
Seperti tahun-tahun sebelumnya, sekolah mereka akan selalu mengadakan lomba antar kelas, sepekan setelah ujian semester 1.
Sekarang ini ialah 1 hari setelah ujian semester. Bella selaku ketua kelas diberikan amanah oleh walikelas mereka untuk mencatat nama-nama murid yang akan terlibat dalam lomba nanti.
Ia mulai menanyakan 1 per satu murid di kelasnya. Dan ia juga sudah mencatat nama-nama yang ingin mengikuti lomba nanti.
Pukul 09.30
"Eh, Bel. Udah setengah sepuluh tuh" ucap Lia
"Lu bukannya ada rapat yah?" sambung Lia
Bella pun langsung melihat ke arah jam dinding.
"Waduh udah mau mulai, Lia lu lanjutin yah. Okay... bye" Ucap Bella sambil mengambil buku dan pulpen nya guna mencatat hal-hal penting dalam rapat nanti.
"Kenapa nggak nyatet rapi aja dari tadi sih, kalau kayak gini mah kerja dua kali" Ucap Lia menghembuskan nafasnya kasar.
Di bangku bagian belakang kelas
"Li, lu nggak ikut rapat?" Tanya Reyna
"Emang ini udah jam berapa?" Tanya Zayn, sambil memainkan rubiknya.
"Udah, jam 9 lewat 31" Jawab Reyna
Zayn sontak langsung melihat jam tangannya.
"Astagfirullah, telat gue. Ran lo kok baru ngingetin sekarang sih" Ujar Zayn kesal, dan langsung berlari secepat kilat keluar kelas.
"Nggak jelas banget" gumam Reyna
"Rey" Panggil Lia
Rai yang sedang membenamkan kepalanya di atas lengan, langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah orang yang memanggilnya.
"Rey" Sahut Lia lagi
"Dia manggil gue?" Tanya Rai dalam hati
"Astagfirullah hal adzim, Rey lo budek ya?" Tanya Lia sekaligus kembalikan badannya. Dia terkejut karena Reyna tidak ada di tempat duduknya.
Kemudian dia menengok ke arah Rai yang sedang melihatnya, dan dari ekspresinya Lia tahu jika Rai sedang ingin menanyakan "Lo manggil gue?", tetapi Rai tidak mengatakannya.
"Hoamm~~~"
"Ngantuk euy" Ucap Reyna dari kursi guru
Lia segera langsung menengokkan kepalanya ke arah kursi guru dan benara saja, Reyna sednag berada di sana. Entah sejak kapan dia sudah berada di sana.
"Rey, gue dari tadi manggil lo. Ko lo nggak nyahut sih?" Tanya Lia kesal
"Manna gue tau, yang nama namanya Rey bukan gua doang, noh ada si Rai jga. Panggil gue Ren aja." Ucap Reyna, ia beranjak dari tempat duduk itu dan menuju ke arah Lia.
Kemudian mengambil posisi duduk tepat di samping Lia.
"Kenapa lu manggil gue?" Tanya Reyna
"Nggak, gue cuman pengen nyuruh lo buat duduk di sini" Jawab Lia
"Astagfirullah, oi bukan cuman lo sama gue Ya makhluk di dalam kelas ini. Jadi nggak usah takut" ~ Reyna
Lia hanya memutar bola matanya malas, ia twrlalu malas untuk menanggapi Reyna. Dia lebih memilih untuk menulis nama-nama murid yang akan mengikuti perlombaan.
Sedang kan Rai, sudah kembali membenamkan kepalanya, sesaat setelah Lia berbicara dengan Reyna.
"Aneh ya kelas sepi kek gini" Ucap Reyna
"Iyain aja deh biar seneng" Ujar Lia, kemudian menutup buku catatan Bella.
"Kantin kuy!" ajak Lia
"Nggak ah, males gue.... jauh" Ucap Reyna
"Hedewww... koprasi?" Tanya Lia
Reyna langsung beranjak dari tempat duduknya, dan "Let's go" Ucapnya
Lia pun segera mengikuti Reyna.
...----------------...
"Jadi seperti yang sudah saya jelaskan tadi, tema kita untuk porseni tahun ini adalah budaya lokal."
"Untuk maskot nya nanti, kalian bisa memilih sepasang dari anak kelas kalian. Dan mereka akan menggunakan pakaian adat"
"Ada pertanyaan?" Jelas ketua osis panjang lebar
"Izin bertanya kak, kalau misalnya cuman punya 1 maskot aja boleh nggak?" Tanya salah satu anggota rapat
"Kalau itu terserah kelas kalian, tidak ada paksaan dari sekolah. Yang jelas setiap kelas harus ada maskotnya" Jawab jetis
"Baik, makasih kak" Jawab anak itu
"Ada lagi?" Tanya Ketos, sambil melihat satu per satu peserta rapat.
"Sepertinya tidak ada"
"Baiklah, sekarang masing-masing dari perwakilan kelas mengambil kertas di dalam kotak ini" Jelas Ketos
Masing-masing dari perwakilan peserta rapat sudah mulai mengambil kertas di dalam kotak tersebut dan kembali ke tempat duduknya.
"Baiklah, saya akan mencatat tema dari setiap kelas" Ucap Sekretaris Osis, dengan senyuman ramah
Mereka pun mulai menyebutkan tema dari kelas mereka sesuai dengan urutan kelas dan kakak sekretaris osis yang siap sedia menulisnya.
"Sampai di sini dulu rapat kali ini, saya ucapkan terimakasih banyak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dan selamat pagi" Ucap Ketos menutup rapat hari ini.
"Waalaikumsalam, Pagi kak" Jawab murid kelas 7 dan 8 serempak .
"Waalaikumsalam, Pagi" Jawab murid kelas 9
Mereka semua kemudian keluar dari ruangan rapat dan kembali ke kelas masing-masing.
...----------------...
Di kelas 7A
Dugh!
Dugh!
Dugh!
Bella memukul papan tulis di depan kelas sebagai tanda meminta perhatian kepada anak kelasnya. Sedangkan Zayn, dia memilih duduk di kursi guru dan membiarkan Bella yang akan menjelaskannya.
"Jadi begini, tadi kami berdua sudah ikut rapat. Hasil rapatnya itu, tentang budaya lokal" Ucap Bella
"Jadi, kita butuh 2 orang untuk jadi maskot kelas dan memakai pakaian adat" Sambung Zayn
Bella langsung menengok ke arah Zayn dengan tatapan sinis. Zayn tidak hanya melihatnya sekilas, dan tersenyum seolah-olah dy tidak melakukan kesalahan.
"Hmmm... berantem lagi nih" Gumam Reyna
"Jadi gimana, siapa yang mau?" Tanya Bella
"Diba sama Reno aja. Sesuai dengan kesepakatan kita pada waktu jauh-jauh hari" Jawab Elis
"Astagfirullah, gue lupa" Ucap Bella sambil menepuk jidatnya
"Makasih Lis, Udah ngingetin" ~ Bella sambil tersenyum
"Kalian nggak keberatan kan? Reno? Diba?" Tanya Bella
Reno hanya mengacungkan jempolnya sebagai tanda ia setuju.
"Nggak papa kok Bel" ucap Diba lembut.
"Okay, jadi sudah diputuskan mereka berdua yang akan jadi maskot kelas kita" Ujar Bella
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