
Beberapa pekan kemudian
Lia
"Rey"
^^^Reyna^^^
^^^"Apa?"^^^
Lia
"Astagfirullah hal adzim, jawab iya kek atau apa kek. Ini malah jawab apa! π"
^^^Reyna^^^
^^^" Nggak usah ribet-ribet amat deh, biasanya gue juga jawab chat lu make kata "Whut?" , artinya kan juga sama π"^^^
Lia
"Ck! Udahlah lupain aja!
"Sekarang gue mau lu serius"
^^^Reyna^^^
^^^"π"^^^
Lia
"Lu ngerasa ada yang aneh nggak sama sikap Keyla dan Dara beberapa pekan terakhir? Semenjak insidennya kelompok 2"
^^^Reyna^^^
^^^"π€·ββοΈ"^^^
Lia
"π"
"Gue serius nanya Jubaedahπ"
^^^Reyna^^^
^^^"Gue nggak tau, gue nggak terlalu merhatiin sih. Karena gue bukan mbak reporter yang selalu melihat atau memperhatikan keadaan sekitar guna mendapatkan suatu isu untuk diliput"^^^
Lia
"Ihhhh... pen banget gue bejek-bejek luπ"
^^^Reyna^^^
^^^"ππ"^^^
^^^"γMode serius onπ§γ"^^^
Lia
"Lu nape dah? Please nggak usah lebay π"
^^^Reyna^^^
^^^"Sewotπ"^^^
^^^"Gue nggak tau juga sih. Tapi menurut pengamatan gue, mereka udah nggak ngobrol kek biasanya lagi di tempat duduknya. Biasanya mereka ngobrol sih, tapi sekarang udah nggak pernah gue liat."^^^
^^^"Kira-kira penyebabnya apaan?π€"^^^
Lia
"Mana gue tau, gue juga mau nanya ke elu Jubaedah π"
^^^Reyna^^^
^^^"..."^^^
Lia
^^^Reyna^^^
^^^"Bener sih"^^^
^^^"Au dah gelap, nggak paham gue"^^^
Lia
"Dahlah... Lupain aja. Gue nggak mau ketularan gila lu"
"Bye"
^^^Reyna^^^
^^^"Aku tak πππ perkataan mu"^^^
Lia
"Udah deh... mendingan lu tidur cepet aja. Besok lu datang pagi-pagi biar lu selesai piket sebelum anak kelas datang dan supaya kejadian bu Nia ngamuk gegara kelas kotor nggak keulang lagi, Okay?"
^^^Reyna^^^
^^^"Iyain aja deh biar cepet"^^^
Lia
"Nyerah gue sama lo"
"π³"
^^^Reyna^^^
^^^"πππMantapπππ"^^^
...----------------...
Keesokan harinya
Reyna telah tiba di sekolah, tak lupa ia mencium tangan papanya sebelum ia masuk ke gerbang sekolah. Selama perjalan ia bersenandung ria dan kadang berbicara sendiri.
Setelah tiba di depan kelasnya, ia langsung masuk dan terkejut karena melihat seseorang di dalam kelasnya yang sedang duduk menatap ke arahnya. Dia hanya bisa mengelus dadanya, dan melanjutkan langkahnya ke tempat duduk untuk menyimpan tas nya.
Kemudian dia kembali ke arah pintu untuk mengambil sapu yang terletak di belakang pintu tersebut. Ia mulai mengangkat 1 per satu kursi yang ada di dalam kelasnya.
"Hedewww... Bisa cepet selesai ngangkat sih kalau si Rai bantuin gue. Tapi gimana yah... Nggak enak mau minta tolong. Udahlah... lanjutin aja, ntar juga pasti kelar" Batin Reyna
Setelah berhenti sejenak dy kembali mengangkat kursi-kursi tersebut.
Bugh!
Terdengar suara seperti orang yang mengangkat kursi ke atas meja. Reyna menengok ke arah tersebut, dan yups.... Dia melihat Rai sedang mengangkat kursi 1 per 1 di bagian barisan tempat duduknya.
"Sama-sama" Ucapnya seraya pergi ke luar kelas
Mendengar itu Reyna tersentak dari lamunannya dan kembali melanjutkan aktifitasnya. Setelah selesai mengangkat kursi,dy segera menyapu barisan yang merupakan bagiannya.
Ketika sedang menyapu teman sepiketnya datang dan langsung menyapu barisan yang merupakan tugasnya. Setelah selesai Reyna langsung menghampiri Rai.
"Thanks udah ngangkatin kursi di barisan lo" Ucap Reyna. Rai hanya menengok ke arahnya dan menganggukkan kepalanya disertai dengan senyuman diwajahnya.
Reyna pun segera beranjak dari tempat tersebut dan kembali ke dalam kelas untuk membantu temannya memasukkan debu-debu kotoran ke dalam tempat sampah.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semuaππ
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya ππ
πππππππ