
Mereka hanya menatap malas pada Reyna dan memilih untuk melanjutkan langkah mereka setelah berhenti beberapa detik akibat perkataan Reyna.
"Pada kenapa sih, heran gue" gumam Reyna di belakang teman-temannya.
Mereka terus melangkah menuju kelas hingga terhenti di depan tangga karena melihat Rai dan kawan-kawan bersama dengan anak kelas sebelah, Alena.
Mereka terdiam menatap mereka, karena pasalnya Rai dan kawan-kawan agak menjaga jarak sedikit dengan anak perempuan. Apalagi anak perempuan dari kelas lain.
Sedangkan mereka yang di tatap hanya menatap ke 6 anak perempuan di depan mereka dengan bingung.
Reyna tidak memperhatikan jalan di depannya, dia hanya sibuk memperbaiki lengan baju nya dan tanpa sadar menabrak rombongan teman-teman nya.
Bugh!!!
"Eh, lo kalau jalan hati-hati dong" Ujar Lia yang ternyata di tabrak oleh Reyna
"Maaf cuy, W lagi sibuk benerin lengan baju" Ucap Reyna sambil nyengir ke teman-temannya. Sedangkan mereka hanya menatap jengah pada Reyna dan kembali melangkahkan kaki mereka.
"Kita tau kok kalau kita ganteng, makanya kalian pada bengong liatin kita kan" Ujar Farel dengan percaya dirinya, ketika Bella dkk melewati mereka yang masih berdiri di tangga.
Bella, Lia, Keysa, Dara, Dila dan Cindy hanya meneruskan langkah mareka dan menganggap ucapan Farel hanya angin lalu saja.
Sedangkan Reyna berhenti dan menengok ke arah Farel.
"Maksud lo?" Tanya Reyna melihat ke arah mereka.
"Jangan di ulang Rel, pasti yang ganteng di mata dia itu cuman si Zayn. Jadi jangan diulangin, buang-buang waktu aja" Ujar Adrian yang sukses membuat Reyna kesal.
Nara yang melihat hal itu hanya geleng-geleng kepala saja dan akan melakukan sebuah tindakan jika apa yang dia pikirkan akan terjadi.
"Wah... Lo tuh yah ben-"
Belum sempat Reyna melanjutkan apa yang ingin dikatakannya, ucapannya sudah terpotong oleh Zayn yang entah sejak kapan sudah ada di sana.
"Pesanan gue mana?" Tanya Zayn santai
Reyna hanya menatapnya kesal
Sedangkan Reno dkk bernapas lega karena pawangnya Reyna muncul di sana. Reyna tidak menjawab dan hanya menatap Zayn.
"Nggak usah napa gue gitu jga kali, gue tau kok kalau gue ganteng" Ucap Zayn dengan kesal, karena Reyna tak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Kita duluan ya Zayn, lanjutin deh urusan lo sama nih anak" Ujar Nara sambil menunjuk ke arah Reyna.
Mereka berenam pun pergi meninggalkan Reyna dan Zayn.
"Sekali lagi gue tanya. Pesanan gue mana?" Tanya Zayn mendekat ke arah Reyna.
"Beli sendiri" Jawab Reyna datar dan sejarah melangkahkan kakinya dengan cepat melewati Zayn.
Ketika ia berbelok ke arah kanan ia melihat Gio, Arga dan Feri yang sedang berdiri bersandar di dinding. Dia hanya menatap mereka, dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Gile,gile galak bener ya tuh bocah?" Tanya Feri
"Mungkin" Jawab Zayn
"Lagian ngapain sih lu pada ngumpet di situ?" ~Zayn
"Tidak apa-apa, kami hanya ingin terhindar dari masalah jika si Reyna mengamuk" Jawab Gio
"Walaupun ada pawangnya, tetap aja nggak aman" Tambah Arga
"Elah... Cemen lu pada" Ujar Zayn
"Terserah" jawab mereka bertiga kompak.
"Eh... Cewek ya kalian?" Tanya Zayn dengan mengerutkan keningnya sesaat
"Maksud lo?" Tanya Feri
"Itu tadi, terserah" jawab Zayn dengan senyuman lebar di wajahnya dan pergi meninggalkan teman-temannya.
"Sabar, sabar" ucap Arga mengusap dadanya
Sedangkan Feri dan Gio hanya menatap datar pada Zayn yang sudah melangkah jauh di depan mereka. Mereka pun segera menyusul nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah membaca hasil tulisan saya 🙏😊