Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
69



Sungguh, apa yang dikatakan oleh Alan dan Lia di kantin, benar-benar terjadi. Sejak lagi tadi, Nara terus menyinggung Reyna tanpa jedah sedikit pun. Sedangkan Reyna hanya bisa diam, percuma jika dia membalasnya, Nara akan semakin menjadi-jadi.


Sekarang ini, mereka tengah duduk secara berkelompok pada mata pelajaran matematika. Apesnya, Reyna berada di kelompok yang sama dengan Nara. Terlihat Reyna mengembuskan nafas pelan, yang mana hal itu dilihat oleh Nara.


"Kalau nggak suka sekelompok sama gue bilang aja. Noh, lu bisa tukaran sama si Alan, kebetulan dia lagi sekelompok sama bestie kesayangan lu," singgung nya dengan suara cukup keras sambil menunjuk ke arah kelompok Rai.


Kebetulan guru yang bersangkutan sedang ada urusan mendadak, jadi hal inilah yang membuat Nara berani bertingkah.


"Nggak kok, gue nggak keberatan tuh," bela Reyna.


"Oh"


Sementara itu Nana dan Tania yang berada dikelompok yang sama dengan mereka berdua, hanya bisa diam membisu.


Kemudian merekapun mulai mengerjakan bagian milik mereka masing-masing setelah sebelumnya di bagikan oleh Nara. Setiap orang akan mengerjakan 3 soal yang berbeda untuk mempersingkat waktu.


Awalnya Reyna bisa mengerjakan soalnya dengan lancar, dan rumus yang digunakan tidak terlalu sulit. Namun, ketika mengerjakan soal nomer 2, dia berhasil menemukan hasilnya, tetapi salah. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengerjakan soal selanjutnya. Baru saja dia mengerjakan bagian awalnya, dia sudah kebingungan.


"Haaa... Udah gue duga, dia bakalan ngasih yang mudah 1 yang sulit 2, dasar kekanakan!" Batin Reyna kesal.


Reyna menengok ke arah kelompok Rai, sayangnya Rai sendang sibuk membantu anggota nya. Lalu, diapun beralih ke kelompok Lia yang ternyata sama saja dengan kelompok Rai.


Satu-satu nya orang yang bisa ditayainya saat ini adalah Nara, sebab Tania sedang sibuk menjelaskan rumus-rumus kepada Nana dan teman kelompok kami yang lainnya. Bukannya tidak berani bertanya kepadanya, hanya saja Reyna tidak ingin menggangu nya.


"Haaaa~" Menghembuskan nafas kasar.


Semua mata anggota kelompok tertuju ke arahnya, Tania juga menghentikan penjelasannya.


"Ada apa Na? Kok lu lusuh banget?" tanya Tania ramah.


"Gue nggak paham penyelesaian yang nomer 2 sama 3 gimana," jawabnya dengan wajah lusuh.


"Ya ampun Na, ngomong kali kalau lu bingung. Sebentar yah, gue selesaiin penjelasan buat Nana sama Ida dulu ya," jelas Tania lembut.


"Okay, makasih Tan," wajahnya pun berubah menjadi senang kembali.


"Gue aja yang ngajarin lu," sahut Nara sambil menggeser kursinya mendekat ke arah Reyna.


Seketika wajah senangnya, berubah menjadi wajah gelap.


Tak!


Nara memukul jidat Reyna dengan pulpennya, dan langsung mendapatkan tatapan horor dari yang bersangkutan.


Menarik buku tulis Reyna, "Makanya jangan pacaran mulu, terus itu mulut digunain kalau lagi butuh bantuan."


"Emang lu mau jawab kalau gue nanya?" tanya Reyna.


"Nggak," jawabnya tegas tanpa pikir panjang.


"Nyesel gue nanya," gumamnya kesal dan tentu saja langsung didengar oleh yang bersangkutan.


Akhirnya, mau tidak mau Reyna harus mengikuti semua yang diajarkan oleh Nara. Dan untungnya Nara yang kekanakan dan menyebalkan tadi sudah hilang, sehingga Reyna bisa menyelesaikannya dengan lancar.


"Akhirnya, kelar juga. Thanks Nar," ucap Reyna berterimakasih sambil tersenyum manis.


Deg!


Jantung Nara berdebar setelah melihat senyuman yang terukir di wajah Reyna, dia bahkan masih terpaku menatapnya.


"Ini Reyna yang gue kenal, dan pengen gue jadiin milik gue satu-satunya. Gue bakalan pastiin lu bakalan jadi milik gue, Na" batin Nara sambil tersenyum tipis.


"Its the least I can do for you." Tersenyum manis dan menatap lembut ke arah Reyna.


Reyna yang melihat dan merasakan hal tersebut, kembali tersenyum dan menatap Nara.


"Akhirnya gue bisa lihat sisi tersembunyi lu lagi." Batinnya senang.


