas makanan sih, jadi kita mau serius apa gimana nih? Lu juga Ki, tinggal jawab ya atau nggak lama amat. Malah ngomongin yang lain" Protes Gerry
"Hmm.. Menurut lu gimana Yo?" Tanya Rizky
"Astagfirullah hal adzim, sabar Yo sabar. Gila gila, pen banget gue mukul pala lu ke dinding" Jawabnya kesal
"Kalau menurut lu-"
"Sekali lagi lu ngomong hal yang sama, gue hajar habis-habisan lu ntar latihan karate" Ancam Rai.
"Eh, buset... Kejam amat lu Rai. Ini si Rizky ketua kita loh. Nggak nyangka dibalik senyuman ramah dan mempesona lu, ternyata ada iblis yang bersemayam di dalamnya." Ujar Yudistira yang langsung mendapatkan jitakkan hangat dari Rai.
Prit!
Peluit sudah berbunyi dan menandakan bahwa pertandingannya akan segera di mulai.
"Ah! Lama lu Ki" Ujar Rio
"Serah lu pada dah mau ngapain" Ucapnya setelah mereka berjalan menuju ke posisi masing-masing.
Seperti kata Rizky, timnya memilih untuk bermain serius, walaupun ini hanya event untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Mereka, terus menyerang tim lawan tanpa ampun dan tidak memberikan kesempatan pada mereka untuk menyerang balik. Alhasil Skor manjadi 7-0, dengan demikian tim kelas 8 F yang menjadi pemenangnya.
"Gila-gila, anak kelas lu keren banget" Ujar Kiki
"Gue juga baru tau Ki" Ucap Ayu bersama Arsila
Sedangkan Reyna hanya memperhatikan Rai yang berada di pinggir lapang bersama dengan teman-temannya.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semuaππ
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ππ
πππππππ
Jangan lupa like yah!π