
Pagi hari di dalam kelas 7A
"Sepi bener nih kelas euy" Batin Reyna
Hari ini dia datang pagi-pagi, karena papanya ada urusan mendesak di kantornya. Supaya tidak bolak-balik nantinya.
"Gue ngapain dah, masih pagi gini. Bukan cuman kelas gue aja yang sepi, tapi sekolah juga sepi euy. Walaupun sepian kelas gue"
"Mendingan gue di depan aja deh, nyerimin sendirian di dalam kelas, apalagi ada cerita horor nya. Huuuu... merinding, mana mode penakut gue lagi aktif lagi" Batin Reyna sambil berjalan keluar kelas.
"Pagi Ran" Ucap Zayn
"Pagi" Ucap Reyna
"Tumben lu dah ada pagi-pagi" Tanya Zayn dan kemudian masuk kedalam kelas.
Reyna pun memutar badannya ke arah dalam kelas dan menjawab pertanyaan Zayn.
"Bokap gue lagi ada urusan mendadak di kantor" Jawab Reyna
"Ooooo... Sama dong" Ucap Zayn sambil berjalan mendekati Reyna setelah meletakkan tasnya.
"Ya iyalah... Bokap kita kan sekantor" ucap Reyna malas. Sedangkan Zayn hanya tersenyum lebar dengan tanggapan Reyna.
"Eh, kemarin bonyok lu datang ke rumah gue bareng ade lu jga. Kok lu nggak ikut?" Tanya Zayn.
Belum sempat Reyna menjawab pertanyaan Zayn, Zayn sdh kembali melanjutkan perkataannya.
"Padahal gue pen ngajak lu maen PS, lu kan katro nggak pernah main"
Tak!
Pernyataan kedua dari Zayn sontak membuat nya mendapatkan jitakan sepenuh hati dari Reyna. Zayn sontak mengusap-usap kepalanya yang tadi dijitak oleh Reyna.
"Sakit Ran" Ucap Zayn
Bukannya menanggapi ucapan Zayn barusan, Reyna justru malah menjawab pertanyaan yang dilontarkan Zayn diawal tadi.
"Gue kemarin belajar kelompok bareng Lia, Cindy, Dara, Dila, Bella dan Keysa"
"Gue pernah ya main PS. Bahkan gue sering main waktu SD, sampai-sampai nilai gue turun selama 3 semeser berturut-turut" Ujar Reyna Santai dan tanpa penyesalan pada kalimat terakhir yang ia katakan.
"Buset dah, anak baru kenal PS mah gini" Ucap Zayn
"Ali, mau dijitak lagi nggak?" Tanya Reyna, dengan senyuman semanis mungkin.
"No, thanks" Jawab Zayn
Mereka berdua hanya lanjut mengobrolkan sesuatu yang tidak terlalu penting. Dan tanpa terasa, sekarang ini sudah banyak siswa siswi yang berdatangan.
Walaupun begitu Reyna dan Zayn masih berdiri menghadap ke arah samping sekolah, sambil melihat-lihat orang berlalu lalang. Hal ini karena kelas mereka berada tepat di dekat jalan, karena mereka berada di lantai 2 jadi mereka bisa melihat keluar pagar sekolah.
Hanya berdiri bersebelahan dan diam tanpa kata-kata karena telah lelah berbicara satu sama lain. Bahkan mereka tidak sadar jika sudah banyak anak kelas mereka yang berdatangan dan ada pula yang sudah ada di dalam kelas. Sampai.... perkataan orang ini membuat mereka tersadar
"Masih pagi woy, lagian jangan pacaran di jalan napa" Ujar Adrian
"Siapa yang pacaran sih, lagian nih jalan jga luas kali" Jawab Reyna sewot dan agak sedikit ngegas
"Santai dong, gue tau kok lu suka sama Zayn, tapi dianya nggak" Ucap Adrian
"Astagfirullah, sabar Reyna sabar" Ucap Reyna sambil mengusap dadanya dan memutuskan untuk melangkah kan kaki masuk ke dalam kelas.Dia sedang tidak ingin berdebat dengan Adrian.
"Dri, lu nggak usah nyari masalah sama dia napa sih" ucap Zayn
"Gue nggak nyari masalah kali, lagian yang gue bilang bener kok. Dy itu suka sama lu" Jawab Adrian
"Udahlah Ian, masuk kuy" Ucap Zayn dan langsung masuk ke dalam kelas.
...----------------...
Di tempat lain
"Han buruan, ini kakak udah mau telat" Ucap Rai
Ia sekarang masih berada di rumah nya, dan sedang menunggu adiknya bersiap-siap untuk pergi ke sekolah bersama.
