Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
26



1 pekan telah berlalu dan sekarang sudah saatnya bagi mereka untuk mengumpulkan tugas kelompok tersebut.


Dan tibalah saatnya jam pelajaran bu Nia dimulai. Ketika beliau sedang memasuki kelas, takut wajahnya agak sedikit berbeda dari biasanya. Namun, beliau tetap membuka awal pembelajaran seperti biasanya.


Hingga tiba saatnya, bu Nia meminta masing-masing kelompok mengantarkan tugasnya Setelah mereka sudah mengumpulkan tugasnya, bu Nia mulai mengeluarkan isi hatinya.


Beliau menegur kelompok satu atas apa yang mereka lakukan di rumah Kinanti kemarin. Bu Nia mengetahui semuanya dari mamanya Kinanti.


Bu Nia terlihat sangat kecewa dengan mereka. Beliau juga mengatakan bahwa mereka tidak seharusnya menonton film yang bukan diperuntukkan oleh anak-anak.


Setelah selesai menasihati mereka, bu Nia akhirnya memulai pembelajarannya seperti biasa.


...----------------...


"Nasib, nasib... Gini amat dah hidup gue" Ucap Adrian "Mapel akhir dapat ceramah dari bu Nia" Tambahnya


"Ini kan salah lu" Ucap Nara


"Bener tuh Nar, setuju gue. Coba aja lu nggak setel tuh film pasti nggak gini ceritanya" Ucap Reno


"Lah kok kalian pada nyalahin gue sih. Kan kalian juga nonton. Hedewww...." Protes Adrian


"Udah deh, nggak usah ngeles Dri. Kalau lu nggak muter tuh film. Kita nggak bakalan dimarahin kek tadi sama bu Nia" Ucap Nara


"Dan untungnya kita kagak dicubit. Mana kalau bu Nia nyubit, cubitannya ada berbagai rasa, mulai dari ayam bakar, ayam goreng, bebek goreng, ayam saos, bebek saos, apaan lagi yah? pokoknya tersedia dalam berbagai rasa" Tambah Reno


"Kalau sampe kita dapat ayam bakar dan sekutunya. Gue hajar lu" Ucap Rai seraya menunjukkan kepalan tangannya.


"Ya Allah... Iya deh, iya gue yang salah. Puas lo pada?" Tanya Adrian


"Banget" Jawab mereka bertiga kompak


"Kamvret lu pada" Ucap Adrian kesal


Mereka bertiga tertawa dengan puas atas kekesalan Adrian.


"Lanjut main sono, nggak usah ngetawain gue. Kalau udah nggak mau main bilang, gantian sini sama gue" Ucap Adrian


"Sabar napa sih, ganggu banget lu" Ucap Reno


"Tau nih, orang kita lagi senang di atas penderitaan lu. Hahahahahaha.... " Ucap Nara dengan tawanya


" Wah nyari masalah nih bocah" Ucap Adrian seraya berdiri dan segera merangkul leher Nara dan menyeretnya pindah dari tempat duduknya.


Mereka pun mulai berguling-guling. Dan terkadang terdengar teriakan dari Adrian karena Nara membalasnya. Mereka berdua berkelahi seperti 2 ekor anak kucing. Reno dan Rai hanya mengabaikan mereka berdua dan fokus pada gamenya.


Tok!


Tok!


Tok!


"Assalamualaikum" Ucap seseorang dari seberang sana


"Waalaikumsalam" Ucap mereka berempat. Adrian segera berhenti bergulat dengan Nara dan kemudia menuju ke arah pintu untuk membuka kan pintunya.


Setelah dia berhasil membuka pintunya, Nara kembali merangkul Adrian dan pergelutan mereka berlanjut kembali.


Sedangkan orang yang berada di depan pintu itu hanya menatap mereka heran. Kemudian orang tersebut masuk dan langsung menuju ke tempat Rai dan Reno sedang bermain.


"Nih, gue bawa cemilan buat lu pada" Ucap orang tersebut


"Thanks" Ucap Rai


"Tau aja lu kita lagi butuh makan" Ucap Reno yang masih fokus bermain game bersama Rai.


"Tuh bocah dua kenapa dah" Tanya nya seraya duduk di sofa yang berada di belakang Reno dan Rai.


