Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
02



Bu Nia selaku wali kelas memasuki kelas yang sedang ricuh. Kelas mana lagi selain kelas A? Kelas unggulan tapi rasa kelas normal pada umumnya. Bukannya malah belajar atau diskusi mengenai isu-isu di masyarakat, malah pada ngomongin game dan ngegosip.


"Assalamualaikum anak-anak, dan selamat pagi " ujar bu Nia


"Waalaikumsalam, pagi bu" sahut seluruh siswa/siswi di kelas


Ibu Nia memperkenalkan dirinya kepada para murid, tidak lupa diselingi dengan candaan nya yang membuat para siswa dan siswi di kelas tertawa. Kemudian bu Nia meminta para murid untuk melakukan pemilihan ketua kelas.


Para murid ini pun saling menunjuk satu sana lain, dan hal ini sempat membuat keributan. Karena hal ini, akhirnya bu Nia yang menunjuk para kandidat pengurus kelas.


"Nah, sekarang kalian tinggal menulis nomor dari kandidat yang telah di tentukan di kertas yang disediakan dan tidak lupa untuk di gulung, kalian paham anak-anak?" Bu Nia


"Paham bu" seluruh siswa


Setelah 25 menit berlalu, akhirnya pemilihan pun selesai dan bu Nia langsung segera mengundurkan diri dari kelas. Sebelum keluar ia memberikan jadwal mata pelajaran kepada ketua kelas. Dan tidak lupa memberikan salam penutup kepada semuanya.


Ketua kelas pun menulis jadwal tersebut di papan tulis. Setelahnya, semuanya diminta untuk menulis masing-masing di buku mereka.


"Guys, kita butuh biaya buat beli perlengkapan kelas. Jadi kalau bisa kalian bayar khas nya hari ini, nggak papa kan?" Ujar bendahara kelas Lia, Triliana Hanindiyah Wibowo.


"No problem, cuy" sahut Zayn, Zayn Malik Ahmad. Ia adalah salah 1 most wanted di sekolah, walaupun baru aja masuk sekolah tadi pagi. Tetapi sudah banyak kaum hawa yg tertarik padanya.


"Yang lain gimana?" Ujar Lia


" Setuju" sahut mereka bersamaan dan segera berkerumun di meja Lia.


" Ini punya gue, Adrian Paleka, 4 rebu. Biar besok kagak bayar lagi" sambil senyum senyum


"Gue,Farel, Nara, Reno, sama Rai" Ujar Zayn


"Elah... Ngantri dong lu, enak aja maen nyalib" sahut Ibrahim.


"Gimana kagak gue salib, lu nya ae yang lambat bro. Kurang gercep, siput ae minder ama lu" ucapan Zayn sontak membuat seisi kelas tertawa.


Di belakang kelas nampak 2 orang anak perempuan tengah berbincang. Lebih tepatnya hanya Reyna yang berbicara.


"Dila"


"Dila"


"Dila"


"Dila"


"Dila"


"WOY NADILA VANESA PUTRI!!! LO MASIH MARAH SAMA GUE?!!!!"


Sontak seluruh penghuni kelas yang tadinya sedang sibuk menyebutkan nama mereka untuk bayar khas, langsung menengok ke arah mereka berdua.


" Woy Ran lu kalau mau teriak-teriak noh di hutan, jangan di sini. Ribut tau!" Zayn


" Maaf guys nggak bermaksud" Reyna


" Widih... dah pinter nih anak bokap"


" Apaan sih lu Li, nggak usah nyebut gue anak bokap bisa nggak sih?!"


" Lah... Gue kan cuman ngomong fakta"


" Arrrgggg!!! Serah lu deh, yang penting lu bahagia"


"Iya dong, wajib itu"


Reyna hanya memutar bola matanya malas. Dia malas untuk menanggapi kawan masa kecilnya itu. Yups, mereka temenan dari kecil, bukan hanya mereka berdua saja, melainkan kedua orangtua mereka juga berteman.


"Reyna, lain kali nggak usah teriak-teriak deh lu, malu tau nggak" Dila


"Ya maaf, lu sih ngambek nya lama kek cewe" Reyna


"Kan gue emang cewe, lu kesambet ya? Hedewww... Dahlah... Kuy bayar khas dah sepi juga tuh"


"Sep dah"


Di meja Lia


"Nama lu Triliana Hanindiyah Wibowo, gue manggil lu apa ya?" Reyna


"Panggil Lia aja" ujar Lia tersenyum manis dan memperlihatkan lesung pipi nya.


Reyna mengangguk ngerti.


"Hi, Lia. Gue Dila, salken yah" Ujar Dila Ramah


"Hi, salken juga ya. Oh yah, nama kamu siapa?" Ujar Lia mengalihkan pandang dari Dila ke Reyna


"Reyna Veranika Andini, panggil aja Reyna" Reyna


"Oh okay" Lia


Setelah itu mereka bayar khas, dan lanjut berbincang-bincang biar akrab.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf saya masih pemula, tolong masukannya 🙏


Terima kasih 😊