
20 menit pun berlalu dan mereka telah menyelesaikan makan malam mereka. Para ayah bergegas ke ruang tamu sedangkan para ibu pergi membersihkan piring-piring di dapur.
Sedangkan Tasya berada di dapur untuk membantu kedua ibu nya dan tante Ana mencuci piring. Untuk Hana dan Ayda, mereka ikut ke ruang tamu bersama papa merek. Rai dan Fahmi pergi duduk di halaman belakang rumah sambil memainkan gane mereka.
"Tasya kamu seumuran sama Rai kan?" Tanya bu Ana
"Iya tante" Jawab Tasya sambil meletakkan piring pada tempatnya. Sedangkan bu Mia sedang pergi ke toilet.
"Menurut kamu Rai orangnya seperti apa?"
"Hmmm... Yang Tasya tau sih dia orangnya baik, ramah, rajin ke masjid. Itu doang sih yang aku tau" Ucapnya sambil tersenyum manis.
"Kamu tau nya yang baiknya doang. Sini deh tante kasih tau" pintah beliau
"Iya tante. Tante kita duduk di ruang keluarga aja, biar enak kalau di dapur ubinnya dingin" Sarannya pada bu Ana dan mendapat persetujuan beliau.
"Nah di sini kan enak kalau tante mau cerita, anget" Ucapnya ceria
"Pintar banget sih kamu, tante jadi gemes"
"Ihhh, tante bikin Tasya kalau nih"
"Hahaha... Nggak papa. Gini loh Sya, tante heran banget sama Rai"
"Kenapa Tante?"
"Dia itu, selalu aja berantem sama adiknya Hana. Terus dia suka usilin Hana juga, tante pusing tau nggak tiap kali Hana nangis"
"Oalah... Gitu ya tan. Kalau aku sama Fahmi juga gitu kok" Ucap nya dengan cengiran
"Haduh! kalian sama aja ih"
"Lagi seru ngobrol apaan nih?" Tanya bu Mia yang baru saja selesai dari toilet.
"Ini, aku ngomongin soal Rai ke dia"
"Oalah... Gitu yah"
Mereka bertiga terus mengobrol sambil tertawa. Bu Ana dan bu Mia menceritakan masa kecil Rai dan Tasya.
"*Jadi, gue udah kenal Rai dari lama dan dia pindah karena papanya ada pemindahan tugas toh. Ahhhh!!! Seneng banget, gue harus kasih tau Reyna" Batin Tasya senang
...----------------...
Di rumah Reyna
"Gila, gila... nih soal kenapa susah banget sih?! Mana gue laper lagi, mama, papa, sama si Yuki lagi di rumah nenek.
"Masak mie ae dah" Ujarnya sambil melangkahkan kakinya menuju dapur
"Yah... Udah nggak ada ternyata. Ke warung aja dah"
Diapun segera pergi menuju warung terdekat dan membeli barang yang dimaksud, lalu segera memasaknya dan menghidangkannya di mangkok.
"Udah jam 8 malem. Gue makan dulu dah, ntar gue kirimin informasi soal Rai yang udah gue kumpulin ke Tasya" Ujarnya sambil mulai memakan makanannya dengan nikmat.
Tring!
"Hi cewek nya boy"
Reyna segera membuka pesan tersebut karena dia sedang memainkan hp nya itu
^^^"Apa sih? Nggak usah fitnah deh"^^^
^^^"Ceweknya Nara"^^^
"???"
"Lah, udah nggak di read. Gaje bener, nggak heran sih dia temenan sama Nara" Ucapnya kemudian mengetikkan pesan pada Tasya.
^^^**Reyna^^^
^^^" Warna favorit Rai putih,hitam, merah, navy. Hobinya itu futsal/sepak bola. Tim bola favorit dy Barcelona, pemain bola favorit dia Lionel Messi. Penyanyi favorit dia 1D sama Bruno Mars. Semua makanan dan minuman dia suka selagi halal. Sama, dia juga suka nonton anime. Dia ikut karate sama dia sekelas sama mantannya, Fanny namanya."^^^
^^^"Ini doang yang gue tau, kalau ada ntar gue kabarin lagi"^^^
^^^"Bubay... Gue mau tidur (β0β**)οΌ~~"^^^
"Waktunya nyuci piring, terus tinggal tidur dah. Jangan lupa menggosok gigi, habis itu ku kumur-kumur, setelahnya langsung tidur" Ucap nya disertai dengan sebuah nyanyian.
