Could I Have This Feeling?

Could I Have This Feeling?
23



Setelah menemani Lia ke WC mereka langsung menuju ke kelas mereka dan bertemu dengan anak kelas yang akan bertugas sebagai petugas upacara.


"Mau kemana rame-rame?" Tanya Lia


"Mau latihan, hari ini kita kosong. Walikelas kita juga udah minta pak Bondan buat ngelatih kita" Jawab Bella


"Oh, okay. Ayolah" Ucap Lia dan segera melangkahkan kakinya untuk menyusul anak-anak yang lain


"Gue ambil topi dulu, duluan aja" Ucap Reyna san segera melangkahkan kakinya menuju kelas.


"Okay" Jawab Bella, dan ia jga melanjutkan langkahnya menuju ke lapangan sekolah.


...----------------...


"Sudah lengkap semua kamu ini? Tanya Pak Bonda dengan suara nya yang nyaring


Bella menengok dan mulai menghitung 1 per satu murid kelasnya.


"Sudah pak" Jawab Bella


Setelah itu Pak Bondan pun mengajari mereka PBB, peraturan baris berbaris. Kemudian beliau juga mulai membentuk formasi barisan mereka.


Jumlah pasukan pengibar nya sebanyak 15 orang, sedang pada bagian tata upacara sebanyak 6 orang.


Reyna diberi kesempatan untuk bergabung dengan pasukan pengibar bersama dengan para sahabat-sahabat nya. Ada juga Bless, Elis, Diba, yang memiliki posisi yang sama dengan mereka.


Zayn mendapatkan tugas untuk membaca doa, Elin membaca susunan upacara dalam bahasa inggris, Ayu memiliki tugas yang sama dengan Elin, tetapi ia menggunakan bahasa indonesia. Pembacaan janji siswa dilakukan oleh Sinta, dan untuk bagian Undang-Undang Dasar dibacakan oleh Nadine dan bagian pemberi teks pancasila dilakukan oleh Gio.


Reno,Rai, dan Nara bertugas sebagai pengibar bendera. Bersamaan dengan Artur dan Feri.


Mereka selalu latihan salah lepas sholat ashar. Mereka latihan penuh selama sepekan.


Seperti biasa, Reyna selalu mencari kesempatan untuk memandang Rai. Entah ada yang memperhatikan dia pada saat melakukannya atau tidak ada.


Walupun sama-sama menjadi petugas upacara dan barisan mereka berdekatan. Mereka berdua tidak pernah berbicara sekalipun.


Sekarang ini adalah hari minggu, yang menandakan hari terakhir mereka untuk latihan.


Pukul 09.00 anak kelas 7A sudah berkumpul di sekolah. Mereka sedang menunggu pak Bonda.


《Flash back on》


Reyna teringat beberapa hari lalu jika, Rai jatuh dari motor di depan sekolah. Tidak tau kejadiannya seperti apa, yang jelas motor yang ditumpangi Rai jatuh, tetapi dia tidak terjatuh. Melainkan hanya motornya saja.


《Flash back off》


Pukul 09.05 pak bondan sudah tiba di sekolah, mereka pun segera berkumpul dan membuat barisan.


Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 yang menandakan sudah waktunya untuk sholat dzuhur. Mereka pun segera berpamitan kepada pak Bondan, karena proses latihan mereka sudah selesai dan besok adalah waktunya bagi mereka untuk tampil.


...----------------...


Pagi-pagi sekali mereka sudah datang ke sekolah. Seperti petugas upacara biasanya yang selalu datang 1 jam sebelum upacara dimulai.


Saat ini sang ketua kelas sedang sibuk membagikan kopiah untuk masing-masing peserta yang sudah dihiasi dengan pin garuda dan pita berwarna merah putih.


Sedangkan beberapa anak perempuan lainnya sedang mengepang rambut mereka dengan model kepang kedalam.


Karena ada beberapa dari mereka yang belum mengepang rambut dari rumah. Sedangkan anak laki-laki sedang merapikan seragam mereka.


Para petugas upacara bagian susunan acara juga sedang bersiap untuk melakukan tugasnya.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sudah menunjukkan pukul 06.45 menit. Mereka sudah mulai bersiap untuk segera turun lantai 1.


Sebelum bersiap untuk menjalankan tugas masing-masing, mereka memanjatkan doa bersama agar pelaksanaan upacara yang dilakukan lancar tanpa hambatan.


