
Reyna kembali melanjutkan aktifitasnya dan sesekali melihat Rai yang sedang duduk di bangkunya. Semenjak Rai membantunya mengerjakan tugas Matematika awal masuk SMP kemarin, Reyna sudah mulai memperhatikan Rai.
Ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ia jga tidak pernah memberitahukan kepada para sahabatnya.
Reyna kembali mengingat saat-saat upacara bendera pada pertengahan semester ini.
γFlash back onγ
"Kalian yang ada di barisan ke empat, pindah ke barisan cewek!" Perintah Bu Salma
"Kalian terlalu ribut" Tambah beliau
Dia murid yang dimaksud langsung lindah barisan ke tempat yang disuruh oleh Bu Salma. Mereka berdua mengambil tempat di belakangan Reyna, Keysa dan Lia.
"Kalian yang anak cewek barisan paling belakang, tukeran sama mereka berdua" Pintah bu Salma
Mereka pun segera melakukan apa yang diperintahkan oleh bu Salam.
Selama upacara berlangsung, Rai yang berada di barisan depan Reyna selalu mundur ke belakang. Jarak antar barisan di depan Rai dan barisan Rai sendiri cukup berjarak. Entah ada apa dengan dirinya.
Reyna hanya bisa mundur ketika Rai mulai mundur ke arahnya. Sampai Reyna sudah tidak bisa mundur lagi, sebab sudah tidak ada ruang.
"Rai lu majuan dikit dong, kasian noh si Reyna" Ujar Reno
Rai yang mendengarnya langsung memajukan barisannya sejajar dengan Reno. Reno yang berada di sebelahnya hanya sibuk ngobrol bersama Lia dan Keysa.
Setelah beberapa menit berlalu, upacara akhirnya selesai dan komandan upacara langsung membubarkan barisan.
Pada hari ini, para murid diminta untuk mengumpulkan data diri mereka kepada ketua kelas. Mereka pun mengumpulkan data tersebut kepada ketua kelas.
"Batuin gue nyusul datang" Ujar Bella sambil menuju ke arah bangku Reyna
"Kuylah" Jawab mereka kompak
Mereka pun segera membantu Bella untuk menyusun data diri dari masing-masing siswa. Reyna pun mencari kesempatan untuk melihat data diri dari Rai, ia pun membantu mereka sambil mencari data diri Rai.
Tidak butuh waktu lama, ia akhirnya menemukan apa yang dia cari. Dia memperhatikan dengan seksama isi dari dara diri Rai, mulai dari tanggal lahir, nama orangtua, alamat, dan yang lainnya.
Sejak saat itu, Reyna mengetahui mengenai tanggal lahir Rai.
Setelah pulang sekolah, ia langsung memberitahukan informasi yang dia dapatkan kepada teman nya.
Beberapa hari setelah lebaran Idul adha
Para murid kelas 7A saling bermaaf-maafan. Hal ini berlangsung selama perjalanan kosong. Reyna saling berjabat tangan dengan anak kelasnya. Ia juga hendak melakukan hal yang sama kepada Rai, tetapi ketika dia melihat Putri ingin berjabat tangan dengan Rai. Rai hanya menyatukan kedua telapak tangannya (π) disertai dengan senyuman mengembang di wajahnya.
Karena hal ini Reyna mengurungkan niatnya. Dia merasa tidak bisa melakukannya dan segera mengurungkan niatnya.
Sebulan setelah lebaran
Di kompleks perumahan Rai terjadi tanah longsor yang diakibatkan oleh hujan yang turun terus-menerus selama sepekan pada waktu sore hari.
Setibanya di sekolah
"Rai rumahmu kemarin gimana? Aman nggak?" Tanya Lisa
"Alhamdulillah aman. Yang kena tanah longsor rumah yang di belakang rumah gue, makanya rumah gue aman" Jawab Rai panjang lebar.
Reyna yang ingin menanyakan hal yang sama pun mengurungkan niatnya, sebab ia sudah mengetahui jawaban dari pertanyaannya tersebut.
Hari ini kebetulan jadwalnya pelajaran olahraga. Para murid 7A langsung mengganti seragam mereka ketika bel pelajaran berbunyi.
Pak Mauludin selaku guru olahraga meminta para siswa untuk segera bergerak menuju ke Gedung Olahraga (GOR).
Mereka pun segera mengikuti perintah dari guru mereka.
Setibanya di sana mereka langsung membuat barisan dan melakukan pemanasan dengan di arahkan oleh salah seorang dari mereka.
Setelah itu, mereka bisa melakukan olahraga apa yang mereka lakukan (FYI : Pak Mauludin guru olahraga yang santai, terkadang mereka akan melakukan praktek sesuai dengan materi, tetapi terkadang mereka datang ke sana hanya untuk pemanasan dan setelahnya bisa melakukan apapun yang mereka inginkan)
Saat ini anak laki-laki 7A sedang bermain sepak bola. Seperti biasa Reyna dkk sedang membeli jajanan favorit mereka. Begitu pula dengan anak perempuan yang lain.
Setelah selesai membeli jajan, mereka langsung mengambil tempat duduk di teras GOR. Dengan posisi mengahadapi ke lapangan tempat anak laki-laki kelasnya bermain bola.
Pandangan Reyna selalu hanya tertuju pada satu orang, Rai. Hanya orang dengan nama itu saja yang berhasil menarik perhatiannya. Ini bukan kali kedua dia memperhatikan Rai, tetapi sudah yang kesekian kalinya.
Terkadang ketika belajar, ia juga melihat ke arah Rai dengan sembunyi-sembunyi tanpa seorang pun yang tau.
γFlash back offγ
Reyna menghembuskan nafas kasar setelah mengingat kembali hal apa yang sudah dia lakukan selama ini.
Dia mulai berfikir, "mungkin kah dia menyukai Rai?" Tetapi dia langsung menggeleng-geleng kan kepalanya. Dan mengatakan
"Nggak mungkin, palingan hanya fikiran gue doang" Guman Reyna meyakinkan dirinya.
Ia kembali melihat ke arah, Rai yang telah usai memakan habis makanannya, entah sudah sejak kapan.
Entahlah, apakah Rai menyadari apa yang Reyna lakukan atau tidak. Hanya Rai dan Tuhan saja yang tahu.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semuaππ
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ππ
πππππππ
Jangan lupa like nya ya! ππβ