"Hana, cepet lah. Bentar lagi udah mau bel" Ucap Rai
"Iya kak, sabar" Ucap Hana
"Ayo buruan, papa udah nunggu di depan" Ucap Rai
"Bentar kak, salim ke mama dulu" Ucap Hana ingin menghampiri mamanya, tetapi gagal karena lengannya sudah keburu ditarik oleh Rai untuk menuju ke depan rumah.
"Ihhh... kakak, Hana belum cium tangan kemama" Ucap Hana kesal dan memasang wajah cemberutnya
"Mama kamu lagi pergi ke rumah tetangga sebelah" Ucap papa nya Rai
"Denger noh" Ucap Rai
"Iya" Ucap Hana
Mereka pun segera berangkat ke sekolah
...----------------...
Tet!
Tet!
Tet!
"Seluruh siswa siswi diharapkan segera turun ke lapangan" Ucap guru BK
Seluruh siswa pun mulai turun dari lantai dua dan yang berada di bawah langsung mengambil tempat berbaris.
Para siswa yang terlambat pun diinzinkan untuk masuk dan membuat barisan tersendiri.
"Telat lagi gue" Batin Rai
Karena amanah yang ingin disampaikan ibu BK pun membubarkan barisan para siswa.
Beberapa anak kelas A masih diam di tempat mereka berbaris dan ada juga dari mereka yang sudah naik ke lantai atas.
Reyna, dan kawan-kawannya masih berada di tempat berbaris mereka karena mereka terlalu malas untuk berdesak-desakan.
Mereka pun mengobrol-ngobrol ringan. Sedangkan Reyna, dy hanya fokus ke barisan murid yang sedang terlambat. Matanya terus terfokus memperhatikan Rai.
Sedangkan yang diperhatikan tidak menyadarinya. Akhirnya bu BK membubarkan barisan murid yabg terlambat itu, dan meminta merek untuk memunggut sampah dan kemudian bisa kembali ke kelas masing-masing.
Teman-teman Reyna tidak ada yang menyadari apa yang sedang ia lakukan.
"Hedew... Si Rai hobi banget telat" Ucap Keysa
"Bener, setiap pekan pasti ada aja dy terlambat" Ucap Cindy
"Pemecah rekor terlambat" Ucap Bella
"Eh, naik kuy. Dah mulai longgar nih" Ucap Reyna
"Ayolah" Ucap Lia
Mereka pun pergi menuju tangga untuk pergi ke kelas mereka
...----------------...
"Hehey... Pemecah rekor terlambat anak kelas 7A nih" Sahut Reno setelah melihat Rai memasuki kelas.
Rai hanya tersenyum, seperti biasa. Dia akan selalu tersenyum jika ada orang yang memanggil atau menyebutkan namanya.
"Biarlah bro, udah berlalu juga" Ucap Rai seraya duduk dibangkunya.
"Lia, tugas rangkuman geografi bab berapa aja?" Tanya Nara
"Bab 6-7 Nar" Jawab Lia sambil menengok kearah Nara
"Ya ampun... panjang bener" Jawab Reno
"Kalau mau protes, protes ke gurunya aja langsung" Ucap Zayn
"Seandainya bisa Zayn" Ucap Reno dan Nara bersamaan
Prok!
Prok!
Prok!
"Ngapain sih tuh anak?" Tanya Zayn
"Semedi" Ujar Arga
"Bertapa" Ujar Feri
"Tepuk kaki" Ujar Gio
" Nggak ada yang bener" Ucap Zayn
"Guys, tadi gue udah nanya ke walikelas mengenai tugas kita sebagai pelaksana upacara, jadi selama sepekan ini kita akan terus latihan, kalau ada jan kosong sama nanti sore" Ucap Bella
"Siap ketua" Sahut para siswa yang terlibat sebagai petugas upacara.
"Rey" Ucap Lia
Reyna langsung menoleh ke arah Lia, begitu juga dengan Rai.
"Kenapa?" Tanya Reyna
"Temenin ke WC" Jawab Lia
"Okay" Jawab Reyna dan beranjak dari tempat duduknya serta melangkah duluan di depan Lia.
"Bel, gue sama Lia izin ke WC" Ucap Reyna
"Okay" Jawab Bella
Reyna pun langsung melangkahkan kakinya ke luar kelas disusul oleh Lia.
"Eh... Yang mau ke WC itu gue, kok malah elu yang kek orang kebelet" Ujar Lia
"Elah... buruan ae dah" Ucap Reyna
"Iya" Ucap Lia
"Hedew... tuh anak dua adu mulut mulut dari kemarin. Nggak capek apa?" Batin Dila sambil menggeleng-geleng kepala.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜
Jangan lupa like ya! 😉