Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
15



Alena adalah gadis yang mudah bergaul dengan siapa saja, ia tidak sombong dan berteman dengan siapa saja tanpa memandangi status sosialnya. Dia berada di kelas sebelah yang juga merupakan kelas unggulan, yakni kelas 7B.


Reyna dan kelima temannya bahkan kenal dengannya. Terkadang Alena juga ikut nimbrung ketika Reyna dan kawan-kawan sedang ngobrol-ngobrol santai.


Terkadang jika kelas kami sedang ada jam kosong, dia tiba-tiba saja muncul di jendela kelas. Dan dia akan menegur salah satu anak kelas 7A, Zayn. Itulah yang biasa dia lakukan.


Tapi entah kenapa belakangan ini ketika ia datang atau muncul dari jendela Rai adalah orang yang di sapanya lebih dulu bukan Zayn.


Seperti biasa yang disapa hanya memberikan senyuman. Yups... Dia selalu tersenyum, bahkan ketika sedang berbicara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rico dan Putra juga selalu berkunjung ke kelas Reyna. Reyna dan teman-temannya sangat senang dengan kedatangan mereka. Tak lupa mereka mengucapkan


"PAK GURU BALET" teriak mereka kompak, tak perduli dengan tatapan anak laki-laki di kelasnya.


Putra pun mengangka tangannya guna memberikan arahan kepada mereka untuk tidak berteriak, pasalnya kelas 7C yang jaraknya tidak begitu jauh dari kelas 7A sedang memiliki jam mata pelajaran.


Mereka berdua duduk dan bercerita. Seperti biasa diselingi dengan gelak tawa Reyna dan teman-temannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak dirasa sekarang adalah waktunya ujian untuk semester pertama. Setelah akhir pekan sekolah kemarin nama-nama mereka ditempelkan di ruang ujian mereka.


Kebetulan Reyna dan teman-temannya berada di kelas yang sama. Mereka memilih untuk duduk di tempat duduk mereka yang tidak terlalu berjauhan.


Walaupun berdekatan, mereka tidak sering-sering melakukan kerja sama dalam mengisi ujian. Soal demi soal mereka kerjakan hingga waktu berakhir.


Di kelas


"Hedew... baru juga hari pertama" Ujar Reyna


"Nggak bisa jawab ya lo?" Tanya Nara


"Enak aja, bisa kok gue jawab. Soalnya mah gampang-gampang susah" Jawab Reyna


"Astagfirullah hal adzim, Lo tuh kenapa sih? sewot banget. Nggak juga sih, Lo emang rada cerewet dari SD" Ujar Reyna, sambil tersenyum mengejek kepada Nara


Sedangkan Nara hanya mendengus kesal kepada Reyna. Lia yang berada di sebelah Rai hanya geleng-geleng kepala melihat mereka berdua.


《Flash back on》


Jam pelajaran Bahasa Indonesia


Ibu Rina sedang menjelaskan materi pada bab 3, tetapi ia tiba-tiba menghentikan aktifitasnya. Hal ia lakukan karena Nara, Reno dan Farel berbuat ulang, karena hal ini ibu Rina memutuskan agar Lia duduk di sebelah Rai dan Farel pindah ke depan duduk dengan Viola.


Semenjak saat itu lah Lia duduk bersama Rai. Tidak kebayang bagaimana rasanya duduk di antara para biang rusuh kelas.


Setiap pelajaran bahasa indonesia Rai dan Lia selalu berganti untuk mengambil atau pun mengantar buku cetak ke meja depan. Rai yang terkenal murah senyum hanya beberapa kali saja berbicara dengan Lia.


Ia melakukannya hanya pada saat ada keperluan. Kalau misalnya Lia lupa untuk mengambil buku cetak ataupun ketika ada PR yang belum selesai.


Ralat, dy tidak meminta jawaban PR Lia tetapi dy melihat PR Zayn yang notabene nya, jawaban Zayn adanya dari Lia.


Jika bosan berada di sana, Lia pasti datang ke tempat ku. Kami membahas tentang film yang baru kami nonton semalam atau hal-hal random lainnya.


Tapi terkadang Lia juga ngobrol bersama Reno dan Nara yang duduk tepat di bangku belakangnya.


《Flash back off》


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊


Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini


Terima kasih kepada pembaca yang sudah membaca hasil tulisan saya 🙏😊