...----------------...
Tring!
"Sakit yah?π€£"
Itulah isi dari notifikasi pesan tersebut.
"Ma Rai pulang duluan yah?"
"Lo kok cepet banget Rai pulangnya?"
"Mau kerjain tugas om" Ucapnya disertai senyuman
"Ohh... gitu yah. Yang rajin belajarnya" Ucap pak Salman ayah Tasya.
"Iya om" ucapnya dengan senyuman "Gimana ma?"
"Yaudah nggak papa, hati-hati" Ucap bu Ana
"Iya ma"
Rai segera menyalami keempat orang tua tersebut dan segera berjalan menuju rumahnya, yang jarak nya dekat dengan rumah Tasya.
Setibanya di rumah, ia segera langsung membalas pesan Nara.
^^^Rai^^^
^^^"Kampret!"^^^
Nara
"Hahaha... Perut gue sakit banget nahan ketawa tadi soreπ€£"
^^^Rai^^^
^^^"π"^^^
Nara
"Hahaha... Gila kalau gue ingat-ingat rasanya lucu bangetπ€£"
^^^Rai^^^
^^^"Woy! Lu pasti liat ekspresi gue tadi kan?"^^^
Nara
^^^Rai^^^
^^^"Tega bener lu jadi sohib gue"^^^
Nara
"Ya maap... Nggak bermaksud ketawa. Tapi ekspresi lu yang minta di tertawakan π€£"
"Ps: sekarang gue lagi ketawa-ketiwi sambil nahan sakit perut"
^^^Rai^^^
^^^"Puas lo ngetawain gue, hah?!"^^^
Nara
"Banget π€£π"
^^^Rai^^^
^^^"Besok lu duduk bareng Reno di belakang, gue nggak mau duduk bareng lu!"^^^
Nara
"Buset... Jan ngambek lah. Iya deh maaf, nggak gua ketawain lagi deh"
^^^Rai^^^
^^^"Okay"^^^
Nara
"Tapi nggak janji π€£"
^^^Rai^^^
^^^"Sabar Rai, sabar"^^^
^^^"Lu ngechat gue cuman mau bilang gini doang?"^^^
Nara
"Nggak juga sih, tadinya gue mau chat Reyna sih. Cuman dia udah nggak aktif"
^^^Rai^^^
^^^"Oh"^^^
Nara
"Main kuy... push runk"
^^^Rai^^^
^^^"GaskeunπββοΈπ¨"^^^
...----------------...
Pagi hari di dalam kelas 7A
"Hoammm~~~"
"Gila-gila gue masih ngantuk ini" Ucap Farel
"Elah... Sok-sokan lu, biasa tidur mulu juga" ~Adrian
"Udah deh, lu berdua nggak usah berisik. Masih pagi nih" ~Reno
"Ini kita ngapain sih pagi-pagi buta datang ke se- hoaammm~ kolah?" Tanya Farel bersamaan dengan menguap.
"Nggak papa gabut aja" Ujar Nara dari jendela kelas tepat ketika ketiganya berada di samping kelas
"Astagfirullah" Ucap Adrian dan Farel bersamaan. Sedangkan Reno hanya mengusap dadanya akibat terkejut.
Mereka segera masuk dan berjalan ke bangku masing-masing.
"Eh, Nar... lain kali jangan gitu dong. Ntar kalau kita jantungan gimana?" Ujar Adrian
"Ya... mati" Ucapnya santai dengan watados andalannya.
"Beuh... ngeselin baget. Pen gue tonjok"
"Nih, tumbuklah, tumbuklah dapat duit aku" ejeknya seraya menunjuk pipi kirinya.
"Udah-udah, berisik lu pada. Masih pagi juga, ini si Rai mana?" ~Reno
"Lagi ngitung domba kali" Jawab Farel asal
"Hah?!Maksud lu gimana?" Tanya Reno bingung
"Hmmm... belum bangun ya lu?"
"Udah, jawab aja pertanyaan gue, buruan!" pintanya
"Masih tidur" Jawab ketiganya kompak
"Oooo"
...----------------...
Di sisi lain
Rai masih tidur pulas di kamarnya, entah apa yang dia lakukan semalam. Yang jelas sekarang ini dia masih menutup matanya rapat, dan tidak ada tanda-tanda dia akan bangun.
*10 menit pun berlalu, lalu berubah menjadi
15 menit
25 menit*
Bahkan tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 pagi.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semuaππ
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ππ
πππππππ