Para petugas pengibar sudah mulai mengatur barisan mereka di gerbang masuk ke halaman dalam sekolah. Dan petugas susunan upacara juga sudah mengambil tugas mereka masing-masing.


Teng non!


Para petugas upacara sudah mengambil tempat dan tugas masing-masing. Suasana upacara berjalan dengan hikmat.


Dan tanpa terasa Reyna dan kawan-kawannya telah usai menjalankan tugas mereka. Tak lupa mereka mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua usaha yang mereka lakukan telah membuahkan hasil.


Setelah upacara bendera selesai, para petugas upacara berkumpul di gerbang depan sekolah. Bella yang sedang membawa camera meminta tolong kepada salah satu anak kelas mereka untuk mengambil gambar. Tak lupa mereka juga berfoto bersama wali kelas mereka.


Pukul 07.15


Para murid kelas 7A yang telah bertugas telah usai mengganti pakaian mereka. Dan sekarang mereka sedang bercanda gurau bersama teman-teman mereka masing-masing.


"Akhirnya selesai juga" Sahut Dila


"Iya nih" ~Keysa


"Nggak sia-sia usaha kita selama sepekan kemarin" Ujar Lia diangguki mereka berenam.


"Tapi...... Tadi kaki gue salah, waktu mau belok masuk ke gerbang depan" Ucap Reyna disertai dengan cengiran.


"Santuy ae Na, usah lewat juga." Ucap Cindy


"Bener tuh kata Cindy, udah lewat. Jadi... nggak usah dipikirin" Sahut Dara


"Eh... Gue denger-denger dari kelas sebelah, katanya geografi mau ada tugas kelompoknya." Ucap Bella


"Seriusan?" Tanya Cindy, dan Bella langsung mengangguk sebagai tanda mengatakan "Iya" kepada nya.


"Ahhh.... malas gue tugas kelompok. Skipp aja deg" Ucap Reyna


"Lu kenapa malas sih?" Tanya Dilla "Tugas kelompok kan enak, memudahkan pekerjaan dan menghemat waktu tau nggak" Tambahnya


"Kalau tugas kelompok ada sebagian yang kerja ada juga yang nggak. Kalau kelompoknya bagus ya enak lah kerjanya. Lah kalau nggak? Yang ada merugikan" Jawab Reyna


"Ih Rey, lu mah nething mulu. Positif aja nape sih? Ribet bener" Ucap Lia


"Heh Li!, gue udah pernah bilang kan sama lu? Jangan manggil gue Rey, yang namanya Rey itu ada dua di kelas kita. Ntar Rai kira lu manggil dy lagi kayak yang udah-udah" Ucap Reyna


"Iya lu pernah bilang, gue jga pernah bilang sama lu Jangan manggil gue Li, Why? Jawabannya sama kayak yang lu bilang" Ucap Lia


"Udah deh, lu berdua mah. Masalah panggil nama aja diperdebatin. Kek orang nggak ada kerjaan aja" Ucap Cindy berniat melerai perdebatan Reyna dan Lia


"Kita emang nggak ada kerjaan Cindy. Soalnya kita masih sekolah" Jawab Lia dan Reyna kompak


"Giliran komentarin orang aja, lu berdua pada kompak" Ucap Cindy


"Gue setuju sama lu Cin, mereka kalau soal komentarin orang mah kompak" Ucap Dila


"Iyain aja deh biar cepat kelar" Ucap Reyna


"Eh guys, gue denger-denger katanya si Zayn jadian sama kakel tuh. Bener nggak?" Tanya Cindy


"Serius?" Bukannya menjawab pertanyaan Cindy mereka berenam malah bertanya dengan kompak.


"Elah... Gue nanya ini, masa lu pada yang nanya balik sih" Ucap Cindy


"Lu tau dari mana?" Tanya Dila


"Biasalah... Gue kan gudang informasi jadi gue pasti tau apapun yang terjadi di sekolah" Jawab Cindy dengan bangganya


"Kalau lu tau, kenapa lu nanya kita?" Tanya Reyna


"Nah, bener tuh" Tambah Lia


"Ihhhh... Lu berdua mah kalau mau mojokin orang kenpa harus kompak juga sih?" Sahut Cindy dengan kesal. Reyna dan Lia hanya mengangkat kedua bahu mereka saja ketika menanggapi ucapannya.


...----------------...