"Biasalah bocah gendeng" Ucap Rai


"Gendeng, gendeng gitu temen lu juga kali" Ucap nya


"Oi, Rel... Gantiin gue kuy. Gue kebelet nih" Ucap Reno langsung menyerahkan stik PS nya dan segera berlari menuju ke kamar mandi.


"Mantap nih, gaskeun bro" Ucap Farel seraya menekan-nekan tombol stik PS nya.


"Haduhhhh.... Capek bat gue. Parah parah" Keluh Adrian, seraya berjalan menuju ke arah Rai dan Farel.


"Elah... Itu ambil noh Rai keburu ilang itu." Ujar Farel


"Lu aja yang ambil ege, gue lagi seru ini. Tipe peluru yang itu nggaj bagus menurut gue, lu aja yang ambil" Ujar Rai


"Ah elah... Itu tuh... wah.... buruan Rai... Elah... Napa mati sih lu? Dikit lagi nih" Ujar Farel


"Sabar, beberapa detik lagu itu" Ucap Rai " Nah udah, buruan Rel... yayaya... Dikit lagi dikit lagi"


"Baru juga setengah udah bilang "dikit lagi dikit lagi" Ucap Nara mengikuti nada bicara Rai dan Farel.


Mereka berdua tidak memperdulikan ucapan Nara, sedangkan Adrian sedang berbaring di atas Sofa.


"Nih" Ucap Reno meletakkan piring di depan Nara "Bae kan gue?" Tanya nya


Tidak ada 1 pun dari mereka yang menanggapi pertanyaan Reno


"Buset dah, gue dikacangin. Sakit banget hati abang euyyyy" Ucap Reno dengan nada dibuat-buat agar terlihat menderita.


"Dih... Najis" Ucap Adrian


"Giliran ngehujat aja, lu nyahut. Giliran gue butuh pujian lu diem. Temen kamvret emang lu" Ujar Reno sedikit kesal


"Udahlah... Lu kek nggak tau aja nih bocah modelan kek gimana" Ucap Nara sambil menyiapkan makanan yang dibawa oleh Farel kepiring yang diberikan oleh Reno.


"Modelan kek Zayn Malik One Direction dong. Beneran nggak?" Ucap Adrian


"Ueeeeekkkk... Jijik" Ucap Rai sambil memperagakan orang yang muntah


"Duh... halu banget" Ucap Farel sambil memasang muka jijiknya


Reno dan Nara kompak memberikan hadiah kepada Adrian.


Peletak!


Bugh !


Reno menjitak kepala Adrian sedangkan Nara memukul kakinya.


"Si alan lu berdua. Sakit ege" Ucap Adrian seraya duduk dan mengelus kepala dan kakinya yang telah mendapatkan hadiah tercinta dari Reno dan Nara


"Eh udah-udah.... Makan kuy" Ucap Farel melerai mereka yang sebentar lagi akan melakukan pergelutan


Mereka pun segera berkumpul dan mulai memakan makanan mereka yang sudah disiapkan oleh Nara.


"Dri" Panggil Nara


"Hm" Jawab Adrian


"Bonyok lu nggak papa nih, kita main ke sini?" Tanya Nara


"Santai aja kali" Jawab Adrian


"Masalahnya bonyok lu nggak ada di rumah ey, kalau ada mah kita nggak masalah, biar bisa silaturahmi sama bonyok lu" Ucap Farel


"Sangai aja, bonyok gue mah santai orangnya. Lu pada mau nginep juga boleh. FYI, bonyok gue pulangnya itu jam 5 sore, atau nggak lembur. Jadi rumah gue sepi" Ucap Adrian


"Bisa juga ya keadaan suatu tempat kalau ada Adrian Paleka jadi SEPI" Ucap Rai dengan menekan kata sepi


"Maksud lu?" Tanya Reno


"Ekhem! Kalian pada tau kan kalau nih makhluk kagak bisa diem, baik mulutnya maupun fisiknya. Pasti ada aja tingkahnya" Jawab Rai


"Sialan lu" Ucap Adrian


Hahahahahaha... Mereka semua tertawa melihat wajah kesal Adrian


...----------------...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊


💜💜💜💜💜💜💜