Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
07



Rai langsung mengambil buku Reyna dan mengerjakan tugas tersebut. Tetapi Reyna meragukan hal itu. Rai hanya menatap malas pada Reyna, dia juga sudah meyakinkan Reyna mengenai jawabannya. Tapi, tetap saja dy tidak percaya. Akhirnya, Rai mencoret jawaban tadi dan....


"Ini udah bener kok. Percaya dah, tapi kalau lu nggak mau yah nggak usah deh. Yuk cabut bro" Rai melangkah keluar disusul oleh Nara.


10 menit kemudian, akhirnya kepala sekolah mengumumkan sesuatu yang membuat para siswa angkatan Reyna merasa kesal


"Mohon maaf kepada anak-anakku sekalin, informasi yang ingin bapak sampaikan ternyata sudah disampaikan oleh wali kelas kalian masing-masing pada pekan lalu" ~Kepala sekolah


"Astagfirullah hal adzim, udah dari tadi nunggu tapi ujung-ujungnya nggak jadi, parah bener" Ucap Reyna dkk langsung melenggang pergi


"Buset dah tuh anak kambuh lagi keknya" ~Zayn


"Udahlah biarin aja, itu tandanya dy normal. Kalau dia dah diem dan nggak marah-marah berarti dia udah nggak normal" sambung Nara yang membuat mereka tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore hari di rumah Bella


"Assalamualaikum" ~Lia dan Dara


"Waalaikumsalam, masuk yuk" ~Bell


"Dila sama Reyna belum datang yah?" Tanya Lia sambil duduk


"Belum nih, tapi Dila dah otw kok. Kalau si Reyna belum ada kabar" jawab Bella


"Okay deh" ~Lia


"Eh, Bel. Tadi lu ngomongin apaan sama Zayn? kepo nih gue" ~Dara


"Oh, itu... Dia nanya ke gue "boleh ikutan ngumpul bareng nggak?", gitu saja sih" ~ Bella


"Terus lu jawab apaan?" ~Lia


"Ya... gue ijinin sih" ~Bella


"oohh" sahut Lia dan Dara


Ding dong !


Bel rumah Bella berbunyi, dan Bella segera membuka pintunya.


"Assalamualaikum" ucap Dila setelah Bella membuka pintu rumahnya


"Waalaikumsalam, masuk La" ~ Jawab Bela membuka lebar pintu rumahnya.


"Hi guys" sapa Dila


"Hi" sapa keduanya


Selang beberapa menit dari kedatangan Dila, Zayn dkk pun tiba


"Assalamualaikum" Ucap mereka kompak tepat di depan pintu masuk rumah Bella.


"Waalaikumsalam" jawab Bella dkk


"Ran mana? kok nggak ada" Tanya Zayn sambil duduk di kursi ruang tamu Bella, begitu juga dengan teman-temannya.


"Nggak tau tuh, nggak ada kabar dari dy. Sebelum kemari dah gue chat, tpi nggak dibales" ~ Dila


"Oh, gitu. Nar rumah lu sama Reyna kan searah, dan kalau mau keluar kompleks lu otomatis lewat depan rumah dy kan?" ~ Zayn


"Iya, gue lewat depan rumah dy. Tapi tadi waktu gue lewat rumahnya sepi" ~ Nara


Zayn dan yang lainnya nanya menganggukkan kepala mereka.


Mereka pun ngobrol santai bareng, sekalian ketawa ketika mendengar lelucon yang dilontrakan oleh Zayn dkk.


Ting! Ting!


Bunyi notifikasi chat dari hp keempat anak perempuan it menghentikan tawa mereka. Setelah membuka chat tersebut, mereka hanya menarik nafas panjang.


"Kenapa?" Tanya Farel


"Ini ada chat dari Reyna, katanya dy ketiduran trus orang di rumahnya lagi pada keluar semua. Jadinya dy nggak datang" Jawab Lia


"Oohhh" jawab Zayn dkk ber oh ria


"Dah sih biarin aja dy, mending lanjut ngobrol lagi" Sahut Dila


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka. Dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, dan Dila juga sudah dijemput oleh Ayahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari di kamar Reyna. Ia masih terus memikirkan jawaban dari soal tersebut. Sudah dari habis magrib ia melihat soal itu dan juga sudah membaca instruksi buku berkali-kali, ia masih juga tetap tidak mengerti. Sekarang jam menunjukkan pukul 9 malam. Dia sudah lelah dan tidak punya cara apapun lagi untuk melanjutkannya. Ia memutuskan untuk mengambil hp nya yang ia letakkan di atas kasur. Tak lupa menghidupkan wi-fi nya.


Tring! Tring! Tring!


