
Bugh!
Rai langsung membanting tubuhnya ke atas kasur setelah berada di kamarnya.
"Reyna sebenarnya ada masalah apasih?"
"Sehari ini udah 3 kali dy ngagetin gue, berasa kek minum obat aja"
Tring!
Rai langsung mengambil handphone nya dan membaca pesan yang masuk tersebut.
Nara Si Tamvan 😎
"Bro, ke rumah gue sini. Nyokap gue lagi buat puding cokelat"
"Sejak kapan coba namanya berubah di kontak hp gue? Hedewww... Pasti dia yang ganti waktu minjem" Ucap nya pada diri sendiri
^^^Rai^^^
^^^"Iya, ntar gue ke sana deh"^^^
Nara Si Tamvan 😎
"Sekarang lu ke sini nya, lagian lu sendiri juga kan di rumah?"
"Ayolah bro sini, gue tungguin
^^^Rai^^^
^^^"Iya deh, gue ganti baju dulu"^^^
Nara Si Tamvan 😎
"Ooookkkkrrrraaaaayyyyy"
Rai pun segera bersiap dan langsung meluncur ke rumah Nara.
...----------------...
"Kak Ana buruan kak, sekali serang lagi nih"
"Tenang Yas, kita pasti bakalan menang. Percaya sama kakak"
"Yayaya... Buruan kak ulti"
"Yeaaahhhh... Kita menang" Sahut keduanya kompak
"Duh berisik banget tuh bocah dua" Ucap Nara yang sedang menunggu Rai di teras rumahnya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, cepet juga lu nyampenya"
"Kita sekompleks bro, makanya cepet nyampe gue"
"Benar juga lu, yaudah... Yok masuk" Ajak Nara
...----------------...
Reyna sedang memakan puding miliknya bersama dengan Yasa, adik laki-laki Nara. Mereka berdua berhenti bermain sejenak, dan memilih untuk menonton film kartun.
"Ela... Lo dah tua Na. Nggak cocok nonton begituan" Ucap Nara
Reyna hanya sedang mengunyah pudingnya menengok ke arah Nara dan....
"Uhuk!"
"Uhuk!"
"Uhuk!"
"Thanks, Yas" Ucapnya sambil mengelus kepala Yasa lembut.
Kemudian ia menatap kesal ke arah Nara.
"Duh! Ada nih anak lagi. Semoga jantung gue aman deh. Tolong lindungi Rai Ya Allah, Aamiin" Ucap Rai sambil berdoa dalam hati
"Yuk Rai, temenin gue ngambil pudingnya" Ajak Nara
"Ini kan rumah lu, masa lu takut?" Ejek Rai
"Kampret lu" Ucap Nara "Sono duduk di dekat si bocil"
Nara segera pergi ke dapur untuk mengambil puding tersebut.
"Yas, kakak ke toilet dulu ya. Kamu kalau udah mau main, main aja ya" Ucap Reyna segera beranjak dari tempat duduknya
"Kak, mau main?" Tawar Yasa
"Hmm.. Boleh deh"
Yasa segera menyalakan PS nya dan mulai memilih permainan yang akan mereka mainkan.
"Kak main bola aja gimana?" Sarannya
"Boleh, boleh"
"Okay kak"
"Nih bro pudingnya. Makan ye" Ucap Nara sambil meletakkan puding tersebut di atas meja.
"Ambilin aja Nar buat gue. Gue udah mau maen sama adik lu nih" Ujar Rai
"Okay dah, mumpung gue lagi baik"
Ia pun segera mengambilkan puding tadi dan meletakkannya di atas piring, kemudian menyerahkannya kepada Rai.
"Thanks" Ucap Rai
"Sans ae bro" Tanggap Nara
"Yas, Ana mana?" Tanya Nara
"Lagi ke toilet bang" Jawab Yasa "Emang abang nggak liat ya?"
"Nggak, soalnya tadi gue ke kamar dulu ngambil hp"
Yasa hanya menganggukkan kepalanya saja, sebab ia sudah mulai bermain bola bersama Rai. Mereka berdua tampak serius.
"Yas, kode hp Reyna apaan?" Tanya Nara
"Tanggal lahirnya kali" Jawab nya masih fokus dengan gamenya
"Ah! boong lu orang ini kagak dikonci"
Nara membuka hp Reyna, ia menelusuri galeri hp miliknya dan hanya menemukan foto anime favorit Reyna dan beberapa video anime.
"Hedeww... Wibu wibu" Ucapnya pelan
Dia kembali memeriksa hp Reyna dan kali ini daftar kontak adalah tujuannya.
...----------------...
Mohon saran dan kritiknya semua🙏😊
Agar saya bisa memperbaiki tulisan saya ini
Terima kasih kepada pembaca yang sudah mampir untuk membaca hasil tulisan saya 🙏😊
💜💜💜💜💜💜💜