Sementara ketiga orang lainnya hanya bisa diam melihat tingkah kedua orang tersebut. Tania terpaku melihat pemandangan di depannya, sekali lagi dia bisa melihat sisi lain dari Nara. Yang mana, semuanya terjadi karena Reyna. Jujur saja, saat ini dia tengah iri kepada Reyna.


Nana yang berada di sebelah Tania, diam-diam memotret kedua orang di hadapannya tanpa siapapun yang menyadarinya, dan dia juga langsung mengirimnya ke grup "Ship Nara X Tania".


"Liat deh gaes", ketiknya pada foto tersebut.


Tring!


Valisha


Aaaaa~~~ so sweet banget sih😍😍😍


^^^Nana^^^


^^^Lu beneran ngeship Nara sama Tania nggak sih?^^^


Valisha


Masih kok Na, gue cuman jarang aja liat Reyna kek gitu ke cowok. Tenang ajaπŸ˜‰.


Karina


Ini benerankan? Gue nggak salah liat nih?


^^^Nana^^^


^^^Nggak kok.^^^


Leon


Anj*yani... Itu beneran si Nara?


^^^Nana^^^


^^^Nggak usah lebay Yon πŸ˜’^^^


Leon


Gue seriusan nanya kali πŸ˜‘


^^^Nana^^^


^^^Dih, baper πŸ˜’.^^^


^^^Beneran kok itu si Nara, tapi versi dunia lain.^^^


Gabriel


😳 (speechless)


Reno


^^^Nana^^^


^^^Ya nggak lah, gila kali lu No.^^^


Sasha


Aaaa~~~ Habis liat tuh foto, gue jadi pen Nara sama Tania cepet-cepet jadian😭😭😭


^^^Nana^^^


^^^Sama bestie😭😭😭^^^


Karina


Tapi.....


^^^Nana^^^


^^^Apaan Kar?^^^


Gabriel


Jangan bikin penasaran tolong!


Leon


???


Karina


Si Nara keknya suka deh sama Reyna.


Kalian bisa tuh liat dari cara dia natap Reyna, beda banget.


^^^Nana^^^


^^^Kar, jangan kek kek gitu dong.^^^


Reno


Hmm... Ini pertama kalinya gue ngeliat dia kek gitu sih. Soalnya selama ini di otaknya cuman ngegame doang.


Leon & Gabriel


Gue juga.


Sasha


Jangan dong, gue nggak mau kapal gue kandas, semoga nggak bener 😭😭😭.


Pokoknya mau Nara sama Tania, titik 😘


Valisha


Tapi kalau yang Karina bilang beneran, gimana dong?


^^^Nana^^^


^^^Huwaaa.... Lisa lu mah 😭😭😭😭.^^^


Sasha


Nara X Tania pokoknya😭😭😭.


Leon


Udahlah gaes, kita coba aja dulu buat ngedeketin mereka. Ntar tinggal liat hasilnya gimana.


Reno


Gue setuju tuh sama Leon, ntar gue nanya ke Alan deh, kali aja si Nara pernah curhat.


Gabriel


Setuju sih gue, coba aja dulu. Usaha nggak bakalan menghianati hasil.


Nana, Sasha, Karina & Valisha


Okay deh


Gabriel


Kalau hati? πŸ€·β€β™‚οΈπŸ€·β€β™‚οΈπŸ€·β€β™‚οΈ. Yang jelas di luar perhitungan gue.


Sasha & Nana


GABRIEL!!!!πŸ—‘πŸ—‘πŸ—‘


"Na, lu ngapain?" tanya Tania yang sedari tadi memperhatikan Nana yang tengah fokus memainkan handphone nya.


"Ha? Nggak kok Tan, aman," ucapnya sambil nyengir.


Sementara itu, di kelompok Rai. Alan diam-diam membaca isi pesan teks dari grup mak comblang Nara dan Tania dari awal sampai akhir tanpa disadari oleh Valisha


Dia hanya senyam senyum sendiri setelah menyimpulkan hasil percakapan mereka. Rai pun menatapnya bingung, begitu juga dengan Valisha.


"Kenapa lu?" tanya Rai sambil memincingkan matanya.


"Nggak papa, pen senyam-senyum aja," jawabnya santai.


Rupanya tak hanya Rai saja yang penasaran dengan salah satu anggota kelompoknya, melainkan ada Lia yang juga berada di posisi yang sama. Bedanya, Lia menatap curiga dan penasaran kepada seluruh anggotanya, dan megika dia bertanya mereka malah menjawabnya asal-asalan.


"Kalian nggak mau ngasih tau gue? No problem, gue bisa tanya Alan. Lagian si Valisha sekelompok sama Alan, dan lagi dia bukan tipe-tipe orang yang bakalan diem kek Rai kalau liat sesuatu yang mencurigakan." Batinnya sambil tersenyum miring.


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semuaπŸ™πŸ˜Š


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya πŸ™πŸ˜Š


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