Banyak pesan masuk ke hp Reyna, pasalnya anak kelasnya baru saja membuat grub kelas. Bukan hanya anak kelas nya saja, ke 6 sahabatnya pun sudah membuat grub untuk mereka. Reyna mengembuskan nafasnya kasar.... Ia masih mempunyai tugas yang belum selesai tetapi sahabat-sahabatnya malah sibuk ngobrol, ia melihat dari notif grup mereka yang terus bertambah. Sedangkan grup kelas, tidak perlu ditanya lagi. Reyna menonaktifkan notifikasi nya.


Hufft ... lagi lagi ia menghela nafasnya. Kembali lagi ia menyalakan Hp nya karena penasaran. Matanya menyipit melihat pesan dari seseorang. Ia pun membukanya


+62845××××××××


" Save nomer gue, awas aja nggak lu Save. Gue hapus nama lu dari buku pertemanan gue😌"


^^^Reyna^^^


^^^"Hmm, ntar gue save. Btw, lu siapa sih?🤨"^^^


+62845××××××××


" Astagfirullah hal adzim, Ran lu jadi temen tega bat. Masa kawan lama kagak di kenal sih, ckckck!!! Parah lo!"


^^^Reyna^^^


^^^"Oh, elu toh. Otw save bruh"^^^


Ali


"Sep dah, kalau gitu gue lanjut ramein grup kelas dulu dah, sebagai wakil ketua kelas yang baik. Dadah👋👋👋"


^^^Reyna^^^


^^^"Okay, bye👋"^^^


Reyna pun berniat untuk membuka grup chat nya dkk. Ia mulai menscroll ke atas karena sudah ketinggalan berita. Tetapi kemageran datang dan menggagalkan niat, alhasil dy tdk jadi membaca isi nya.


Kemudian Ia, membuka grup kelasnya yang ramenya luar biasa. Bukannya malah belajar, malah asik ngobrolin hal-hal Random di grup.


Nara


+62899×××××××× ~ si tamvan


"Siapa bro?@Nara"


Nara


"Si Reyna"


+62899×××××××× ~ si tamvan


"Nah kan, sesuai dugaan gue. Lo pasti bakalan muncul ke permukaan kalau si Zayn banyak nimbrung kan. Gue udah tau dah."


^^^Reyna^^^


^^^"WOY!! NYARI RIBUT YA LO?!! LU TUH SIAPA SIH?"^^^


Nara


"Itu si Adrian"


^^^Reyna^^^


^^^"Beneran nyari ribut nih anak, awas aja lo besok, gue bakalan kasih lo pelajaran!!!😊"^^^


Kang Fitnah


"Gue cuman ngomong fakta ceunah, jujur ae dah"


Kang Fitnah


"Nggak takut, 😋"


Rayna yang sedang stress karena tugasnya dan ditambah lagi dengan, perkataan yang tidak benar dari Adrian. Ia sudah ingin mengetikkan uneg uneg kekesalannya. Tapi terhenti karena...


Ali


"Udah nggak usah lu dengerin dy Ran, obatnya habis jadi gitu dah. Kambuh"


^^^Reyna^^^


^^^"Maksud lo?"^^^


Ali


"***Gue ganteng dan gue sadar diri"


Reyna


"Lu ngomong apa sih?🙄"


Ali


"Itu si*** Andri kalau dah malam gitu, suka aneh-aneh. Kadang ae bangun dah nyampe depan kompleks. Epic nggak tuh?🤣🤣"


Reyna


"hahaha... nggak jelas lu. Buset dah parah🤣🤣🤣"


Banyak anak kelas yg tertawa karena pernyataan Zayn. Walaupun tidak sinkron antara pertanyaan Reyna dan jawabannya.


"Wkwkwk"


"Hahaha"


"Kekeke, jangan bilang lu temenan ama mumi"


"Parah lu Dri hahahahhaha"


Kurang lebih seperti itu lah tanggapan mereka. Reyna hanya tertawa saja membaca komentar dari anak kelasnya.


Tring!


+6287468××××× ~Alucard


"Hay, Reyna"


^^^Reyna^^^


^^^"Hay"^^^


^^^"Kenapa?!"^^^


+6287468××××× ~Alucard


"Buset dah, ngetik pesan ae galak bener"


"Save nomer gue ya"


^^^Reyna^^^


^^^"Okay, Alucard kan?"^^^


+6287468××××× ~ Alucard


" Sabar, sabar. Ini gua Raihan Aldo Pratama"


^^^Reyna^^^


^^^"Oh!"^^^


Raihan Aldo Pratama


"Pelit bat cuman ngetik doang😒"


^^^Reyna^^^


^^^"Makasih pujiannya, gue mau tidur. Bye"^^^


Raihan Aldo Pratama


"Aneh"


"Okay"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon berikan saran dan kritik dari kalian ya, agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini 🙏😊


Terima kasih 🙏😊