
Setelah puas menertawakan Farel mereka semua segera masuk ke kamar yang ditunjuk oleh Rai tadi.
"Wow... Luas juga kamar lu" Ucap Adrian sambil memperhatikan sekitarnya.
"TV lu bisa nyala nggak?" Tanya Reno
"Bisa bro, kalau lu mau nonton nyalain aja" Jawab Rai
"Ada Ps nya juga nih" Ucap Nara "Boleh main nggak nih bro?"
"Boleh lah... Tpi ngerjain nih tugas dulu" Ujar Rai
"Siap bos" Jawa mereka kompak
Mereka pun segera berkumpul untuk mengerjakan tugas mereka bersama-sama. Terkadang mereka berdiskusi untuk menemukan jawaban mereka.
Di dalam diskusinya juga terkadang terjadi perdebatan. Lebih tepatnya Nara dan Adrian yang melakukannya, baik itu hal yang penting maupun tidak. Sedangkan mereka yang lainnya hanya bisa melerai nya saja.
45 menit berlalu
Akhirnya mereka sudah menyelesaikan semuanya. Dan segera bergerak menuju tempat tujuan mereka. Nara dan Adrian segera menyalakan TV dan PS Rai, kemudian memasukkan kabel PS ke colokan TV.
Mereka sudah mulai memilih game yang ingin mereka mainkan. Sedangkan Reno, ia sedang bermain hp. Biasalah dia sedang membalas chat dari para pacarnya. Untuk Farel dy memilih untuk membaca komik milik Rai.
Sedangkan sang pemilik kamar sedang turun ke dapur untuk mengambilkan camilan untuk teman-temannya.
"Kakak lagi ngapain?" Tanya Hana yang baru pulang setelah bermain.
"...." Rai hanya diam tidak menjawab
"Kak Rai, kakak lagi ngapain sih?" Ucapnya kesal sambil menghampiri Rai.
"Bernafas"
"Ihhh... seriusan"
"Nih" Ucapnya seraya mengangkat benda yang ia pegang
"Oh, aku mau mandi dulu. Bye kakak" Ucap Hana beranjak dari temannya
"Han"
Hana langsung menghentikan langkahnya.
"Mama sama papa kemana?"
"Oh itu, mama papa lagi dirumah Nenek. Katanya mau nginap di sana."
"Okay makasih"
"Siap bos" Ucap Hana, Ia pun melanjutkan kembali langkahnya.
"Oi ngapain lu?" Tanya Farel yang menyusul Rai
"Nih, gue bikin sirup sekalian mau bawain lu pada cemilan" Jawabnya
"Okay. Gue bawa sirupnya deh, lu bawa cemilannya"
Rai mengangguki perkataan Farel barusan. Mereka pun segera berjalan menuju ke kamar Rai.
"Hahahaha... Nggak bisa tembus kan? hahahahaha" Ucap Adrian
"Lu liat aja, ntar gue bakalan bisa nembus gawang lu" Ucap Nara tidak mau kalah
"Coba aja kalau bisa" Ucap Adrian remeh
"Oi... Minum dulu" Ucap Farel setelah mereka sampai di kamar Rai.
"Tau aja kita haus" Ucap Nara
"Sering-sering yah Rai" Ucap Adrian, mereka menatap Adrian bingung, Adrian yang paham mengenai tatapan itu pun lansung menjawab
"Jadi babu"
Mendengar itu mereka semua tertawa terbahak-bahak. Rai hanya bisa mendengus kesal.
"Oh iya, si Reyna kenpa sih?" Tanya Adrian
"Maksud lu?" Tanya Nara balik
"Itu, kemarin waktu di sekolah dy bilang ke Bella mau ke toilet. Pas gue ke toilet, ehh... dy nggak ada" Jawab Adrian
"Ya iyalah dy nggak ada, lu di toilet cewek dan dy di toilet cewek" Protes Farel
"Bego lu, bego tuh dibagi-bagi. Jangan disimpan buat diri sendiri, gini nih jadinya" Ucap Reno
"Buset kejam bat kata-kata lu" Ucap Adrian "Jadi gini waktu gue mau ke WC, gue nanya ke cewe yang baru keluar, di dalam ada cewe selain dy nggak? Teru dy bilang nggak ada. Terus gue nanya lagi, waktu lu masuk kedalam ada cewe lain nggak. Terus dy bilang nggak ada. Dan pas waktu gue iseng-iseng pergi ke taman sekolah-"
"Wah... Parah lu, lu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" potong Nara
"Lu bisa diem nggak sih? Gue lanjut, gue liat Reyna di sana, dy mukul-mukul kepalanya. Gila nggak tuh?" Ucap Adrian
"Terus kita harus ngapain?" Tanya Reno
"Nggak ada sih, gue nggak bisa gangguin tuh bocah lagi. Secara si Zayn udah ada pacar, jadi gue udah nggak bisa gangguin si Reyna make nama Zayn. Hedewww..." Jawab nya
"Emang kenapa lu suka gangguin dy?" Tanya Rai
"Tumben lu nimbrung, biasanya nyimak doang" Jawab mereka kompak. Rai hanya mengabaikan mereka saja dan fokus memakan camilannya.
"Nggak papa, gabut aja gue. Lagian gue juga rada kesel sama dy. Soalnya waktu minta tanda tangan ke osis waktu ospek, dy nyenggol tangan gue alhasil pulpen gue jatuh ke got" Jawab Adrian dengan nada agak kesal di bagian akhir kalimatnya.
"Buset ada dendam dy" Sahut Farel
"Hahahaha... ngakak, pulpen jatuh di got sekolah menimbulkan dendam kesumat" Ujar Nara sambil terawat bersama Reno
Rai hanya tersenyum saja mendengar jawaban dari Farel.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